
Teriakan Tono dan Budi sangat kencang, membuat ketiga orang yang sedang berada di dalam rumah kosong itu keluar.
supir yang bernama Tedy terkejut dia tidak menyangka dua anak kecil mampu melumpuhkan kedua anak buahnya.
"boss lihat kesana kenapa Tono dan Budi seperti orang kesakitan?" tanya salah satu pria di sebelahnya.
"aku gak tau, coba kalian berdua periksa dan cepat bawa dua bocah itu masuk sebelum tuan muda datang." titah pria yang bernama Tedy.
dua anak buah Tedy langsung menghampiri si kembar, Kenzo dan Kenzi saling bertatap muka memberikan kode keduanya menganggukkan kepalanya.
"hey anak kecil, ayo ikut kami atau aku patahkan semua tulang kalian." teriak pria berwajah sangar.
"hadapi kami jika kalian berani." ucap Kenzi dengan lantang.
kedua anak buah Tedy mengepalkan tinjunya, mereka langsung menyerang si kembar.
bugh..bugh.. bughh..
si kembar dengan lihainya menghajar dua pria di hadapannya. alhasil kedua anak buah Tedy sama nasibnya dengan Tono dan Budi, Tedy membulatkan matanya jika sampai si kembar kabur dia tidak tau harus bilang apa pada tuannya, Tedy berlari ke rumah kosong itu membawa sebuah botol kecil yang dia oleskan pada sapu tangan yang ada di celananya.
dia buru-buru keluar menghampiri ke empat anak buahnya.
"cepat kalian bangun, alihkan perhatian kedua anak itu mereka bukan anak sembarangan aku sudah membawa obat bius, begitu mereka lengah kalian kunci pergerakannya biar aku yang maju untuk membiusnya." bisik Tedy di telinga salah satu anak buahnya.
Tono langsung bangkit mengajak Budi untuk menjalankan perintah Tedy, mereka langsung kembali menghajar kedua anak kecil yang sudah membuat burungnya kesakitan. dua anak buah lainnya menyusul, Kenzo dan Kenzi sekarang terkepung keempat anak buah Tedy menyerangnya secara bergantian hingga si kembar kelelahan.
melihat pergerakan si kembar yang mulai kecapean, Tedy memberikan kode pada Budi. saat ketiga anak buah Tedy sibuk menyerang Budi dengan cepat menangkap tubuh Kenzo.
"lepaskan aku." pekik Kenzo berontak.
Tedy langsung menghampiri Kenzo lalu membekapnya sampai pingsan tak sadarkan diri. Kenzi sibuk melawan tiga orang pria yang menyerangnya, karena tidak fokus tubuh Kenzi terhuyung ke depan kala punggungnya berhasil di tendang oleh Tono.
"aww." ucap Kenzi meringis.
Tono langsung maju mengunci pergerakan Kenzi, dia juga memanggil Tedy dan Tedy pun langsung membekap mulut Kenzi sampai dia pingsan.
"bawa mereka masuk, aku akan segera memberitahukan kepada tuan muda kalau anak kecil ini sudah berada di tangan kita, ingat!! jangan sampai mereka kabur lagi." titah Tedy.
dengan nafas terengah keempat pria berbadan besar itu di perintahkan Tedy untuk membawa si kembar masuk ke dalam rumah kosong itu.
Kenzo dan Kenzi di bawa masuk ke dalam rumah kosong itu, mereka di dudukkan di kursi dan di ikat tangannya menggunakan tali tambang.
***
Karin sudah sampai di mansion Rafka. Karin langsung turun dari mobil dengan cepat ia berlari ke arah kamar Rafka, dengan nafas tersengal Karin membuka pintu kamar Rafka dengan keras, disana terlihat ada Brian yang sedang memeriksa kondisi Rafka.
"mas Rafka." panggil Karin.
dengan perlahan Karin menghampiri Rafka yang sedang terbaring lemah diatas kasur king size nya.
"bagaimana keadaan mas Rafka dokter?" tanya Karin.