Crazy Rich Duda

Crazy Rich Duda
Episode 139



Karin mendorong tubuh Rafka, dia langsung menutup tubuhnya dengan selimut, Rafka kesal setengah mati naga nya sudah berdiri sempurna namun tidak bisa mengeluarkan laharnya karena ulah prajuritnya.


" Mas kamu lihat dulu anak-anak, aku takut kalau mereka mencari cara lain biar bisa masuk kesini si kembar itu cerdas mas." ucap Karin.


" sayang tapi ini tanggung." ucap Rafka menunjuk naganya.


"nanti aja mas kalo udah resepsi atau pas honeymoon, bukannya mas sendiri yang bilang kalau setelah kita menikah kita bakal honeymoon beberapa hari di luar negeri tanpa anak-anak? jadi sabar dulu ya mas." ucap Karin membujuk Rafka.


"huuhh menyebalkan sekali." ucap Rafka frustasi.


Rafka menyuruh Karin masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, sedangkan dirinya memungut pakaian yang sudah berserakan di bawah dia juga membereskan pakaian Karin dan merapikan kasurnya agar tidak mengundang rasa penasaran kedua anak cerdasnya.


Brakk .. brakk


"Daddy Buka pintunya, kalau gak mau buka aku bakal cari kunci cadangan." teriak Kenzo


"sebentar" sahut Rafka dari dalam.


Rafka buru-buru merapikan pakaiannya, dia berjalan ke arah pintu yang jaraknya lumayan jauh dari tempat tidur.


di luar kamar Kenzo dan Kenzi terus menggedor pintu, keduanya mencari cara agar pintunya terbuka.


"kakak bagaimana ini? apa kau mau mencari kunci cadangan?" tanya Kenzi.


"biar aku pikirkan caranya." ucap Kenzo.


lama berfikir membuat Kenzo kesal sendiri karena bukan hal mudah untuk membuka pintu kamar Rafka, selain tidak ada kunci cadangan pintu kamar Rafka di lengkapi keamanan dengan memakai teknologi canggih.


ceklek..


"kalian ngapain kesini?" tanya Rafka dengan wajah kesalnya.


"duh galak amat Daddy ku satu ini." ucap Kenzi.


"Bunda mana Daddy?" tanya Kenzo dengan melongokkan kepalanya mencari sosok Karin.


"Bunda lagi mandi." jawab Rafka.


"Daddy aku mau tidur disini." ucap Kenzi.


Rafka membulatkan matanya, dasar emang anaknya gak bisa diajak kerjasama bagaimana mungkin dia mau nyicil kalau ada bocil, memikirkannya saja sudah membuatnya frustasi apalagi sekarang naganya masih berdiri sempurna belum di tuntaskan.


"enggak mau, pokoknya kita mau tidur di sini." ucap Kenzo kekeh.


Rafka memijat kepalanya pusing, dia bingung harus mengatakan apa pada anaknya agar mereka tidak ikut tidur bersamanya dan Karin.


di kamar mandi Karin sudah menyelesaikan ritual mandinya, dia menatap dirinya di depan cermin mengusap lehernya yang banyak tanda kepemilikan akibat ulah Rafka.


" Astaghfirullah ini kenapa ya? perasaan aku gak punya alergi ataupun penyakit kaligata deh? ini gimana cara ngilanginnya?" ucap Karin polos dengan menggosokkan tangannya di lehernya.


"lebih baik aku tanya dulu sama mas Rafka saja." gumam Karin.


Karin memakai bathrobe milik Rafka, dia keluar dari kamar mandi yang langsung di sambut teriakan dari anak sambungnya.


"Bunda." pekik keduanya.


"eh anak-anak Bunda." ucap Karin tersenyum merentangkan kedua tangannya.


si kembar langsung menerobos masuk melewati ayahnya yang sedang berdiri menghalangi pintu masuk, mereka menghamburkan tubuhnya kepelukan Karin.


mata Kenzo menangkap sebuah tanda di leher Karin, dia melepaskan pelukannya dari Karin dengan mengecek seluruh tubuh bagian atasnya.


"Bunda ini kenapa merah kayak gini Bun? mana banyak lagi?" tanya Kenzo dengan polosnya.


"bunda juga gak tau kayaknya bunda alergi deh, tapi selama ini bunda ngerasa baik-baik aja gak alergi sama apapun." ucap Karin dengan bingung.


" masa nyamuk ya kak? mana mungkin di kamar mewah kayak gini ada nyamuknya?" ucap Kenzi bertanya-tanya.


Rafka menghampiri Anak dan istrinya yang sedang kebingungan, dia menatap heran kenapa ketiganya menatapnya seakan sedang meminta jawaban.


"kalian kenapa?" tanya Rafka bingung.


"Daddy lihat leher bunda banyak yang merah-merah, kata bunda dia gak punya alergi kalau emang bukan karena alergi terus karena apa?" tanya Kenzi menunjuk leher Karin.


"iya mas kayaknya aku harus periksa dulu ke dokter deh takutnya penyakit serius." tambah Karin.


"ayo dad periksa bunda." ajak Kenzo menarik tangan Rafka.


Glubrakk...