
Rafka langsung mendudukkan si kembar di kursi belakang, dia melajukan mobilnya pulang meninggalkan Cristin yang berteriak memanggilnya.
sampai di mansion Rafka menurunkan kedua anaknya membawa Kenzo dan Kenzi duduk di ruang tamu.
"duduk" perintah Rafka.
dengan wajah yang masih marah si kembar duduk memalingkan muka dari Rafka.
"kenapa kalian bersikap tidak sopan pada ibu kalian? Daddy tidak pernah mengajarkan kalian menjadi anak yang tidak sopan, walau bagaimanapun dia ibu kalian yang melahirkan kalian ke dunia ini meskipun kita tau sikap dia pada kita itu seperti apa." ucap Rafka menasehati si kembar.
"lalu kenapa Daddy lebih memilih bersamanya hah?! aku yakin bunda pasti merasa sakit melihatnya." pekik Kenzo.
"Daddy hanya sibuk dengan urusan Daddy, tidak tau bagaimana perasaan Bunda saat ini." timpal Kenzi.
"apa maksud kalian?" tanya Rafka.
"Kenzi bawa tablet ku." titah Kenzo pada adiknya.
Kenzi menuruti perintah Kenzo, dia langsung membuka tasnya yang selalu di bawa kemanapun ia pergi, Kenzi mengambil tablet milik Kenzo lalu memberikannya.
"apa Daddy tau alasan mommy tidak pernah menemui kami?" tanya Kenzo.
"karena dia sering di teror yang berimbas pada keselamatan kalian, makanya beberapa hari ini Daddy menyelidiki siapa yang meneror mommy kalian, semua Daddy lakukan demi keselamatan anak Daddy kedepannya karena orang itu berbahaya." jawab Rafka.
"apa Daddy sudah menangkap orangnya?" tanya Kenzi.
"sudah, dia sudah di bawa ke kantor polisi." jawab Rafka jujur.
"kalau memang alasan mommy di teror dia masih bisa menemui kami bukan? zaman sudah canggih dan modern, dia bisa menggunakan handphone orang lain setidaknya untuk menghubungi Daddy menanyakan kabar kami tapi dia tidak melakukannya bukan? bahkan dia masih bisa bolak balik ke luar negeri dengan bebas bersama seorang pria, tapi kenapa hanya untuk bertemu dengan kami dia merasa sangat kesulitan padahal luar negeri jaraknya lebih jauh dari tempat kita tinggal, dan saat dia menyempatkan waktunya untuk kita apa yang dia lakukan?! dia hanya sibuk dengan hp nya yang dia perhatikan hanya kerja !! kerja kerja dan kerja hanya bunda saja yang tulus memberikan kasih sayangnya, dia rela tidak bekerja hanya untuk menjaga kami padahal di bandingkan mommy Bunda jauh lebih membutuhkan uang." ucap Kenzo.
Rafka diam mendengar apa yang Kenzo ucapkan.
"pergi ke luar negeri aja bisa, tapi ketemu kita yang berada satu negara aja gak bisa." timpal Kenzi.
Rafka tidak menyangka Kenzo dan Kenzi bisa mempunyai pikiran yang sama dengan orang dewasa,dia juga memikirkan hla yang sama dengan anaknya tapi dia tidak memperdulikan cristin yang pulang pergi ke luar negeri ataupun tidak baginya membereskan Florensia lebih penting demi ketenangannya bersama anaknya.
"ini lihatlah." ucap Kenzo menyodorkan tablet ke arah Rafka.
Rafka mengernyitkan dahinya saat Kenzo menyodorkan tabletnya, dia mengambilnya dan membaca tulisan-tulisan yang tertera di layar tablet.
"jadi kalian sudah tau tentang mommy kalian? sejak kapan?" tanya Rafka.
"sudah lama." jawab Kenzo singkat.
"kenapa menyembunyikan semuanya dari Daddy?" selidik Rafka.
"sejujurnya kami punya kelebihan, aku bisa meretas akun dan mencari data seseorang dengan keahlianku bahkan dengan kemampuanku aku bisa membantu mencari orang yang hilang dan memberikan datanya kepada pihak kepolisian, dan membantu Daddy menyelesaikan pekerjaan Daddy selama ini dan untuk alasan kami menyembunyikan kelebihan kami hanya kami saja yang tau, orang lain tidka perlu nanti juga Daddy akan mengetahuinya." jelas Kenzo.
Rafka memelototkan matanya, dia tidak menyangka kalau anak-anaknya mempunyai kelebihan yang menurutnya luar biasa.
"jangan kaget Daddy, kita punya kelebihan masing-masing Kenzo bisa meretas dan menguasai dunia bisnis, aku bisa bela diri dan bisa menguasai dunia bisnis juga namun tak sehebat Kenzo." ucap Kenzi.
Rafka diam masih dengan keterkejutannya, jadi selama ini anaknya lah yang membantu pekerjaannya di kantor, pantas saja pekerjaan berkurang namun data perusahaan masih aman. Lamunan Rafka buyar ketika Kenzo kembali mengeluarkan suaranya.
"Daddy aku ingin bertanya pada Daddy." ucap Kenzo dengan serius.
" silahkan mau bertanya apa?"
"apa Daddy akan kembali bersama mommy dan meninggalkan Bunda?" tanya Kenzo.
Rafka tersenyum menanggapi pertanyaan yang di lontarkan oleh anak lelakinya itu, dia menatap keduanya secara bergantian.
" sebelum Daddy menjawabnya Daddy harus bertanya terlebih dahulu pada kalian, apa kalian ingin mommy kembali dan membangun keluarga utuh seperti yang kalian harapkan?" Rafka berbalik bertanya.
si kembar langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat.
"tidak" jawab keduanya dengan mantap.