Crazy Rich Duda

Crazy Rich Duda
Episode 83 - si kembar hilang



"baik tuan, laksanakan!! kalau begitu saya pamit undur diri tuan, karena semuanya sudah beres saya dan rekan-rekan juga masih harus bertugas kembali." pamit Putra.


"silahkan, terimakasih atas partisipasinya pak polisi." ucap Rafka menjabat tangan Putra.


polisi yang bernama putra bersama para rekannya pergi meninggalkan lokasi kebakaran, para pemadam kebakaran juga pamit kepada Rafka karena mereka sudah selesai dengan tugasnya.


Rafka mempersilahkan pemadam kebakaran untuk pergi, saat semua petugas meninggalkan pabrik Rafka masuk ke dalam gedung yang sudah menghitam sebagian beserta genangan air yang petugas pemadam kebakaran semprotkan.


Rafka melihat sekeliling pabrik, dia bersyukur tidak ada yang meninggal saat kebakaran terjadi dia membayangkan bagaimana sedihnya keluarga korban jika sampai salah satu anggota keluarganya meninggal.


Zidan masuk ke dalam pabrik menghampiri Rafka, dia menepuk bahu Rafka dengan pelan.


"loe gapapa? semuanya sudah takdir, kita harus menerima semua yang telah di gariskan oleh yang maha kuasa." ucap Zidan.


"aku tidak apa-apa, sejak kapan kau sampai? kenapa lama sekali? sebagai asisten seharusnya kau yang tau lebih dulu daripada aku." tanya Rafka beruntun.


' sudah gue duga 🙄 perasaan kenapa jadi asisten banyak banget deh kerjaannya, makin gak mau gue kerja di perusahaan mending main game aja.' batin Zidan menggerutu.


"aku tau apa yang kau pikirkan Zidan, sebagai penerus dari Papa mu kau harus bisa lebih gesit daripada seorang asisten, jika kau sudah resmi menjabat sebagai CEO tanggung jawabmu lebih besar dan lebih berat daripada seorang asisten." ucap Rafka memberi nasihat pada Zidan.


"iya makanya gue gak mau lanjutin pekerjaan Papa, bikin pusing aja tau." ucap Zidan kesal.


"sayangnya kau adalah anak satu-satunya jadi kau tidak bisa menolaknya." ucap Rafka tersenyum miring.


Rafka menghela nafasnya kasar, semua yang Rafka bicarakan memang benar adanya selain dia tidak ada lagi yang bisa di harapkan untuk melanjutkan pekerjaan papa nya.


"apa? tadi aku juga sempat bertanya pada manager pabrik dan menanyakan tentang keamanan di sini, tapi sebelum dia menjawab polisi datang memberikan laporan padaku." ucap Rafka terkejut.


"berarti ini memang sudah di rencanakan dengan sangat matang, mungkin ada yang ingin menjatuhkan Loe kak dengan membakar pabrik ini."


"berarti itu sudah tugas kamu untuk menyelidiki siapa dalang dari kebakaran ini, tadi juga polisi menemukan bahan peledak di gudang, manager pabrik juga memeriksa cctv katanya ada seseorang berpakaian serba hitam masuk ke dalam gudang sebelum kebakaran terjadi." terang Rafka.


saat sedang berbicara dengan Zidan Telpon Rafka berdering, di sana tertera nama supirnya pak Dani.


Rafka mengangkat telpon itu, dia mendengar suara pak Dani yang panik membuat perasaanya tidak enak.


"ha-llo tuan, saya sedang berada di sekolah si kembar tapi daritadi saya tidak menemukan si kembar tuan, saya menunggu sampai para murid bubar namun nihil si kembar tidak terlihat tuan." ucap pak Dani dengan gemetar takut tuannya marah.


"APA?" Rafka memelototkan matanya.


"coba tanyakan pada setiap guru yang ada di sana kalau perlu cek setiap sudut ruangan di sekolah jangan sampai ada yang terlewat " titah Rafka panik.


" sudah tuan, bahkan sebelum saya menelpon semua guru di sekolah sudah mencari ke semua penjuru, kemungkinan si kembar di culik tadi saya bertanya pada salah satu orang tua murid katanya dia melihat si kembar masuk ke dalam sebuah mobil." jawab pak Dani.


"APA? DI CULIK?" pekik Rafka.


tubuh Rafka luruh di atas lantai yang kotor, Zidan langsung menenangkan Rafka dia melihat Rafka syok mendengar kabar bahwa si kembar di culik.