Crazy Rich Duda

Crazy Rich Duda
Episode 47



"dia adalah Raisa, temannya mba Karin." terang Reza.


"APA? jadi wanita yang kamu maksud itu Raisa?" cecar Mama Ayu.


Reza mengangguk yakin.


"ahh senangnya.. Mama sangat setuju kamu sama Raisa, dia anak yang baik sama seperti Karin, akhirnya Mama dapat menantu yang Mama inginkan." ucap Mama Ayu bertepuk tangan saking senangnya.


"Papa setuju dengan pilihan kamu Za." sahut papa William.


Mama Ayu memang suka dengan Raisa, tadinya dia juga ingin menjodohkan Reza dengan Raisa, tapi sebelum keinginan itu di wujudkan Reza sudah terlebih dahulu yang mewujudkannya.


"Raisa? yang pernah datang ke ulang tahun si kembar?" tanya Zidan.


"iya, dia yang datang bareng Karin juga Kiki." jawab papa William.


"oh yang itu, lumayan cantik, gue dukung Lo kak Reza." ucap Zidan memberikan jempolnya.


"Reza kamu belum cerita, tadi malah Mama yang cerita sama Papa, sekarang giliran kamu Mama penasaran kenapa muka kamu jadi seperti badut itu." ucap Mama Ayu.


"ceritanya gini ..."


*flashback On*


Reza, Raisa dan juga Mba Feni sudah sampai di kediaman ibu tirinya Raisa. kebetulan di sana juga sudah ada pak Slamet dan juga anak buahnya, terlihat juga Surya yang sedang memohon kepada pak Slamet.Raisa langsung menghampiri Ayahnya diikuti Reza dan mba Feni.


di sana Reza bisa melihat pria berbadan bulat, kepala botak dan jangan lupakan kumis yang tebal menghiasi wajahnya. pria itu di yakini Reza sebagai pak Slamet yang di maksud oleh Raisa.


"Bapak" panggil Raisa.


"Raisa, kenapa kamu datang kemari nak? kamu pergi saja bapak gak mau kamu sampai harus menikah dengan pak Slamet." ucap Surya.


"boss, itu dia orang yang bawa Raisa kabur bos." ucap anak buah pak Slamet yang pernah mengejar Raisa.


"jadi dia yang berani membawa calon istriku? kenapa kalian diam saja, cepat kalian hajar pria itu !!" ucapnya memerintah kedua anak buahnya menghajar Reza.


"baik bos." sahut keduanya.


Anak buah pak Slamet langsung menghajar Reza.


bugh..bugh..


"Kak Reza hati-hati kak." pekik Raisa khawatir.


perkelahian itu terus berlanjut, Reza kewalahan dengan serangan anak buah pak Slamet yang bertubi-tubi. Saat itu Raisa ingin membantu Reza, namun ibu tirinya menghalangi langkahnya.


"mau kemana kamu?!! sekarang juga kamu harus ikut dengan juragan, jangan sampai dia mengambil alih rumahku." ucap ibu tiri Raisa.


"Bram kau halangi lelaki peot itu, jangan sampai dia membantu pria itu." titahnya


Bram menuruti perintah ibunya, dia menghalangi Surya yang ingin melerai perkelahian itu. mba Feni langsung pergi mencari bantuan, dia berlari menghampiri rumah pak RT.


Saat Reza lengah, dia di ikat pergerakannya oleh salah satu anak buah pak Slamet. dia di hajar sampai babak belur, beruntungnya mba Feni langsung datang bersama pak RT dan beberapa warga lainnya. perkelahian itu berhasil di hentikan, Raisa langsung menghampiri Reza yang tubuhnya sudah melemah.


"Kak Reza, Kakak terluka. hikss.." ucap Raisa menangis.


"ha-nya sedikit sayang, ti-dak papa." ucap Reza menahan sakit di tubuhnya.


Raisa di bantu oleh salah satu warga memapah Reza duduk di Kursi.


"Raisa sekarang kau ikut aku, atau akan aku ratakan rumah ini serta membunuh pria itu!!." ucap pak Slamet dengan berkacak pinggang.


"aku tidak Sudi ikut denganmu, lebih baik aku mati daripada harus menjadi istrimu." pekik Raisa.


pak Slamet marah mendengar ucapan Raisa, dia melirik ke arah ibu tiri Raisa.


"kau bawa anakmu itu ke hadapanku Fatma." geramnya pada ibu tiri Raisa yang bernama Fatma.


Fatma menyeret tangan Raisa, pak RT dan Reza langsung menghentikan tindakan Fatma.


"tidak usah kau paksa Raisa untuk menikah dengan pria brengsek itu, katakan padaku berapa hutang yang kalian punya. biar aku yang membayarnya !!" ucap Reza bangkit dari duduknya.


"cih, memangnya siapa kau berani membayar hutang mereka?" cibir pak Slamet.


"heh, katakan saja berapa nominalnya?" ucap Reza santai.


"100 juta, itu sudah beserta bunganya. kau tidak sanggup membayarnya bukan?" cibirnya dengan menyipitkan matanya ke arah Reza.


"dengan uang segitu kau ingin menukarnya dengan raisa?! dia terlalu berharga hanya dengan uang kecil itu, berikan nomor rekeningmu padaku, aku akan membayarnya sekarang juga." ucap Reza.


Pak Slamet memberikan nomor rekeningnya pada Reza, saat itu pula Reza langsung mengirimkan nominal yang di maksud oleh pak Slamet itu.


"aku sudah mengirimnya, malah aku lebihkan dari nominal yang di maksud olehmu. sekarang kau tidak boleh menggangu keluarga Raisa lagi, mengerti!!."


Pak Slamet membulatkan matanya melihat nominal yang di kirimkan oleh Reza.


"200 juta." gumamnya.


Ibu Fatma dan yang lainnya terkejut mendengar kata 200 juta yang di ucapkan pak Slamet.


"apa masih kurang?" tanya Reza.


"jangan sombong dulu, memangnya kau siapa dengan beraninya membayar hutang mereka dengan cuma-cuma? apa Raisa sudah memberikan tubuhnya padamu. hah?" tanya pak Slamet.


"kau mau tau siapa aku?" tanya Reza.


pak Slamet menganggukkan kepalanya.


"aku adalah REZA WILLIAM ADIJAYA. apa kau tahu siapa aku?" ucap Reza menekankan namanya.


"ja-di k-au...