
Floresia kembali menyiksa Sarah, dia menjambak rambutnya dan menampar wajah Sarah berkali-kali sampai mengeluarkan darah di sudut bibirnya.
" bagaimana rasanya di siksa? tidak enak bukan? ayahmu selalu melakukan hal itu padaku sejak kecil, sedangkan kau dimanja olehnya dunia ini sangat tidak adil. dia menyingkirkan pria yang aku sayangi tanpa memikirkan perasaanku, kau menikah dengan pria kaya lalu apa yang terjadi padaku? aku menjadi wanita yang kotor dan hina, hidupku berantakan itu semua karena mu!! aku membencimu bahkan sangat membencimu!!!" pekik Floresia.
Sarah sudah lemas tak berdaya, dia ingin menjawab semua ucapan Floresia namun apa daya dia sudah tak sanggup berbicara walaupun hanya satu kalimat saja.
'karena kau adalah anak dari selingkuhan ibu Flo, hanya saja kau tidak pernah mengetahui kebenarannya karena kami sudah berjanji pada ibu sebelum dia pergi. karena kau sudah berbuat sejauh ini maka aku sendiri yang akan melanggar janjiku pada ibu, karena dampak dari diamku dan ayah membuat kau melakukan tindak kejahatan yang merugikan banyak orang bahkan kau tak segan menyiksaku dan juga melenyapkan nyawa orang yang tak berdosa' ucap Sarah hanya bisa mengungkapkannya dalam hati.
puas melihat Sarah sudah lemah tak berdaya Floresia duduk tak jauh dari Sarah, dengan menyilangkan kakinya ia mengambil rokok dari tas kecilnya, Floresia membuang asap dari mulutnya sembari mengenang masa lalunya yang kelam.
para penjaga yang bertugas untuk berjaga di rumah kumuh itu berkeliling mencari wanita yang biasa mengurus Sarah, setelah menemukannya mereka meminta untuk di buatkan kopi dan teh padanya dengan sedikit menggoda wanita tersebut.
"hey cantik tolong buatkan abang kopi ya, jangan terlalu manis karena yang manis hanya adek seorang." gombal salah satu penjaga.
"baiklah, tunggu sebentar ya akan kubuatkan dulu kopinya sekalian juga tehnya jika sudah siap aku akan mengantarnya pada kalian." ucap wanita tersebut.
keempat penjaga itu mengangguk, wanita yang di beri nama Mirna itu pergi ke arah dapur untuk membuat kopi Dan teh sedangkan para penjaga duduk di kursi ruang tengah.
tak butuh waktu lama Mirna datang dengan 2 gelas kopi dan dua gelas tehnya, para penjaga begitu antusias menyambut kedatangan Mirna tanpa berpikir panjang mereka langsung menyeruput minuman tersebut.
Mirna tersenyum melihat para penjaga menikmati hasil racikannya, setelah minuman habis tak tersisa perlahan-lahan para penjaga itu mengantuk dan tertidur.
"cepat juga mereka tidur." gumam Mirna tersenyum miring.
Mirna menyeret keempat pria tersebut dan mengikatnya, selesai dengan tugasnya dia mengeluarkan hp nya memberi pesan pada seseorang.
begitulah isi pesan yang Mirna kirimkan, Mirna merapikan kembali bekas minuman agar tidak mengundang curiga para penjaga lainnya.
benar apa yang dikatakan oleh Mirna, mobil hitam masuk ke depan rumah kumuh dan turunlah pria dengan tubuh tinggi, memakai pakaian bermerek, berkacamata hitam. ia keluar dari mobil dan masuk ke dalam rumah mencari wanita yang menjadi ATM berjalannya selama ini.
"Flo kau dimana?" panggil pria itu.
"aku di sini, di ruang tahanan ku." sahut Floresia dari dalam.
mendengar sahutan dari Floresia lelaki tersebut pergi menghampirinya, dia tau dimana ruang tahanan yang di maksud Floresia.
Floresia bangkit dari duduknya, dia menyambut kedatangan pria yang selalu menemaninya memuaskan hasratnya.
"Rajas kau sudah sampai rupanya." ucap Floresia memeluk tubuh Rajas.
Rajas adalah salah satu aktor dan model yang terkenal di kalangan pria, dia menjadi simpanan Floresia selama bertahun-tahun saat dia memulai karirnya yang tentu saja ada campur tangan dari Floresia dan juga ia bekerjasama dengan Floresia untuk mengambil alih harta keluarga Malik dan menculik sarah.
"tentu saja, bagaimana apa kau sudah memindahkan harta Malik menjadi atas namamu?" tanya Rajas.
"belum, ternyata Zain bocah tengik itu belum sepenuhnya memegang seluruh harta kekayaan Malik, jika dia sudah menikah maka 100% harta akan menjadi miliknya namun sayangnya dia tidak ingin menikah walaupun aku sudah beberapa kali menjodohkannya dengan wanita yang aku pilih, dia tetap bersikukuh hanya ingin menikahi wanita yang aku benci karena tanpa sepengetahuan mereka jika dia berhasil kembali dengan Cristin maka separuh kekayaannya akan menjadi milik cristin kalau mereka tahu siapa sebenarnya Cristin." jelas Floresia.
"lalu kenapa kau tidak sekalian melenyapkan Cristin, dengan begitu rencanamu untuk mengambil alih harta Malik akan mudah." ucap Rajas.
"kalau semudah itu caranya maka aku akan melakukannya dari dulu." ucap Floresia.