Crazy Rich Duda

Crazy Rich Duda
Episode 144



" tenang everybadehh biar Queen kenzi menyanyikan satu lagu versi koplo, hadirin semua mari kita berjoget bersama.. akang kendang mari kita bergoyang, Abang Bagas, kakak Kenzo MUUSIIIIKKKK.." ucap Kenzi dengan lantang.


Karin tertawa melihat tingkah laku Kenzi, entah sejak kapan ketiga anak itu mempersiapkan segalanya, Zidan sudah menyiapkan uang segepok untuk memberi saweran pada kenzi.


" Hheeeeeeiiiii aaahhhhh ......" teriak kenzi dengan meliuk-liukkan badannya.


Joko Tingkir ngombe dawet


Ja dipikir, marai mumet


Ngopek jamur nggone Mbah Wage


Pantang mundur, terus nyambut gawe


Pantang mundur, terus nyambut gawe


Ning Purwokerto tuku ketan


Iki cerita anak rantauan


Lombok rawit pedes tenan


Golek duwit kanggo masa depan


Golek duwit kanggo masa depan (hey-hek!)


Rokok klobot ning ngisor wit mlinja


Paling abot ninggal anak-bojo


Tuku donat ning Kalimantan


Godhong kenikir, godhong koro


Ja dipikir aku arep ngliya


Mangan jamur, mangan koro


Aku jujur, kowe ra percaya


Aku jujur, kowe ra percaya


Joko Tingkir ngombe dawet


Ja dipikir, marai mumet


Ngopek jamur nggone Mbah Wage


Pantang mundur, terus nyambut gawe


Pantang mundur, terus nyambut gawe


Ning Banyuwangi tuku ketan


Iki cerita anak rantauan


Lombok rawit pedes tenan


Golek duwit kanggo masa depan


Golek duwit kanggo masa depan


Rokok klobot ning ngisor wit mlinja


Paling abot ninggal anak-bojo


Tuku donat ning Kalimantan


Joko Tingkir ngombe dawet


Ja dipikir, marai mumet


Ngopek jamur nggone Mbah Wage


Pantang mundur, terus nyambut gawe


Pantang mundur, terus nyambut gawe


Joko Tingkir ngombe dawet


Ja dipikir, marai mumet


Ngopek jamur nggone Mbah Wage


Pantang mundur, terus nyambut gawe


Pantang mundur, terus nyambut gawe


Zidan dan Lusi maju ke atas panggung berjoget bersama Kenzi di susul Kiki dan juga Reza yang memberikan saweran, acara semakin meriah Kenzo dan Bagas memainkan musik sambil berjoget ria.


Kenzi mulai kelelahan, dia menyanyikan beberapa lagu atas permintaan penonton. Karin dan Rafka menikmati nyanyian Kenzi seraya menyambut ucapan dari para tamu undangan yang datang.


Kenzi menyudahi performnya, Karin juga mulai kelelahan kakinya sudah merasakan sakit karena lama berdiri, Rafka melihat Karin bergerak tidak nyaman dia langsung berjongkok membuka sepatu heels yang di kenakan Karin.


"mas mau apa?" tanya Karin.


"lepas saja sepatunya, aku tau kamu capek sayang." ucap Rafka.


"aku gak papa mas, cuma lelah sedikit."


"kalau kamu sudah gak kuat gak papa, kamu duluan ke kamar aja biar mas yang nyambut para tamunya sendirian lagian masih banyak tamu yang hadir mas takut kamu kelelahan."


" aku gak enak kalau mas sendirian disini."


"gak papa, kamu tunggu saja di kamar nanti mas nyusul jangan lupa pakai baju yang seksi ya." bisik Rafka.


Karin memukul tangan Rafka dengan manja, malu rasanya jika sampai orang lain mengetahuinya. Rafka memanggil Raisa dan Lusi untuk menemani Karin ke kamarnya, dia tidak tega melihat istrinya kelelahan sedangkan pesta yang disiapkan adalah pesta yang megah sehingga butuh waktu lama untuk menyambut tamu yang hadir.


Karin di tuntun raisa dan Lusi menuju kamar presidential suite yang sudah dihias sedemikian rupa, kedua sahabatnya melongo melihat hiasan kamar yang sangat indah dan romantis.


" ya Allah ini mah istana bukan kamar Rin, beruntungnya loe dapet suami tajir melintir kayak gini, gue juga mau kalau dapet duda crazy rich kayak gini mah." ucap Lusi mengelilingi kamar presidential suite milik Rafka.


Raisa pun sama dengan Lusi, dia berdecak kagum melihat interior kamar Rafka yang mewah dan juga elegan, Raisa berharap dia memiliki nasib yang sama beruntungnya dengan Karin.


" udah dong liat-liatnya, bisa tolong bantuin buka bajunya gak? udah gak kuat pengen mandi nih." ucap Karin mengibaskan tangannya ke arah wajahnya.


Raisa dan Lusi tersenyum menampilkan rentetan gigi putihnya, keduanya membantu Karin melepaskan Kerudungnya dan juga gaun pengantin yang di kenakan nya.


Lusi dan Raisa saling menatap satu sama lain saat melihat leher Karin banyak tanda kepemilikan, berbeda dengan Karin kedua Sahabatnya itu paham betul apa yang sudah terjadi antara Karin dan juga Rafka.


" Astaga, ganas juga ya duda beranak dua kalau udah buka puasa, udah jebol tuh goa kayaknya." sindir Lusi.


" apanya yang jebol Lusi?" tanya Karin polos.


"emangnya kamu gak tau Rin?" tanya Raisa.


Karin menggelengkan kepalanya, Raisa dan Lusi menepuk kepalanya mereka lupa kalau salah satu sahabatnya itu sangat amatlah polos kalau membahas tentang adegan dewasa.