Crazy Rich Duda

Crazy Rich Duda
Episode 91



Rafka seakan naik pitam mendengar ucapan Budi, dia langsung menarik baju Budi dan melemparnya ke arah samping.


brukk..


melihat temannya ambruk Tono langsung menyerang Rafka. serangan demi serangan yang Rafka terima namun tak membuatnya gentar, Budi langsung bangkit ikut menghajar Rafka sedangkan Rafka dia begitu santai menghadapinya.


bugh .. bugh .. bugh ..


meskipun gerakan Rafka santai namun membuat kedua lawannya babak belur, jangan tanyakan bagaimana kondisi keduanya sekarang mereka sudah lemas tak berdaya. Rafka langsung menyeret Tono dan Budi, dia mengambil tali yang tak jauh dari jangkauannya dengan gerakan cepat Rafka mengikat keduanya.


Rafka berlari ke arah si kembar dia langsung membuka tali yang melilit di tubuh anak kesayangannya itu.


"Kenzo, Kenzi ini Daddy sayang." ucap Rafka menepuk kedua pipi anaknya.


"sayang bangunlah hey." Rafka memeluk kedua anaknya.


Rafka terus berusaha membangunkan anaknya, dia melihat wajah Kenzi yang terlihat pucat membuat Rafka merasa teriris hatinya.


Tedy keluar dari salah satu ruangan hendak menghampiri anak buahnya dan juga tawanannya, alangkah terkejutnya ia melihat anak buahnya sudah terikat dan si kembar juga sudah lepas dari ikatannya. Tedy melihat ke arah pria yang sedang memeluk kedua anaknya, dia melihatnya dengan seksama bahkan dia menyipitkan matanya, Tedy membulatkan matanya ketika dia mengetahui siapa yang sedang memangku tawanannya. Tedy langsung bersembunyi menghubungi seseorang diseberang sana.


Kenzo mulai menggerakkan kedua matanya, keningnya mengernyit merasakan pusing di kepalanya, perlahan Kenzo membuka kelopak matanya yang pertama kali dia lihat adalah samar-samar wajah Daddy nya. Kenzo mengucek-ucek matanya dia ingin memastikan kalau penglihatannya tidak salah, ternyata firasat Kenzo benar adanya bahwa Daddy nya datang untuk menyelamatkannya dan sang adik.


"Daddy." panggil Kenzo.


"syukurlah kau sudah bangun nak." ucap Rafka.


"aku yakin Daddy pasti datang menyelamatkan kami Dad." ucap Kenzo.


"pasti sayang pasti, maafkan Daddy yang sudah terlambat menyelamatkan kalian, maafkan juga atas kelalaian Daddy." ucap Rafka merasa gagal menjaga kedua permatanya.


tiba-tiba Kenzi bangun dan meringis menahan rasa nyeri di punggungnya.


"ssshh.. aww.. hikss sakit sekali." ucap Kenzi meringis dengan mengeluarkan air matanya.


Rafka panik mendengar ringisan Kenzi, dia langsung membantu Kenzo untuk berdiri, Rafka memeriksa bagian yang membuat Kenzi merasakan kesakitan.


"Kenzi sayang ini Daddy nak, kamu tidak apa-apa?" tanya Rafka panik.


"mana yang sakit sayang?"


"punggung Kenzi sakit Dad."


Rafka membuka baju bagian belakang Kenzi, mata Rafka melotot sempurna melihat punggung Kenzi yang lebam bahkan sudah mulai menggelap warnanya, dia juga melihat pergelangan tangan Kenzi memerah bekas ikatan tali. Rafka menetesakan air matanya, hatinya merasa tercabik-cabik melihat anaknya terluka dia sebagai ayahnya saja tidak pernah melukai anaknya walaupun hanya seujung kuku saja.


' ya Allah'. batin Rafka seakan teriris.


"siapa yang melakukannya nak?" tanya Rafka.


"mereka Dad, dan ada tiga orang lainnya." jawab Kenzo.


Rafka mulai mengeluarkan tanduk dan taringnya, siapapun yang berani melukai anaknya walaupun hanya goresan kecil maka dia tidak akan pernah mengampuninya.


"ayo kita pergi dari sini, Kenzi harus segera diobati nanti kalian pergi sama Bunda karena bunda juga ikut ke sini, Daddy harus memberikan sedikit pelajaran kepada mereka yang sudah berani melukai anak-anak Daddy." ucap Rafka.


Rafka melihat Kenzo seperti menahan sakit, dia mendudukkan Kenzi di kursi. Rafka meraih tubuh Kenzo dengan cepat ia memeriksa semua bagian tubuh putranya, ternyata tubuh Kenzo juga terdapat banyak luka namun tak separah Kenzi, bibir Kenzo sedikit robek, wajahnya lebam, pergelangan tangannya merah dan juga kakinya mengeluarkan darah meskipun sudah mulai mengering.


"Kenzo." ucap Rafka dengan suara tercekat.


Kenzo langsung memeluk tubuh Rafka, dia hanya diam tak mengeluarkan suaranya. Kenzo tidak ingin membuat ayahnya semakin sedih, adiknya juga terluka lebih parah darinya maka dari itu dia berusaha menahan rasa sakitnya dan berpura-pura kuat di hadapan adiknya.


"Dad aku tidak apa-apa, Daddy jangan menangis kasihan Kenzi dia akan lebih terluka bila melihat kita menangis seperti ini." bisik Kenzo di telinga Rafka.


Rafka langsung menyeka air matanya, dia juga menganggukan kepalanya.


"ayo kita bawa adikmu pergi." ajak Rafka.


saat hendak mengangkat Kenzi tiba-tiba pintu terbuka dengan keras.


Braakk ..


prok .. prok .. prok


"luar biasa."