Crazy Rich Duda

Crazy Rich Duda
Episode 102



Rafka dan Zidan sudah sampai di rumah sakit mereka turun dari mobil dan melangkahkan kakinya menuju lift menekan tombol lantai atas khusus ruang VVIP keluarga Adijaya.


saat membuka ruangan tempat dimana si kembar di rawat Rafka melihat kedua anaknya tidur bersama Karin yang memeluknya, seketika perasaan Rafka menghangat melihatnya.


tidak ingin mengganggu istirahat ketiga orang yang sedang tertidur itu Rafka memilih menghampiri orangtuanya yang sedang berkumpul di ruang tunggu pasien VVIP.


"assalamualaikum." Rafka mengucapkan salam.


"wa'alaikumsalam." jawab yang lainnya serempak.


Mama ayu melihat Rafka dari ujung kaki sampai ke ujung rambut, dia memastikan bahwa anak sulungnya itu baik-baik saja karena sebelum si kembar di temukan kondisi Rafka tidak sehat. Mama ayu menghampiri Rafka, ia mengusap wajah Rafka yang terdapat banyak luka.


"Mama panggilkan Brian ya, biar nanti lukamu di tangani terlebih dahulu." ucap Mama Ayu berkaca-kaca.


Rafka menganggukkan kepalanya. Mama ayu mengambil telponnya dan menghubungi Brian, tak lama Brian datang membawa peralatan medisnya dan langsung mengobati luka di wajah Rafka.


selesai mengobati lukanya Rafka membersihkan tubuhnya dan kembali berkumpul dengan keluarganya.


"kemarilah nak, ada yang mau Papa tanyakan padamu." ucap papa William.


"baik Pa." jawab Rafka.


Rafka duduk bersebelahan dengan Mama Ayu.


"bagaimana dengan urusanmu apa sudah selesai.?" tanya papa William.


"Belum pa, masih ada satu hal lagi yang masih belum terpecahkan."


"tentang apa?"


"ini mengenai masa lalu Cristin dan ibunya Zain."


Rafka mengerutkan dahinya, dia heran mengapa Papa William bisa tahu kalau Zain itu mantan kekasih Cristin padahal dia tidak pernah menceritakan masalahnya kepada siapapun kecuali pada Reza.


'kenapa papa bisa tahu? apa Reza yang memberitahunya?' batin Rafka.


Rafka melirik ke arah Reza, namun Reza langsung menggelengkan kepalanya.


" bukan Reza yang memberitahu Papa, apa kamu lupa siapa Papa mu ini? Papa bisa tau apa saja masalahmu."tegas papa William.


"kenapa kamu menyembunyikan semuanya dari Mama Raf?" tanya Mama Ayu dengan raut wajah sedihnya, sebelum Rafka datang papa William sudah menceritakan semuanya.


" aku tidak ingin membuat Mama kecewa, awalnya memang aku menolak perjodohan dengan Cristin, tapi disaat aku menerima dia berarti aku juga harus menerima semua masa lalunya." ucap Rafka.


"tapi gara-gara mamah yang ngotot menjodohkan kamu dengan Cristin membuat anakmu ikut terluka nak," ucap Mama ayu lengkap dengan air mata yang turun dari kedua matanya.


"Mama jangan menangis, ini semua sudah takdir bukan salah mama." ucap Rafka menenangkan mama Ayu.


"sudahlah Ma, Rafka sudah dewasa dia bisa menghadapi masalahnya sendiri tanpa harus melibatkan orang lain, anak kita adalah para pria yang tangguh aku percaya itu karena aku mendidik mereka menjadi pria tangguh bukan pria lemah dan cengeng." ucap papa William.


Rafka mengusap air mata Mama ayu dengan tersenyum membuat Mama Ayu berhenti menangis.


"coba kau ceritakan masalah apa yang belum tuntas? kita harus segera menyelesaikan semuanya karena ini menyangkut keamanan si kembar." ucap papa William.


Rafka menceritakan masa lalunya dan masa lalu Cristin bersama Zain, semua orang mendengarkan cerita Rafka dengan seksama tanpa ada yang menyela. Mama ayu semakin merasa bersalah pada anak sulungnya itu, Papa William mencerna semua kata-kata Rafka sambil mendengarkan ucapan Rafka ia menyusun sebuah rencana di dalam benaknya.


"jika semua masalah itu selesai apakah loe akan kembali pada cristin?" celetuk Zidan.


semua orang menatap Rafka seolah meminta jawaban atas pertanyaan yang Zidan lontarkan.


"aku tidak tau, kita lihat saja nanti."