
Sarah diam-diam pergi meninggalkan mansion. dia menghubungi seorang pria di seberang sana, dengan kecepatan tinggi Sarah mengemudikan mobilnya ke tempat yang sepi dimana hanya ada satu rumah saja yang terletak di sana yaitu rumah sederhana namun terjaga kebersihannya.
Sarah memarkirkan mobilnya, dia menghampiri pria yang sudah membuat janji dengannya.
"apa kau sudah memastikan wanita itu masih hidup?" tanya Sarah.
"sudah, dia masih bernafas meskipun harapannya untuk hidup itu tidak ada." jawab pria itu.
"bagus, sekarang kita bawa dia pergi dari sini sebelum anak itu menemukannya." ucap sarah.
"tenanglah Flo, jangan terlalu buru-buru kita masih memiliki banyak waktu bagaimana kalau kita pemanasan terlebih dahulu sudah lama kita tidak melakukannya bukan?" ucap pria itu m*nc**m b*b** Sarah.
"kau nakal sekali, tapi sayangnya aku selalu menyukainya." ucap Sarah.
pria tersebut menggendong Sarah masuk kedalam salah satu kamar di rumah itu. penjaga yang bertugas di sana sudah tidak asing melihat kelakuan keduanya, tak berapa lama kemudian suara lucnut terdengar dari arah kamar mereka berdua.
'astaga, tidak bisakah mereka memelankan suaranya' gerutu penjaga di dalam hati.
di dalam sebuah ruangan seorang wanita paruh baya dengan tubuh yang kurus, tangan yang terikat dan kaki yang di pasung sedang menangis meratapi nasibnya.
' ya Allah sampai kapan aku harus terikat disini? aku mohon bantulah aku keluar dari sini, aku ingin bertemu dengan anakku dan suamiku jangan sampai wanita iblis itu melakukan hal yang lebih gila lagi.' batinnya.
tiba-tiba pintu terbuka dua penjaga masuk bersama Sarah dan satu pria di sampingnya.
"hallo Sarah yang asli, Sarah palsu sedang mengunjungimu." ucapnya tersenyum miring.
"mau apa lagi kau hah?! tidak puaskah kau menyiksaku dan mengambil keluargaku." teriak Sarah yang asli.
Floresia sebagai Sarah palsu tertawa dengan sangat keras, dia maju ke arah Sarah yang asli menjambak rambutnya ke belakang.
"aku tidak akan puas sebelum dendamku terbalaskan!!" tekan
"kau boleh membunuhku tapi kau jangan sampai menghancurkan keluargaku." ucap Sarah.
"tidak semudah itu Sarah yang asli." ucap Floresia menyeringai.
"bawa wanita ini pergi dari sini, pastikan tidak ada orang yang bisa melihatnya." titah Floresia pada penjaga.
"baik." jawab penjaga dengan serempak.
****
Papa William bangkit dari duduknya, dia mengajak Zidan dan Reza keluar dari ruang VVIP.
"Zidan, Reza kalian ikut papa." titah papa William.
"Papa mau kemana?" tanya Rafka.
"Papa mau ke mansion dulu ada urusan yang harus papa selesaikan, nanti kau menyusul setelah si kembar bangun temui mereka terlebih dahulu."
"baik Pa."
"Zidan, Reza ayo!"
Zidan dan Reza mengikuti langkah papa William, sebelum pergi papa William berpamitan dulu pada mama ayu ia meng***p kening Mama Ayu dengan lembut membuat Mama ayu tersipu malu.
"Emm, iklan dulu za." cibir Zidan.
"aku juga mau c**m ayang dulu ahh." ucap Reza.
sebelum Reza melangkah ke arah Raisa kerahnya di tarik terlebih dahulu oleh Papa William.
"mau kemana kamu?" tanya papa William.
"mau ke Raisa pa, kan Reza juga pengen kayak papa." jawab Reza polos.
"belum halal, ayo pergi."
dengan wajah lesu Reza mengikuti langkah papa William, sedangkan yang lainnya tertawa melihat kelakuan Reza.
"Hahahaha rasain loe, makanya jangan banyak tingkah." ejek Zidan.
"berisik loe." sahut Reza cemberut.
'dasar aki-aki nyebelin, kayak gak pernah muda aja' batin Reza menggerutu kesal.