Crazy Rich Duda

Crazy Rich Duda
Episode 38



setelah puas bermain si kembar mengajak Karin dan Rafka untuk pulang karena sudah merasa lelah. liburan yang sangat menyenangkan bagi si kembar karena Karin menjadi pelengkapnya, meskipun tadi ada kejadian yang tak terduga menghampiri mereka dan untungnya Karin langsung pasang badan untuk si kembar.


" let's go kita pulang .." pekik Kenzi.


"berisik tau, dasar burung beo." protes Kenzo.


"kayak ada yang ngomong deh? kayaknya angin lewat, abaikan sajalah tidak penting juga, heh." ucap Kenzi acuh menanggapi Kenzo yang protes, dengan mengibaskan rambut panjangnya serta memasang kacamata hitamnya dia berlalu melewati Kenzo.


"kau .. " geram Kenzo.


Kenzi langsung berlari tatkala melihat ke arah Kenzo yang sudah mengeluarkan tanduknya siap menyerang mangsanya, melihat Kenzi yang sudah berlari Kenzo langsung mengejarnya.


Rafka dan Karin menggelengkan kepalanya melihat kelakuan si kembar, mereka berjalan cepat mengikuti si kembar agar tidak kehilangan jejak keduanya.


Greepp ..


"kena kau !!" ucap Kenzo menangkap tubuh Kenzi dan memeluknya dengan erat.


"lepaskan kak, kau membuatku sesak nafas." ujar Kenzi kesal.


"suruh siapa kau nakal padaku? kau mau mati kutu hanya karena aku memelukmu dengan erat, hah?" gerutu Kenzo seraya melepaskan pelukannya.


"iya maaf, kau yang memulainya bukan? kau menyebutku burung beo, aku tidak terima." ucap Kenzi meminta maaf dan juga protes.


"sudah-sudah Jangan berantem lagi, masa anak bunda pada berantem? malu tuh diliat orang-orang." ucap Karin menengahi sambil menunjuk beberapa orang yang melihat ke arah Kenzo dan Kenzi.


"anak Daddy jangan lama-lama berantemnya ya, sekarang baikan dulu, minta maaf satu sama lain twins kalian itu saudara tidak baik kalau saling bermusuhan." ucap Rafka.


Akhirnya si kembar saling meminta maaf, Rafka membawa keduanya masuk mobil bersama Karin. mobil melaju dengan kencang karena kebetulan jalanan agak sepi hanya beberapa kendaraan yang melintas, Karin tertidur karena kelelahan menemani si kembar bermain, Rafka melirik ke arah belakang ternyata kedua anaknya pun sama-sama tertidur.


'terimakasih sayang, hadirmu menjadi pelengkap bagi kami' batin Rafka bersyukur akan kehadiran Karin di hidupnya.


***


"Raisa kau mau pergi kemana lagi setelah selesai makan?" tanya Reza.


"emm, kemana ya kira-kira? kak Reza punya tempat yang ingin di kunjungi atuh yang belum pernah kakak kunjungi? barang Kali tempatnya bagus." jawab Raisa malah balik bertanya pada Reza.


"ke pelaminan aja Raisa." canda Reza dengan menaik turunkan alisnya.


Raisa memukul tangan Reza pelan, wajahnya memerah bak sambal terasi mendengar jawaban Reza. Raisa akui dia juga memiliki rasa pada Reza, namun apalah dia yang hanya wanita biasa bukan wanita yang memiliki derajat tinggi seperti Reza.


bugh..


"ihh, aku serius nanya kak." ucap Raisa kesal.


"aku seribu rius malahan." jawab Reza santai.


Raisa cemberut. Reza begitu menyebalkan hari ini, bagaimana tidak? dia sudah membuat jantung Raisa kembang kempis ditambah lagi wajahnya yang sudah siap di cocol bareng lalapan itu.


"jangan cemberut ngapa neng, jadi pengen gigit deh tuh bib*irnya." ucap Reza Mengedipkan sebelah matanya.


blusshh..


Raisa tambah malu mendengar ucapan Reza.


"dasar cowok mesum." ucap Raisa memukul-mukul dada Reza dengan pelan.


"hahaha." Reza tertawa terbahak-bahak.


karena merasa sudah cukup tertawa, Reza mengatur nafasnya dan memegang pipinya yang terasa kaku.


"aduh pipiku jadi kaku begini karena tertawa, apalagi perutku, hahaha.. kalau aku tertawa terus bisa-bisa pipis disini." gumam Reza dengan sisa tawanya.


Raisa diam saja melihat Reza yang terus tertawa, dia kesal gara-gara Reza semua orang yang melihat ke arahnya.