
"auhh Napa sih harus kejedot gini, jadi benjol kan ahhh." gerutu Lusi.
kepala Lusi terpentuk ke depan pintu, dia mengambil kunci dari tasnya lalu membuka pintunya dengan sempoyongan dia menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur.
"ahh empuknya kasur mahal." ucap Lusi mulai meracau.
mata Lusi langsung tertutup, dengkuran halus keluar dari mulutnya.
ceklek..
seseorang masuk ke dalam kamar Lusi dengan kondisi yang sama yaitu sempoyongan, orang tersebut memegang kepalanya yang seperti berputar bak naik roller coaster, dia juga menjatuhkan tubuhnya bersebelahan dengan Lusi lalu memeluknya karena mengira badan Lusi guling.
Lusi merasakan panas di tubuhnya, dia bergerak gelisah karena tubuhnya di dekap dengan erat.
"kenapa susah gerak sih." kesal Lusi.
Lusi membuka matanya sedikit terkejut melihat seorang laki-laki mendekapnya dengan erat.
deg !!
" Zidan." gumam Lusi pelan.
Lusi menatap wajah zidan yang terlihat tampan bila di lihat dari jarak dekat.
"Zidan ganteng juga ternyata, cuman mulutnya suka ceplas ceplos." ucap Lusi dengan membelai wajah Zidan .
Zidan merasakan sentuhan yang Lusi berikan, dia menangkap tangan Lusi lalu membuka matanya menatap wajah Lusi dengan dalam naluri lelakinya mendorongnya untuk menc*** b**** Lusi, dia menutup matanya begitupun Lusi keduanya Manusia normal dan sudah dewasa adegan seperti itu adalah hal yang sudah biasa dilakukan oleh orang-orang pada umumnya.
"emh"
Lusi dan Zidan hanyut dalam c****** panasnya, tubuh keduanya merasakan panas efek dari minuman yang mereka minum dan juga c***** panas yang mereka ciptakan.
Zidan membuka jas dan juga sepatu yang dipakainya, Lusi pun melakukan hal yang sama sampai pakaian keduanya tertanggal di bawah namun Zidan hanya menyisakan celananya saja.
"emmhh"
beruntung tidak terjadi hal yang lebih jauh dan lebih panas lagi, keduanya hanya melakukan c***** tanpa lebih karena saat Lusi kehabisan nafas Zidan langsung terlelap tidur dan tak lama kemudian Lusi pun menyusul Zidan masuk ke alam mimpinya.
jam tiga dini hari Lusi terbangun dari tidurnya, dengan setengah sadar Lusi mengambil pakaiannya dan kembali memakainya.
Flashback off.
" jadi begitu ceritanya Rin." tutup Lusi.
diam-diam Mama Ayu menelpon orangtua zidan dan juga Fajar selaku kakaknya Lusi, mereka terkejut mendengar penuturan Lusi saat Lusi selesai bercerita mama Ayu menutup telponnya dan memberikan pesan singkat kepada orangtua zidan dan juga keluarga Lusi.
" tetap saja yang kalian lakukan itu salah, baik sadar maupun tidak sadar." ucap Mama Ayu.
" ya kan namanya juga gak sadar, kalo sadar mah gak mungkin ngelakuin hal kayak gitu kan kalian juga tahu Ma Zidan gak suka Deket sama cewek." ucap Zidan membela dirinya.
"ngeles aja loe." hardik Reza.
kring .. kring..
panggilan masuk berbunyi dari telpon Mama Ayu, dia langsung mengangkatnya dan menyalakan loud speaker hp nya.
" mbak Ayu tolong berikan telponnya pada Zidan." ucap Usman dari sebrang telepon.
Mama ayu memberikan hp miliknya ke arah Zidan, di layar hp terpampang jelas wajah kedua orang tuanya.
" Zidan kami sudah mendengar semuanya dari Mba Ayu, Papa gak nyangka kamu melakukan hal seperti itu selama ini Papa mendidik kamu menjadi lelaki yang bertanggung jawab bukan menjadi lelaki yang konyol seperti itu, pokoknya Papa gak mau tau kamu harus nikah sama Lusi titik." ucap Usman dengan tegas.
"tapi pah." sanggah Zidan.
"Papa gak mau tau, pokoknya kalian harus menikah." putus Usman tidka bisa diganggu gugat.
Zidan meminta bantuan pada Papa William dan juga Mama Ayu tapi keduanya menggelengkan kepalanya, tatapan Zidan beralih ke arah Rafka dan Reza namun bukannya membantu keduanya hanya mengendikkan bahunya.
" Pa menikah itu bukan hal yang mudah, semuanya harus di dasarkan cinta dan pernikahan itu di lakukan sekali seumur hidup bukan ajang untuk coba-coba sekali tunjuk langsung ijab, jangan konyol deh pa." gerutu Zidan.
Lusi meremas ujung pakaiannya, dia takut jika ayahnya dan juga kakaknya mengetahui kejadian yang dialaminya.
tok.. tok ..
Raisa membuka pintu, disana fajar dan juga ayah Lusi berdiri di depan pintu membuat Zidan dan Lusi semakin kebingungan.
' Astaghfirullah' batin Zidan dan Lusi.