Crazy Rich Duda

Crazy Rich Duda
Episode 101



Cristin melongo mendengar ucapan Zain, dia mengusap air matanya dengan kasar menatap Zain dengan seksama.


"apa maksudmu?" tanya Cristin.


"nanti kau akan tau jika aku sudah mengumpulkan semua buktinya." jawab Zain.


Zain menghampiri Rafka dengan wajah penuh penyesalannya.


"Rafka maafkan aku karena telah salah faham padamu." ucap Zain menundukkan kepalanya.


Rafka menghembuskan nafasnya dengan kasar, setelah merasa tenang Rafka menimbang-nimbang keputusannya antara memaafkan atau tidaknya.


"sebelum aku menjawab kata maaf darimu aku ingin bertanya beberapa hal padamu?" tanya Rafka dengan tatapan mengintimidasi.


"tanyakan saja dengan senang hati aku menjawabnya." jawab Zain.


"apa kau yang sudah membakar pabrik ku? apa kau juga yang pernah menabrak anakku saat berada di taman dan menculiknya sekarang ini?" cecar Rafka.


Zain menganggukkan kepalanya. tangan Rafka mengepal ternyata dugaannya benar, Cristin menutup mulutnya syok ia tidak menyangka Zain melakukan hal bodoh seperti itu.


"aku yang telah membayar seseorang untuk mencelakai anakmu dan membakar pabrik milikmu dengan tujuan aku ingin menghancurkan mu dan mengambil Cristin kembali, aku mendapat informasi dari asistenku kalau kau sudah menikah dengan wanita yang sangat aku cintai tanpa menggali lebih dalam lagi informasi yang aku dapatkan karena privasimu dan cristin tidak banyak yang bisa aku dapatkan, hanya secara garis besar saja." jelas Zain.


"brengs*k!!" umpat Rafka.


bugh .. bugh..


Rafka meninju wajah dan perut Zain dengan keras sampai Zain terkapar di atas lantai, Zidan langsung menghentikan aksi Rafka karena dia melihat Zain sudah tak bisa melawan lagi.


"Zain aku tak menyangka kau melakukan semua itu, kau berniat melenyapkan anakku?! mereka tidak bersalah akulah yang bersalah karena ku mereka jadi terseret dalam balutan Penderitaan ku." pekik cristin.


"maafkan aku, aku mengakui semua kebodohan serta keegoisan ku." ucap Zain lemah.


Reyhan membantu Zain bangkit, ia meletakkan tangan Zain di pundaknya agar Zain bisa berdiri.


"ayo tuan biar aku bantu." ucap Reyhan.


"jika kau ingin memenjarakan aku silahkan saja, aku akan mempertanggung jawabkan semua perbuatanku." ucap Zain.


"kau memang pantas di penjara, manusia egois sepertimu tidak seharusnya berkeliaran di luar karena bisa membahayakan orang lain." tegas Rafka.


"tapi sebelum kau melaporkanku aku meminta waktu untuk menyelesaikan semua penyelidikan ku terhadap orang yang sudah membuat cristin menderita selama ini, aku juga ingin meminta maaf kepada semua korban dan juga anakmu." ucap Zain.


Rafka memejamkan matanya memikirkan ucapan Zain, Cristin menghampiri Rafka dia mengatupkan kedua tangannya.


"Rafka aku mohon padamu tolong biarkan Zain menyelesaikan tugasnya, aku tidak ingin Kenzo dan Kenzi dalam bahaya terus menerus kau juga ingin si kembar bahagia bukan?" ucap Cristin.


"baiklah, kau aku beri waktu sebelum ku kirim ke penjara atas perbuatanmu kuharap kau tidak kabur setelah urusanmu selesai." ucap Rafka dingin.


Zain menganggukkan kepalanya dengan yakin, Rafka pergi meninggalkan rumah kosong itu diikuti oleh Zidan karena merasa urusannya telah selesai.


Zidan mengambil kunci yang di berikan oleh Rafka, dia menyalakan mesin mobil milik Rafka karena mobilnya di bawa Lusi mengantar si kembar ke rumah sakit. di sepanjang perjalanan Rafka melamun, pikirannya sedang kacau untuk saat ini.


'mengapa hidupku seperti ini, cobaan apa yang telah engkau berikan padaku ya Allah' keluh Rafka dalam hati.