Crazy Rich Duda

Crazy Rich Duda
Episode 124



rumah Karin berada tak jauh dari taman hanya memerlukan waktu 10 menit untuk sampai di sana, dengan wajah yang basah dengan air mata karin masuk ke dalam rumah. Kiki yang baru sampai terkejut melihat kakaknya menangis.


"teteh kenapa nangis teh? siapa yang bikin teteh nangis bilang sama Kiki biar Kiki samperin orangnya?" tanya Kiki yang mulai emosi.


"hiks.. Kiki." karin langsung menubruk tubuh Kiki memeluknya dengan erat, dia menumpahkan kesedihannya pada adiknya.


"teh udah jangan nangis lagi, cowok brengsek kayak gitu mending di tinggalin aja daripada teteh tersiksa kayak gini."


Karin menganggukkan kepalanya dengan tangisnya yang semakin pecah, Kiki berusaha menenangkan Karin dengan mengusap punggungnya hati Kiki ikut merasakan sakit melihat kakaknya seperti ini.


Surya datang menghampiri Karin dia mendengar suara tangisan saat berada di belakang rumah, mendapati anaknya menangis Surya mengepalkan tangannya.


"Karin apa Rafka yang membuatmu menangis lagi?" tanya Surya geram.


"iya bapak, dia yang sudah bikin teteh kayak gini lagi." jawab Kiki.


"tidak bisa dibiarkan, biar bapak yang hajar pria itu beraninya dia menyakiti putriku." ucap Surya dengan emosi.


Surya melangkahkan kakinya ke luar namun di cegah oleh karin.


"jangan pak, Karin mohon." ucap karin mengatupkan kedua tangannya.


"dia sudah keterlaluan nak, bapak tidak bisa membiarkan kamu di sakiti terus olehnya lebih baik batalkan pernikahan kamu dengannya masih banyak lelaki yang tulus di luaran sana." ucap Surya.


"iya pak, tapi Karin mohon bapak diam saja di rumah jangan menemui mas Rafka." ucap Karin.


Surya menghela nafasnya panjang, dia menganggukkan kepalanya dan menarik Karin ke pelukannya tak bisa di pungkiri Surya pun ikut mengeluarkan air matanya melihat Karin.


"teh ujian Kiki disini sudah beres, lebih baik untuk sementara waktu teteh ikut Kiki ke kota B ke rumah mang Ujang agar teteh bisa menangkan diri di sana." ucap Kiki.


"benar kata Kiki nak, lebih baik untuk sementara waktu kamu pergi menenangkan dirimu terlebih dahulu nanti setelah merasa lebih baik kamu bisa kembali kesini." ucap Surya menyetujui keputusan Kiki.


"iya Ki." jawab Karin setuju.


"Daddy dimana Bunda?" tanya Kenzo sengit.


"Bunda sudah pulang sayang." jawab Rafka.


"gara-gara dia kan Bunda jadi pergi." ucap Kenzi menunjuk ke arah Cristin.


"Kenzi turunkan tanganmu, dia ibu kandungmu tidak sopan menunjuknya seperti itu." tegur Rafka.


"sudah tidak apa-apa, aku memakluminya." ucap Cristin.


Kenzo dan Kenzi marah pada Rafka, bukannya mereka senang karena Cristin datang namun malah sebaliknya si kembar menduga Karin pergi karena melihat Cristin datang apalagi Kenzo lebih tau bagaimana perasaan Karin saat ini.


' Bunda pasti kecewa melihat Daddy dengan mommy' batin Kenzo.


"Daddy aku kecewa padamu." berang Kenzo.


"boy kenapa kau bicara seperti itu pada Daddy? apa Daddy mengajari mu bersikap tidak sopan seperti ini pada orang tua?" tegur Rafka dengan nada yang mulai meninggi.


"sudah-sudah, Kenzo kenzi sayang lebih baik kita pergi dari sini Mommy punya teman yang buka restoran di daerah sini, apa kalian mau ikut?" bujuk Cristin.


"tidak mau, kami tidka ingin ikut denganmu!" pekik Kenzi.


si kembar pergi meninggalkan kedua orang tuanya, Rafka mengejar si kembar yang berlari meninggalkan taman di ikuti Cristin dari belakang.


"Kenzo, Kenzi berhenti." teriak Rafka.


si kembar tidak mendengarkan teriakan Rafka, mereka berlari semakin jauh dengan menambah kecepatannya Rafka berhasil menghentikan kedua anaknya.


"ayo pulang." ucap Rafka dengan menarik tangan si kembar menuju mobilnya.