
Karin menghela nafas lega begitu juga dengan Beryl. sekarang giliran Rafka yang mencoba pakaian pengantinnya, dia masuk ke dalam ruang ganti di bantu langsung oleh Beryl.
Rafka keluar dengan memakai pakaian tuxedonya, terlihat gagah dan berwibawa. Karin menatap Rafka tanpa berkedip, dia melihat Rafka jauh lebih tampan dari biasanya.
"Bagaimana sayang? apa aku cocok memakai pakaian ini?" tanya Rafka memutar tubuhnya.
karin yang ditanya hanya bengong saja, membuat Rafka mengernyitkan dahinya.
'tampan sekali' batin Karin.
jingga memegang bahu Karin yang mana membuatnya kaget dan langsung sadar, Rafka menghampirinya membuat Karin menelan ludahnya dengan kasar.
Glukk..
"apa kau terpesona melihat calon suamimu ini?" goda Rafka.
wajah Karin memerah menahan senyumnya dengan gugup dia menjawab pertanyaan Rafka, Rafka terkekeh melihatnya.
"em i-ya, em maksudku.. iihh sudah jangan menggodaku seperti itu." ucap Karin tergagap dan langsung menutup wajahnya.
"iya sayang." ucap Rafka mengusap puncak kepala Karin dengan sayang.
Rafka kembali mengganti pakaiannya.
"Beryl aku ambil pakaian yang Karin dan aku pakai, siapkan juga gaun berwarna biru langit dengan warna senada denganku, tadi Mama juga bilang siapkan Kebaya putih untuk akad." ucap Rafka.
"oke aku mengerti, nanti aku akan kirimkan gaunnya besok." balas Beryl.
"siapkan juga gaun dan jas yang sama warnanya dengan yang kita pakai untuk si kembar, bisa ngamuk mereka kalo gak di siapin." ucap Rafka.
"ya sudah, aku mau pergi dulu masih ada urusan lagi di rumah." pamit Rafka.
"silahkan" ucap Beryl.
Rafka mengajak Karin pergi dari butik, Rafka membukakan pintu untuk Karin layaknya tuan putri, Karin merasa beruntung mendapatkan calon suami yang begitu baik dna perhatian padanya.
' mas Rafka bagaimana aku tidak mencintaimu, kau begitu sempurna' batin Karin.
di dalam mobil Rafka terus memegang tangan karin sebelahnya lagi memegang kemudi, selama di perjalanan Rafka mengajak ngobrol Karin sampai tidak terasa mobil yang ia tumpangi sudah sampai di mansion milik Rafka.
kedatangan Karin di sambut heboh oleh Kenzo dan Kenzi yang baru pulang dari sekolah, Karin merentangkan tangannya ke arah si kembar.
"Bunda" panggil si kembar dengan berteriak sambil berlari.
"Hay twins" ucap Karin tersenyum.
Rafka tersenyum melihat anak beserta calon istrinya menyayangi satu sama lain.
"kalau lagi ada Bunda kalian pasti lupa sama Daddy, padahal nih ya kalau enggak ada kalian selalu aja nyari-nyari Daddy." ucap Rafka pura-pura merajuk.
"kayak anak kecil aja ngambek kayak gitu, aku aja yang anak kecil gak kayak Daddy." ucap Kenzo.
Rafka mendengus kesal anaknya selalu saja bisa membungkam mulutnya.
"ohh jadi sekarang kalian mulai berani ya sama Daddy sini biar Daddy kasih kalian pelajaran." ucap Rafka mendekat ke arah si kembar.
Rafka mengejar si kembar yang berlari dengan tertawa, Karin mengamati ketiga orang berbeda usia itu saling kejar-kejaran dia membayangkan bagaimana jika nanti dia mempunyai anak riuh tawa riang dari mulut kecil anak-anaknya bermain bersama Rafka dan si kembar, begitu bahagianya dia mendapat calon suami yang tampan, dermawan, di tambah lagi sebagai bonusnya dia memiliki anak- anak yang genius seperti si kembar.