
"Oke aku akan menjelaskannya, jadi wanita itu adalah Zidan, hihihi." ucap Rafka.
Dahi Karin mengkerut, dia berfikir kenapa Zidan? bukankah pada saat di mall dia jelas-jelas melihat Rafka dengan seorang wanita? tapi kenapa sekarang Rafka bilang kalau itu Zidan?. begitulah pikirnya.
"tunggu dulu, kenapa zidan? Zidan kan cowok bukan cewek jelas-jelas itu cewek mas, gimana sih? kamu bohongin aku ya?." cecar Karin.
Rafka terkekeh melihat Karin yang tidak percaya padanya.
"sumpah sayang, itu memang Zidan. saat itu aku sudah menyelesaikan pekerjaan ku, niat awalnya sih aku pengen langsung ngelamar kamu, tapi papa melarang dia ingin menguji kamu lagi, apa kamu akan cemburu atau tidak kalau aku bersama wanita lain? jadi dia menyuruhku untuk berpura-pura bermesraan dengan salah seorang wanita."
*flashback on*
Rafka meregangkan otot-ototnya, dia melonggarkan dasinya dan membereskan file yang sudah ia kerjakan. Rafka keluar dari ruangannya, dia berjalan ke arah lift turun ke bawah, dengan memasukkan tangannya ke dalam kantong celana Rafka bersenandung kecil serta tersenyum sepanjang perjalanannya, pak Dani sudah menunggu Rafka di samping mobil, melihat tuannya sudah datang dia langsung membukakan pintu mobil bagian belakang, Rafka masuk ke dalam mobil dan duduk dengan tenang, setelah memastikan tuannya sudah siap Pak Dani menyalakan mesinnya dan melajukan mobilnya ke arah mansion Mama Ayu seperti yang Rafka perintahkan.
sampai di mansion, dia di sambut oleh kedua orang tuanya yang sedang duduk di teras depan rumah.
"assalamualaikum." ucap Rafka menghampiri kedua orang tuanya seraya menyalami keduanya.
"waalakumsalam." jawab orang tua Rafka.
"Pa, sekarang pekerjaan Rafka sudah beres, jadi bisa langsung ngelamar Karin kan?" ucap Rafka cengengesan.
"kata siapa?" tanya papa William santai.
"kan papa waktu itu bilang, kalau pekerjaanku selesai baru boleh ngelamar Karin? sekarang udah beres terus mau apalagi Pa ?" protes Rafka cemberut.
papa William menyeringai ke arah Rafka yang sedang manyun, dia sangat senang bisa mengerjai anak sulungnya itu.
"kamu harus pura-pura dekat dengan wanita lain, kita lihat apa Karin cemburu apa enggak?"
"ya Allah Papa, kenapa Papa seneng banget sih ngeospek calon mantu sama anaknya? aku mau ngajak Karin ke hubungan yang lebih serius loh ini, Papa jangan coba-coba merusak rencana yang udah aku susun, aku udah turuti kemauan papa Pa, sekarang apalagi?." gerutu Rafka kesal.
"kalau gak mau yaudah."
"Astagfirullah, oke aku turuti kemauan papa, tapi aku gak mau kalau harus pura-pura Deket sama cewek, papa sama Mama tau sendiri kalau aku gak suka Deket sama cewek lain kalau bukan sama Mama dan juga Karin."
Papa William berpikir sejenak. beberapa saat kemudian dia teringat dengan satu orang manusia usil yang ada di rumahnya, siapa lagi kalau bukan Zidan.
"siapa bilang kamu deketnya harus sama cewek beneran? Mama kamu bakal dandanin Zidan kayak cewek."
Mama Ayu yang tadinya diam terkejut mendengar ucapan suaminya itu.
"papa apapaan sih kenapa zidan?" tanya Mama Ayu.
sebuah kebetulan yang tak terduga, orang yang sedang di bicarakan datang dan turun dari mobilnya bersama Reza. semua mata tertuju padanya, Papa William memberi kode pada mama Ayu dan Rafka, Zidan merasa ada yang tidak beres melihat ketiga manusia di depannya.
"ma langsung bawa Zidan ke dalam, biar papa yang atur rencana seakan Rafka dan Zidan kepergok beneran sama Karin." bisik papa william.
Mama Ayu langsung bangkit dari duduknya, dia menarik tangan Rafka agar ikut dengannya, Zidan merasa aneh melihat gelagat mama Ayu dan sepupunya itu, Mama ayu dan Rafka langsung menyeret Zidan ke dalam, Zidan berontak tidak mau namun Mama ayu dan Rafka tetap menyeretnya ke dalam.
Reza dan Papa William langsung masuk ke dalam, mereka ingin melihat Zidan yang di bawa masuk ke dalam. Mama Ayu langsung saja mendandani Zidan seperti wanita, Zidan di ikat pergerakannya oleh Rafka. Reza dan papa William tertawa melihatnya, Zidan protes dan berontak namun papa William langsung mengancamnya sampai akhirnya Zidan pasrah.
Tak butuh waktu lama, Mama ayu sudah menyelesaikan tugasnya. wajah zidan di sulap menjadi wanita cantik, kulit Zidan putih bersih, wajahnya baby face jadi dia terlihat seperti wanita sungguhan bila orang lain melihatnya. Semua orang terbahak melihat Zidan yang cemberut, papa William mengintruksikan Reza untuk menelpon Raisa, papa william memerintahkan Raisa agar membawa Karin pergi jalan-jalan. rencana Papa William berhasil membuat Karin cemburu, dia langsung mempersiapkan kejutan sesuai keinginan Rafka.
*flashback off*
"kalau kamu nggak percaya nih liat aja fotonya." ucap Rafka memperlihatkan ponselnya pada Karin.
"iya mas, bener ini kamu sama perempuan waktu di mall itu, aku masih ingat jelas."
"ralat sayang bukan cewek beneran."
"iya maaf, habisnya Zidan cantik banget mas, aku aja kalah sama dia."
" bagiku kamu yang tercantik sayang."
Kari tersipu mendengar ucapan Rafka, pipinya langsung merah merona. Rafka gemas melihat tingkah karin.
"oh ya, kalau Kiki sama Bapak bisa sampai disini itu aku udah rencanain semuanya sayang, saat kamu di bawa ke sini, saat itu juga Reza menjemput Kiki sama bapak."
"terimakasih untuk semuanya mas, andai orangtuaku ada disini mereka pasti sangat bahagia." ucap Karin sendu.
"mereka pasti bahagia kalau kamu bahagia sayang, tugas kita hanya mendoakan mereka dari sini. aku akan selalu berusaha membuat kamu bahagia, selama kau ada di sisiku."
Rafka bangkit dari duduknya, dia merangkul mesra tubuh Karin. keduanya terlihat bahagia, Mama Ayu berharap mereka benar-benar berjodoh, Papa William merasa bahagia melihat Karin dan Rafka saling menyayangi satu sama lain dia yakin kalau Karin adalah wanita terbaik yang sudah Allah turunkan untuk Rafka.
______________________________________________
mohon maaf kepada para readers, tadinya author udah bilang mau crazy up, tapi author malah sakit.
mohon maaf apabila banyak kesalahan dalam penulisan ataupun alurnya berantakan, author akan berusaha update setiap harinya. untuk saat ini hanya dua bab yang author mampu, nanti kalau sudah kembali sehat author akan usahakan crazy up .
kalian jaga kesehatan ya teman-teman 🤲😘
Terima kasih ❤️😊