Crazy Rich Duda

Crazy Rich Duda
Episode 86



"si kembar hilang hikss.. " jawab Karin menangis tersedu.


Raisa dan Lusi begitu terkejut mendengarnya, keduanya langsung memeluk tubuh Karin yang sedang menangis.


"Ayo Karin aku akan mengantarmu ke rumah tuan Rafka, Raisa kamu juga ikut jangan khawatir kan cafe aku akan menyuruh managerku untuk menghandle semuanya." titah Lusi.


Raisa menganggukkan kepalanya. Lusi langsung pergi ke ruangannya mengambil kunci, sedangkan Karin dan Raisa pergi dan menunggu Lusi di parkiran.


Lusi masuk mobil di susul oleh kedua sahabatnya, mobil yang di kendarai langsung melesat meninggalkan Cafe dengan kecepatan tinggi menuju rumah Rafka.


****


saat ini si kembar sedang berada di dalam mobil bersama seorang pria yang mengemudikan mobilnya. sesekali pria itu menoleh ke belakang melihat kenzo dan Kenzi.


"paman apa rumah Mommy masih jauh?" tanya Kenzi.


"sebentar lagi sampai." jawab pria itu.


Kenzo merasa ada yang aneh dengan pria dewasa yang berada di depannya, diam-diam Kenzo membuka tasnya mengeluarkan sebuah alat dan memencet tombol itu.


'semoga ini bekerja' batin Kenzo.


sang supir melihat gerak-gerik Kenzo.


' apa yang sedang di lakukan oleh anak itu?' batin pria itu.


"Kenzo aku benar-benar ingin bertemu dengan Mommy, apa nanti mommy akan menerima kita?" bisik Kenzi di telinga Kenzo.


"tidak tau." jawab Kenzo singkat.


mobil yang di tumpangi si kembar berhenti di sebuah rumah kosong, rumah yang tidak begitu besar catnya bahkan sudah hampir memudar. saat si kembar keluar dari mobil mereka di sambut oleh empat pria berbadan besar, Kenzo semakin curiga melihatnya.


si kembar di suruh menunggu di dekat mobil oleh sang supir dengan alasan dia harus menemui mommy si kembar terlebih dahulu sebelum si kembar di bawa masuk ke dalam.


'tidak mungkin, tidak mungkin ini rumah mommy setahuku mommy tinggal di apartemen xxx.' batin Kenzo.


Kenzo memegang erat tangan Kenzi, dia membisikkan sesuatu yang membuat Kenzi membulatkan matanya.


"Kenzi, mereka sepertinya sudah mengelabui kita, kau harus waspada, tidak mungkin mereka membawa kita pada mommy karena setahuku mommy tinggal di apartemen xxx." bisik Kenzo.


"hah? benarkah? jadi supir itu sudah berbohong? awas kau ya!!" cecar kenzi geram.


Kenzi menatap tajam ke arah supir yang sudah membawanya.


sang supir melangkahkan kakinya meninggalkan si kembar, dia menyuruh kedua pria berbadan besar untuk membawa si kembar masuk ke dalam rumah kosong itu, sedangkan dirinya pergi masuk bersama dua orang lainnya.


"baik boss " jawabnya.


dua pria berbadan besar maju ke arah Kenzo dan Kenzi, si kembar mundur beberapa langkah.


"ayo ikut kami." ucapnya.


"tidak mau. sialan!!" teriak Kenzi marah.


dua pria berbadan itu menarik tangan Kenzo dan Kenzi, dengan gerakan cepat Kenzi menggigit tangan pria itu di susul oleh Kenzo.


awwww ..


pekik kedua pria itu melepaskan tangannya dari si kembar.


geram karena di gigit kedua pria itu hendak menyeret si kembar tapi belum juga tangannya sampai menggenggam tangan si kembar, Kenzi langsung menghadiahkan pukulan bertubi-tubi ke arahnya.


hiaaaatttt


bugh.. bugh.. bughh


Kenzo memukul salah satu pria berbadan besar, sedangkan satunya lagi adalah bagian Kenzi. kedua pria itu jatuh tersungkur, mereka tak menyangka ternyata dua anak kecil ini bisa mengalahkannya.


"dasar bocah setan !! Budi ayo kita serang mereka jangan sampai kita kalah sama anak kecil." ucapnya.


"ayo Tono." jawab Budi.


kedua pria yang bernama Toni dan Budi membalas kembali pukulan si kembar, sedangkan si kembar menangkis semua sasaran dengan santai.


bugh. bugh..bug..


seakan tak kenal lelah Kenzi dan Kenzo terus memukul layaknya petarung hebat, Kenzi yang memang memiliki bakat dalam hal bela diri sangat menyukai yang namanya pertarungan, Kenzo juga tak ingin kalah dari Kenzi dia juga berlatih sendiri mengasah kemampuan bela dirinya.


saat Tono dan Budi terkulai di atas tanah dengan memegang wajahnya yang sudah babak belur, Kenzo dan Kenzi saling pandang sejurus kemudian keduanya menginjak area sensitif Tono dan Budi.


Puukk...


Aarrrgghhh ...


"lato-lato ku" ucap Tono meringis kesakitan.


"aww.. telurku sakit sekali." ucap Budi dengan mengusap-usap area sensitifnya.