Crazy Rich Duda

Crazy Rich Duda
Episode 119



Rafka dan Papa William masuk menyusul zidan dan yang lainnya sehingga Juno dan anak buahnya terkepung.


" menyerahlah kalian sudah terkepung." ucap Zidan.


" tidak semudah itu." ucap Juno menyeringai.


Juno mengeluarkan senjata api yang ia simpan di balik punggungnya, sebagai seorang mafia dia pasti memiliki persiapan yang matang sebelumnya. Papa William beserta yang lainnya mundur dua langkah ke belakang, diam-diam mereka juga mengeluarkan senjata api yang lebih besar daripada milik Juno membuat tiga orang penjaga tersebut panik.


Rafka beserta yang lainnya mengelilingi Juno dan dua anak buahnya dengan menodongkan senjata api milik masing-masing.


"menyerah atau kami berlima akan menembakkan peluru ke arah kalian dan lenyap seketika." tekan Zain.


"tidak akan!" tegas Juno.


tak lama kemudian polisi datang ikut mengepung Juno dan anak buahnya, membuat Juno kebingungan sendiri saat para polisi ikut menodongkan senjata api.


"jangan bergerak, kalian sudah kami kepung." ucap salah satu polisi dengan suara lantangnya.


Zain dan Rafka saling pandang satu sama lain, keduanya menganggukan kepala dan pergi ke arah dimana Sarah di tahan.


saat Zain dan Rafka sampai mereka dibuat terkejut ketika melihat Floresia dan Rajas sudah berada di sana menodongkan senjata tajam ke arah leher Sarah, Zain mengepalkan tangannya dia ingin maju namun Rafka menahannya.


Zain menghentikan langkahnya dan mundur kembali mensejajarkan tubuhnya dengan Rafka, tatapan penuh emosi ia tujukkan pada Floresia dan Rajas.


"kenapa berhenti heh? apa kau takut Sarah yang asli lenyap di tanganku?" ucap Floresia tersenyum licik.


ketika selesai melakukan adegan panasnya bersama Rajas mereka kembali ke rumah kumuh itu, tempat mereka melakukan nganu-nganu berada tak jauh dari rumah tersebut tapi saat mereka sudah sampai alangkah terkejutnya Floresia melihat empat anak buahnya terikat dan tak sadarkan diri, sedangkan dia mencari anak buah lainnya dan dia menemukan satu penjaga yang terkulai dengan wajah sadar namun tak bisa bergerak membuat Floresia semakin panik. dengan wajah paniknya Floresia hendak mencari Juno dia melihat Zain sudah mengepungnya alhasil dia buru-buru pergi ke ruangan Sarah.


"dasar wanita iblis." umpat Zain dengan mengeratkan giginya.


"hahaha.. kau benar, aku adalah iblis yang akan menghancurkan keluargamu." ucap Floresia tertawa layaknya ada setan yang merasuki tubuhnya.


"apa salah keluargaku sampai-sampai kau nekat ingin menghancurkan kami, bahkan kau sampai mengubah wajahmu dengan wajah ibuku?!" tanya Zain datar.


"kau ingin tahu? baiklah aku akan memberi tahumu. yang pertama, aku iri pada kehidupan kakakku yang bahagia dari kecil dia selalu dimanja oleh ayah Sampai dia berumah tangga dengan laki-laki yang kaya raya sedangkan aku hidup sengsara!! yang kedua, aku ingin mengambil seluruh harta Malik menjadi milikku agar aku bisa menghempaskan manusia tidak berguna seperti kalian dan tidak akan ada yang berani menindas ku. yang ketiga, aku akan melenyapkan Cristin agar dia menyusul orangtuanya Hahahaha.." terang Sarah. .


Rafka ikut geram mendengar jawaban Floresia gara-gara perbuatannya dia dan juga anaknya ikut terseret dalam dendam yang dimilikinya, tanpa di sadari diam-diam Rafka mengeluarkan senjata api di balik punggungnya dan menembakkan pelurunya ke arah Floresia.


Dorr..