Crazy Rich Duda

Crazy Rich Duda
Episode 59



"Papa kamu benar Rafka, selain kita ingin melihat sejauh mana perasaan Karin padamu, kita juga ingin kau membenahi diri kamu sendiri, kau harus belajar dari pengalaman Raf." ucap Mama Ayu.


Rafka hanya diam menanggapi ucapan kedua orangtuanya.


"kak, percayalah pada Papa, kau ikuti saja apa yang Papa perintahkan karena aku yakin papa hanya ingin yang terbaik untukmu dan juga Karin." ucap Reza dengan memegang pundak Rafka.


Dengan berat hati Rafka menganggukkan kepalanya.


"jadi apa yang harus aku lakukan Pa?" tanya Rafka.


"Papa tadi sudah membahas perusahaan yang ada di Malaysia bersama Reza, Papa ingin kamu menunjuk 2 orang yang bisa di percaya untuk mengurus perusahaan, Reza ingin menetap disini dan untuk itu papa memutuskan Reza mengurus perusahaan yang ada di luar kota, menurutmu siapa yang bisa kamu percaya untuk mengurus perusahaan di sana?" jelas papa William.


Rafka nampak berfikir sejenak, dia sebenarnya bingung, Rafka tipikal orang yang sangat susah percaya pada orang lain, jadi sangat sulit baginya mencari sosok yang bisa di percaya untuk memegang perusahaan yang ada di Malaysia itu.


"aku paling susah percaya dengan orang lain, orang yang paling aku percaya di perusahaan hanya Fajar dan juga Desi, selain mereka aku tidak begitu percaya Pa."


"ya sudah, kalau begitu Fajar dan juga Desi saja yang akan menjadi pemimpin baru di perusahaan Malaysia, kau tidak keberatan bukan?"


"aku tidak keberatan sih pa, tapi siapa nanti yang akan mengganti mereka, aku tidak mau merekrut orang lain lagi, susah tau Pa nyari orang yang kayak mereka." keluh Rafka


"Papa sudah bicara dengan orang tuanya Zidan, dan yang akan mengganti posisi Fajar adalah Zidan sendiri, mereka bilang biar Zidan belajar sama kamu sebelum Zidan memimpin perusahaan orang tuanya sendiri. maka dari itu papa ingin kamu jangan bertemu dengan Karin dulu, Papa ingin kamu fokus dulu menyelesaikan pekerjaan sebelum Fajar papa utus ke perusahaan Malaysia, sembari kita lihat apakah Karin merasa kehilangan kamu atau tidak!! selain itu, setelah semua pekerjaan selesai kamu langsung melamar Karin dan juga jika Karin menerimanya, kita akan langsung menentukan tanggal pernikahan kalian. Papa tau kamu itu sudah lama puasa, untuk sekarang kamu sabar dulu." jelas papa William.


"Pa, pekerjaan Rafka sangat banyak, gak mungkin kalau aku bisa selesaikan dalam waktu dekat meskipun itu harus lembur, aku gak bisa lama-lama berjauhan dengan Karin Pa."


"nanti Reza dan Zidan akan bantu kamu." putus Papa William.


"Si kembar biar mama yang urus, mereka juga sudah harus sekolah bukan? kamu sendiri yang bilang, kalau mereka sudah menginjak umur 5 tahun akan memasukkan mereka ke taman kanak-kanak ?" ucap Mama Ayu.


"iya ma, Rafka sampai lupa, untung Mama ngingetin, kalau begitu Rafka minta tolong sama mama untuk mengurus semuanya ya? kayaknya Rafka bakalan sibuk banget sekarang."


Mama ayu mengangguk sebagai jawaban.


"semuanya sudah jelas bukan, kau jangan temui Karin dulu untuk sementara waktu dan urus semua pekerjaanmu, jika pekerjaanmu tidak selesai maka jangan harap kamu bisa melamar Karin !!!" tegas papa William.


Rafka menelan ludahnya kasar, dia sangat mengenal karakter Papa William yang tidak pernah main-main dengan ucapannya.


"satu hal lagi, kau jangan beritahu Fajar tentang hal ini, biar nanti Papa yang akan bicara pada Fajar secara langsung." tambah Papa William.


Rafka menganggukan kepalanya, Papa William memberi perintah kepada Reza untuk memberitahu kekasihnya dan teman Karin yaitu Lusi agar ikut berpartisipasi dalam rencana yang papa William buat, di sana Raisa dan Lusi harus berpura-pura seakan tidak tahu apa-apa tentang kejutan yang akan Rafka siapkan. sedangkan Mama Ayu harus menghandle si kembar agar tidak bisa menemui Karin untuk sementara waktu, Zidan dan Reza di tugaskan untuk membantu pekerjaan Rafka agar cepat terselesaikan.


'Maafkan Papa Rafka, Papa melakukan ini semua demi kebaikanmu nak, Papa tidak ingin masa lalu kau terulang lagi, meskipun kau menyembunyikan fakta yang sebenarnya tentang Cristin pada semua orang, tapi itu tidak berlaku pada papa mu. kau berhak bahagia setelah banyak penderitaan yang telah kau lewati, semoga Karin pilihan terbaikmu.' batin papa William.


selama kurang lebih satu Minggu Rafka menghabiskan waktunya dengan klien dan tumpukan berkas, dia juga sering uring-uringan di kantor karena tidak bisa menemui Karin. si kembar selalu merengek padanya ingin menemui karin, namun Mama Ayu membujuk dengan segala macam cara agar si kembar tidak meminta menemui Karin terus, hingga akhirnya bujukan Mama Ayu membuahkan hasil. si kembar fokus dengan sekolahnya, Rafka fokus bekerja lembur agar bisa menyelesaikan pekerjaan nya supaya bisa segera melamar Karin.


*flashback off*


"jadi begitu ceritanya sayang." ucap Rafka.


"menyebalkan sekali kamu mas, pantas saja aku mengunjungi rumahmu kau selalu tidak ada, ke kantormu juga gak pernah ketemu dan juga si kembar tidak menemui ku. tapi aku bersyukur sekarang aku bisa kembali bersamamu dan juga si kembar." ucap Karin.


"maaf sayang ini kan semua rencana Papa, aku hanya mengikuti arahannya saja, apa kamu tidak lihat badanku sampe kurus begini? papa melakukan ini semua demi kebaikan kita."


"iya tidak apa-apa mas."


"jadi, apa kau tidak menyesal menerimaku dengan statusku Duda beranak dua?"


"aku tidak menyesal mas , selagi kamu setia dan juga tulus padaku maka aku tidak mempermasalahkan statusmu, aku juga menyayangi si kembar seperti anakku sendiri, aku juga mencintai kamu bukan karena hartamu, aku hanya mencintai seorang Rafka ayah dari Kenzo dan Kenzi."


"terimakasih sayang kau sudah mau menerima segala kekuranganku dan menerima si kembar dengan tulus, aku beruntung bisa memilikimu sayang."


Rafka memegang tangan karin dengan erat dan mengusapnya dengan lembut, dia menatap Karin dengan tatapan cinta di tambah dengan senyuman yang tak pernah luntur dari bibirnya.


"tapi mas? kamu belum jawab pertanyaanku yang lainnya? kenapa bapak sama Kiki bisa ikut kesini? siapa juga wanita yang bersamamu waktu itu? kau belum menjelaskan semuanya."


"oke aku akan menjelaskannya, jadi wanita itu adalah .."