
Zain yang sedang fokus dengan tumpukan berkas yang menumpuk di mejanya, sejenak dia menutup salah satu berkas yang ada di tangannya. dia memijat pelipisnya, sekilas dia teringat dengan wanita yang selalu dia rindukan.
*flashback On*
Zain kuliah di universitas ternama di kota kelahirannya, dia adalah pria tampan idola para wanita di kampusnya. Zain tidak memperdulikan semua teriakan para wanita yang memuja ketampanannya, bahkan ada yang menawarkan tubuhnya walaupun hanya semalam padanya. dia tidak tertarik pada wanita manapun saat itu, namun saat dia tidak sengaja bertemu dengan Cristin seolah ada getaran yang tidak pernah ia rasakan, Cristin adalah wanita pintar dan juga cantik. Zain mendekati Cristin, awalnya Cristin selalu menghindar namun lama kelamaan dia nyaman dan menjalin hubungan dengan Zain. Cristin hidup sebatang kara, Zain mengajak cristin untuk tinggal bersamanya di sebuah apartemen mewah di kotanya.
beberapa bulan mereka tinggal bersama mereka tidak melakukan hal yang di luar batas, sampai akhirnya entah bisikan darimana Zain ingin melakukan hal yang lebih pada Cristin.
"Honey, bolehkah aku melakukan hal yang biasa suami istri lakukan?" tanya Zain.
"apa maksudmu? jangan aneh-aneh Zain." tanya Cristin.
"Honey, aku berjanji tidak akan sampai membuatmu hamil. percayalah, aku pria normal Honey berada satu atap denganmu pasti membuatku ingin melakukan hal yang lebih."
"tapi bagaimana jika aku sampai hamil? aku masih ingin melanjutkan pendidikan ku, aku juga belum mencapai semua cita-cita ku menjadi seorang aktris. bahkan orang tuamu tidak setuju akan hubungan kita." ucap Cristin.
"jika kamu hamil aku berjanji akan bertanggung jawab, masalah orangtuaku itu urusanku, Mereka pasti akan merestui hubunganku denganmu percayalah." ucap Zain meyakinkan Cristin.
Cristin menimang-nimang perkataan Zain sampai akhirnya dia mengangguk, mendapat lampu hijau dari Cristin Zain langsung melancarkan aksinya. hampir satu setengah tahun lamanya mereka tinggal bersama, selama itu pula mereka selalu melakukan olahraga panas setiap kali mereka menginginkannya.
*flashback off*
Braakkk...
Zain langsung tersadar dari lamunannya, dia terkejut melihat siapa yang membuka pintunya dengan keras.
"Mommy." gumamnya.
"kenapa? kau kaget melihat Mommy mu datang ke sini?" tanya Sarah.
"ada apa?" tanya Zain dingin.
sudah Zain duga ibunya datang hanya untuk membahas wanita yang selalu berusaha di jodohkan dengan dirinya.
"tidak penting." jawab Zain santai.
"kenapa kau bicara seperti itu, apa kau masih mengharapkan wanita murahan itu?" tanya Sarah dengan nada tinggi.
Zain yang mendengar kata Murahan yang Sarah tujukkan kepada wanita yang sangat dia cintai Marah, dia menatap nyalang ke arah ibunya. tatapan Zain seperti pisau yang bisa melukai orang yang dilihatnya, Sarah mulai ketakutan melihat tatapan Zain.
"siapa yang kau bilang murahan?!!" sentak Zain.
"jelas saja wanita murahan yang selalu kau banggakan, wanita yang tidak jelas asal-usulnya." jawab Sarah dengan gemetar.
BRAKKK ...
Zain bangkit dari duduknya, dia mengepalkan tangannya urat lehernya mengeras siap menghajar wanita di hadapannya.
"kalau kau bukan seorang wanita, maka akan ku hajar kau sampai mati!! beraninya kau mencap wanitaku dengan wanita murahan hah?!!"
Sarah gemetar ketakutan mendengar Zain yang membentaknya, baru pertama kali dia melihat anaknya semurka itu.
"sebelum kesabaranku habis pergilah kau dari sini!! atau akan aku bongkar semua kebusukanmu pada Daddy."
"a-pa maksudmu?" tanya Sarah terkejut.
Zain menyeringai, dia melipat kedua tangannya di depan dadanya.
"kau pikir aku tidak tau semua yang kau lakukan di belakangku dan juga Daddy?" tanya Zain tersenyum miring.
'apa maksud Zain? apakah dia mengetahui yang telah aku lakukan? bisa gawat ini kalau benar dia mengetahuinya. adduuh bagaimana ini.' batin Sarah resah.