
Pintu kamar Vita di ketuk dari luar, asisten pribadinya masuk dan menyodorkan surat kepadanya.
"apa ini?" tanya Vita.
"ini adalah surat pembatalan kontrak dengan perusahaan Adijaya." ucap Asistennya.
Vita menghentikan tangannya yang sedah memoles wajahnya, dia mengambil surat tersebut lalu meremasnya dan melemparkannya ke dalam tong sampah.
"beraninya dia membatalkan kontrak kerja kita dengan sepihak?! Lihat saja apa yang akan aku lakukan." geram Vita.
"sudahlah Vita, jangan bertindak gegabah masih banyak pria lain di dunia ini." ucap Asisten pribadi Vita yang bernama jolie.
"tidak, aku tidak akan melepaskan Rafka dari tanganku, hanya dia yang berani menolak pesonaku oleh karena aku akan melakukan segala cara untuk mendapatkannya." tegas Vita.
"ku harap kau tidak menyesal nantinya." ucap Jolie membalikkan badannya berjan keluar dari kamar Vita.
Sudah seringkali Jolie mengingatkan Vita namun tak pernah di gubris, Vita sangat terobsesi kepada Rafka. Vita kembali memakai makeupnya, dia berdandan cantik dan memakai baju seksi serta sepatu hak tinggi.
"lihat saja, apa kau akan bertahan dengan kecantikanku atau kau akan jatuh ke pelukanku." ucap Vita tersenyum smirk.
Di mansion Rafka.
Kenzo bertukar kabar dengan kakak tirinya yaitu Bagas, entah apa yang sedang dia behas dengan Bagas karena terlihat serius Kenzi hanya memperhatikan kakaknya dari jarak dekat.
"kak kau sedang membahas apa sama bang Bagas?" tanya Kenzi.
"nanti kau juga akan tahu." ucap Kenzo.
"selalu saja seperti itu," keluh Kenzi.
Setiap kali Kenzi bertanya mengenai apa yang sedang dilakukan oleh Kenzo pasti jawabannya sama, Kenzo sibuk dengan tabletnya dan Kenzi sibuk dengan kertas gambar yang sedang di pegangnya sampai mereka tak sadar Karin sudah berdiri di dekat keduanya membawa nampan yang berisikan dua gelas susu dan biskuit.
Si kembar membalikkan badannya menghadap ke arah Karin, keduanya bangkit dari duduknya mengambil susu dari nampan yang di bawakan oleh Karin.
"habisnya Bunda datang gak bilang-bilang." ucap Kenzi.
"padahal Bunda ketuk pintu loh." ucap Karin.
"kok gak kedengeran ya Bun?" tanya Kenzo heran.
"ya karena kalian lagi fokus makanya gak kedengeran, sekarang habiskan susu sama biskuitnya ya." ucap Karin.
Si kembar menenggak susunya sampai tandas dan memakan biskutnya habis tak tersisa, Karin mengambil piring dan gelas kotor keluar dari kamar si kembar.
5 bulan kemudian..
Di perusahaan Rafka.
asistennya Rafka yaitu Dimas di buat pusing dengan tingkah Vita yang terus memaksa masuk ke dalam perusahaan meminta bertemu dengan Rafka, selama berbulan-bulan lamanya Vita terus berusaha mendapatkan Rafka dia juga tidak terima atas pemutusan kontrak kerjasama yang di putuskan secara sepihak oleh Rafka.
"biarkan aku masuk" sentak Vita.
"punya hak apa kau membentakku hah?! Sudah berapa kali aku bilang tuan Rafka tidak ingin bertemu denganmu dan juga dia tidak ada di kantornya." ucap Dimas dengan geram.
"bohong!" tekan Vita dengan meninggikkan suaranya.
"satpam" teriak Dimas.
Dua satpam laki-laki datang menghampiri Dimas, mereka di perintahkan untuk menyeret Vita dari perusahaan, Dimas sudah sangat muak melihat wajah Vita dia juga meminta pada salah satu karyawan untuk di buatkan spanduk yang sangat besar di depan pintu perusahaan sebagai gambaran kalau selain karyawan dan staff yang bersangkutan boleh masuk kecuali Vita.