Crazy Rich Duda

Crazy Rich Duda
Episode 183



Di dalam ruang persalinan dokter Khaila mengarahkan Karin untuk mengikuti aba-aba darinya, perut Karin semakin sakit sementara Rafka terus menggenggam tangan istrinya memberikan kekuatan kepadanya, untuk pertama kalinya Rafka melihat secara langsung wanita melahirkan, Karin memilih untuk melahirkan secara normal jika posisi bayinya bagus maka dokter Khaila memperbolehkannya.


" tenang ya bu, sepertinya dedek bayinya udah gak sabar pengen keluar nih." ucap dokter Khaila.


"awwhh.. Dokter kenapa semakin sakit?" tanya Karin.


"kontraksi memang sakit, tapi rasa sakit itu akan hilang ketika si bayi sudah keluar." ucap Dokter khaila.


dokter Khaila memakai sarung tangan medisnya, dia mengecek pembukaan yang ternyata sudah lengkap.


"bu Karin coba tarik nafas lalu hembuskan pelahan, jika perut terasa sakit tolong ibu mengejan tapi jika rasa sakitnya hilang maka jangan dipaksakan agar menghemat tenaga dan juga mengurangi robekan di jalan lahir apalagi bayinya kembar." ucap dokter Khaila.


Karin mengikuti arahan dokter, dia menjambak rambut suaminya sampai Rafka berteriak kesakitan, dalam waktu sepuluh menit suara tangisan bayi terdengar melengking menangis dengan kerasnya.


"aww.. Sakit Bun." teriak Rafka.


"biarin, biar kamu juga ngerasain apa yang aku rasain mas." ucap Karin.


"oek..oekk..."


"alhamdulillah, bayi pertama sudah keluar jenis kelaminnya laki-laki semuanya lengkap dan sehat." ucap dokter Khaila memperlihatkan bayi laki-laki tampan ke arah Karin.


"mas anak kita." ucap Karin terharu.


"selamat atas perjuanganmu sayang, terimakasih telah berjuang sampai titik dimana kau sekarang memberikan begitu banyak kebahagiaan padaku." ucap Rafka mengecup kening Karin.


Karin meneteskan air matanya, betapa bahagianya dia melihat darah dagingnya lahir dengan selamat. Dokter Khaila menyerahkan bayinya kepada suster yang mendampinginya, Karin mulai merasakan kontraksi lagi dia di tuntun untuk kembali mengejan, dengan sabar dokter Khaila terus memberikan semangat kepada Karin.


"oekkk.. Oekk..."


"bayi kedua telah lahir dengan sehat dan juga lengkap, berjenis kelamin laki-laki." ucap dokter Khaila.


Karin mengernyitkan dahinya, seingatnya waktu di periksa dokter Khaila mengatakan kalau anaknya kembar laki-laki dan perempuan tapi kenyataannya anaknya laki-laki semua, sebelum Karin bertanya perutnya kembali merasakan sakit, dengan sisa tenaganya Karin mengejan kembali dokter Khaila dan Rafka pun di buat heran saat Karin mengeluh kesakitan, dokter Khaila langsung menyerahkan bayinya kepada Suster lainnya, dia membantu Karin untuk kembali mengejan.


"dokter kenapa istriku kembali merasakan sakit? Bukankah bayinya kembar dan sudah lahir semua? Tidak ada masalah yang serius kan dokter?" cecar Rafka.


"sepertinya bu Karin akan melahirkan kembali," ucap dokter Khaila.


"Apa?!" ucap Rafka syok.


"emmmhhh.." teriak Karin.


Oek.. Oek..


Bayi ketiga lahir dengan selamat, tubuh Karin sudah mulai melemah tenaganya habis terkuras setelah melahirkan ketiga anak kembarnya.


"wahh.. Ternyata dapat bonus putri cantik ya, selamat atas kelahiran anak kalian." ucap dokter Khaila.


Rafka menangis bahagia, anaknya lahir dengan selamat tanpa ada cacat sedikitpun ketiganya sehat, dia memeluk tubuh Karin dan mengecup rambut Karin dengan penuh kasih sayang.


"terima kasih sayang.. Terima kasih." ucap Rafka.


"sama-sama mas." jawab Karin tersenyum.


Dokter Khaila meminta Rafka untuk keluar, sedangkan ia mengurus Karin yaitu menjahit jalan lahir yang sedikit terbuka, sedangkan untuk ketiga bayinya di bersihkan oleh suster yang mendampinginya.