Crazy Rich Duda

Crazy Rich Duda
Episode 57



Rafka dan Karin duduk di meja yang telah di sediakan khusus untuk mereka berdua. Karin begitu tidak menyangka Rafka melakukan ini semua, padahal tadinya Karin sedang berusaha menutupi hatinya untuk Rafka karena ia melihat Rafka waktu di mall bersama wanita lain, pada saat itulah puncak kesabaran Karin di uji, dia tidak terlalu sakit hati jikalau Rafka tidak menemuinya tapi jika Rafka bersama wanita lain maka dia tidak akan terima.


semua yang hadir di acara tersebut menikmati makan malamnya. Rafka dan Karin saling menyuapi satu sama lain, sedangkan para jomblo merasakan panas di hatinya. Kenzo begitu bahagia melihat Daddy dan Bundanya kembali bersama, sungguh Kenzo tidak ingin kehilangan Bundanya itu.


Makan malam telah selesai. Karin memulai berbicara, dia sangat ingin tahu kebenaran di balik semua kejutan ini.


"mas Rafka, tadi katanya mau jelasin? aku penasaran kenapa Bapak, Kiki juga bisa ada disini? tadi pas aku berangkat Bapak masih di rumah? Kiki juga lagi belajar? tau-tau udah ada disini semua?" tanya Karin bertubi-tubi.


"iya sayang, jadi gini ceritanya ...


*falsback on*


ketika Rafka mendapat banyak pesan dan beberapa panggilan dari Karin pada saat dia hendak merebahkan tubuhnya, Rafka merasa bersalah pada Karin. dia juga teringat pada kesepakatan yang telah dia dan Karin buat, Rafka mencari sebuah ide sebelum dia memejamkan matanya.


setelah mondar mandir sambil mengetuk-ngetuk kepalanya dengan jarinya, akhirnya Rafka memikirkan sebuah ide.


"bagaimana kalau aku langsung lamar aja Karin, tapi bagaimana kalau Karin menolaknya? ahh, lebih baik aku bicarakan dulu sama Mama, besok aku akan pergi ke rumah Mama sambil nganterin si kembar, siapa tau Mama bisa bantu aku buat nyiapin lamaran buat Karin."


Seperti hari biasanya, setelah melaksanakan ritual mandi dan juga ibadah subuhnya, Rafka membangunkan si kembar dan membantu Kenzo dan Kenzi bersiap. selesai mengganti pakaiannya dengan pakaian kantor, Rafka bersama si kembar turun untuk sarapan. selesai dengan sarapannya, Rafka di antar supir menuju kediaman Mama ayu.


butuh waktu 15 menit untuk sampai di mansion Mama Ayu, Rafka turun di ikuti kedua anaknya.


"assalamualaikum." ucap Rafka dan si kembar.


"waalakumsalam. ehh cucu Oma udah sampai? kalian sudah sarapan?" tanya Mama Ayu.


"sudah Oma." jawab Kenzo dan Kenzi.


"uhh, pintarnya cucu-cucu Oma." ucap Mama ayu dengan mengusap kepala cucunya dengan sayang.


"Ma ada yang mau aku bicarakan sama mama." ucap Rafka.


"Papa sama Reza dimana mah?"


"ada di ruang kerja bareng Zidan juga, katanya Reza mau bahas perusahaan yang di Malaysia."


"ya udah, kita ke ruang kerja aja biar sekalian ngasih tahu semuanya."


Sebelum pergi ke ruang kerja Rafka menyuruh si kembar untuk main bersama pelayan di belakang rumah. Rafka memastikan si kembar sudah pergi ke taman belakang, jadi dia langsung melangkahkan kakinya ke arah ruang kerja bersama Mama ayu.


"assalamualaikum." ucap Rafka mengucap salam saat pintu terbuka.


"waalakumsalam salam." jawab semua orang yang berada di ruang kerja.


Rafka duduk di sofa bersebelahan dengan Reza.


"Pa, Ma, dan yang lainnya, sebelum pergi ke kantor Rafka mau ngomongin sesuatu sama kalian semua." ucap Rafka to the point.


"bicaralah." jawab papa William.


"Rafka mau lamar Karin pa." terang Rafka.


Mama Ayu terkejut tiba-tiba Rafka ingin melamar Karin, tapi di sisi lain dia juga sangat bahagia. Reza dan Zidan tersenyum mendengar penuturan Rafka, mereka senang karena Rafka mau membuka hatinya untuk seorang wanita, keduanya tau bagaimana repotnya Rafka mengurus si kembar dan juga harus memimpin perusahaan. beda dengan reaksi yang lainnya, papa William hanya diam seperti memikirkan sesuatu.


"syukurlah jika kamu mau ngelamar Karin, Mama setuju kalau kamu sama dia Raf, Mama akan bantu kamu mempersiapkan lamarannya ya, kamu fokus kerja aja, biar mama yang atur semuanya. oke!" ucap Mama Ayu antusias.


"iya, makasih ma sebelumnya, mama emang yang terbaik." ucap Rafka mengacungkan jempolnya.


"pa kenapa papa diem aja?" tanya Mama Ayu heran karena suaminya diam saja.