
Karin dan Raisa memang sengaja berangkat lebih pagi dari biasanya karena cafe pasti akan ramai dengan banyak pengunjung mengingat kalau ada acara musik yang di adakan di depan cafe dengan tema outdoor.
para pegawai cafe sibuk membersihkan meja makan, menata kursi, menyapu dan mengepel apalagi di bagian dapur yang sibuk menyiapkan masakan karena bisa di pastikan mereka akan kewalahan nantinya.
Lusi berkeliling mengecek semua bagian, dia memastikan ruangan rapih dan bersih agar para pelanggan cafe nyaman ketika makan di tempatnya.
"woy semangat amat." ucap Lusi mengagetkan Karin.
Karin yang sedang mengelap meja terkejut saat Lusi menepuk pundaknya, dia melotot ke arah Lusi yang di balas kekehan oleh temannya itu.
"bercanda kaleee.." ucap Lusi terkekeh mihat ekspresi Karin.
"gak lucu tau." jawab Karin cemberut.
"eh Rin gimana kabar anak-anak kamu? apa mereka baik-baik saja? sorry ya pas udah nganterin si kembar ke rumah sakit aku langsung pulang soalnya Papa kewalahan di cafe karena banyak pengunjung." tanya Lusi dia merasa tidak enak karena kemarin dia langsung pergi tanpa pamit pada semua orang yang ada di rumah sakit.
"mereka baik-baik aja kok, gak ada luka serius makasih ya lus udah bantuin aku bawa si kembar ke rumah sakit, maaf ya gara-gara aku papa kamu jadi kerepotan sendiri." jawab Karin.
"santai aja kali, sesama sahabat itu harus saling menolong." ucap Lusi.
Karin tersenyum mengangguk menyetujui ucapan Lusi, Raisa ikut bergabung saat melihat Lusi dan Karin mengobrol.
"pada ngapain nih, ikutan dong." ucap Raisa.
"ngapain lu kemari kutil? kerja sana." ucap Lusi pura-pura mengusir Raisa.
"ehh manusia bisulan, enak aja Maen nyuruh-nyuruh gue kerja coba liat nih semuanya udah beres kali tinggal nunggu pelanggan." sewot Raisa.
"yaudah ngapain masih disini?"
"kalau bukan bosnya , udah gue getok kepala loe biar gak punya jidat."
"emangnya kenapa kalo punya jidat?"
"kalo loe punya jidat, loe bakal seenaknya."
"seenak jidat maksud loe? eh dasar kampret loe ya, sini tak hajar tuh mukane."
"siapa takut."
Karin tersenyum melihat Lusi dan Raisa yang suka sekali beradu mulut, baginya kedua sahabatnya ini selalu bisa membuat moodnya kembali sepeti biasanya.
di luar para pemain musik mulai menata semua alat musiknya, vocalisnya sudah bersiap memeriksa mikrofonnya sebelum mulai bernyanyi.
para penonton sudah mulai berdatangan ke area cafe dan acara musiknya. vokalisnya adalah salah satu penyanyi terkenal di kalangan masyarakat jadi wajar jika banyak orang yang datang ke acara musik tersebut, terutama kaum remaja pria maupun wanita.
"cek.. cek satu dua"
"sebelum memulai acaranya saya ucapkan terimakasih untuk yang sudah hadir di acara musik ini, dengan seizin dari pemilik cafe Diamond tujuan saya mengadakan konser mini seperti ini untuk mengajak para pengunjung maupun penonton yang sudah hadir untuk ikut berpartisipasi menyisihkan sedikit rezekinya untuk membantu para korban bencana alam yang berada di kota C dan menyumbangkan sebagian dana ke panti asuhan yang berada di sekitar daerah kita yaitu panti asuhan yang di beri nama Rumah Kasih sayang yang pastinya kalian pernah mendengar nama itu." ucap MC.
"mari kita sambut penyanyi kita Aprilia Yuswandari bersama Bandnya AC music." panggil MC.
"mari kita bernyanyi bersama, bagi yang sedang galau mari kita dengarkan lagu yang satu ini."
Pernah berpikir tuk pergi
Dan terlintas tinggalkan kau sendiri
Sempat ingin sudahi sampai di sini
Coba lari dari kenyataan, tapi
Ku tak bisa
Jauh ..
Jauh
Darimu
Ku tak bisa
Jauh
Jauh
Darimu..
Kalau kita sudah nggak saling mengerti
Sampai kapan bertahan seperti ini?
Dua hati bercampur emosi, tapi
Ku tak bisa
Jauh
Jauh
Darimu
Ku tak bisa
Jauh
Jauh
Darimu
Sabar-sabar, aku coba sabar
Sadar-sadar, seharusnya kita sadar
Kau dan aku tercipta
Nggak boleh terpisah
Dan tak bisa
Jauh
Jauh
Darimu
Ku tak bisa
Jauh
Jauh
Darimu
Ku tak bisa
Jauh
Jauh
Darimu
Ku tak bisa
Jauh
Jauh
Darimu
Tak bisa
Jauh
Jauh
Darimu
Oh... Oh
judul lagu: ku tak bisa
by : Slank