
Si kembar, Bagas, Ajeng dan Leni menghentikan aksinya, mereka menatap Simon dengan bersamaan keadaan ke lima orang di dapur sudah tak bisa di jelaskan lagi dengan kata-kata.
" apa yang kalian lakukan? bukannya kalian ingin membuat kue? tapi kenapa kue nya tidak ada malah tubuh kalian yang berubah menjadi adonan?" cecar Chef Simon.
"Sorry chef." ucap si kembar dan Bagas mengacungkan jarinya membentuk huruf V .
huuhh .. huuhh
nafas Chef Simon naik turun, tangannya mengepal menahan marah. Ajeng dan Leni menundukkan kepalanya, mereka takut menatap chef Simon.
" kalian benar-benar ya!!" geram chef Simon.
dia mengambil teleponnya dan memanggil manager hotel mengadukan apa yang sudah terjadi, saat dia menutup telponnya tak lama kemudian manager hotel datang dan membawa si kembar, Bagas dan juga Ajeng menghadap kepada Mama Ayu dan juga Rafka sedangkan Leni dia di bawa ke UKS khusus karyawan untuk di obati lukanya selain dahinya yang benjol dan berdarah kakinya juga terkilir saat berperang melawan si kembar.
flashback off.
" ya Allah nak, kalian tidak boleh mengerjai orang yang lebih tua dari kalian." tegur karin.
" tadinya kita mau bikin kue buat kita dan juga buat bunda. ya habisnya mbaknya malah main hp sama ngobrol pas lagi kerja, bukannya gak boleh yah Bunda?" jelas Kenzi.
"iya emang gak boleh, tapi bukan berarti kalian harus menakuti mbaknya sampai ketakutan seperti itu. Ayo minta maaf sama Mbaknya." ucap Karin dengan lembut.
si kembar dan Bagas menuruti ucapan Karin, ketiganya meminta maaf kepada Ajeng.
"maaf ya mbak Ajeng." ucap Kenzi.
"aku juga minta maaf." ucap Bagas.
" Kenzo juga minta maaf ya mbak udah ngerjain Mbak." ucap Kenzo.
"iya gak papa nona muda, tuan muda ini juga kesalahan saya." ucap Ajeng.
" Boy, girl jangan ulangi lagi ya? kasian mbaknya sampai ada yang terluka akibat ulah kalian." tegur Rafka.
Rafka meminta maaf kepada Ajeng, dia juga meminta manager hotel memanggil chef Simon untuk meminta maaf secara langsung.
Karin membawa ketiga Anaknya di bantu oleh Raisa untuk di bersihkan, Ajeng mendapat teguran sekaligus sp satu dari Rafka karena melanggar aturan yang sudah di tetapkan untuk para pekerja di hotel.
Karin membersihkan satu persatu anaknya yang penuh dengan terigu dan juga telur.
"tinggal di oven jadi deh kue raksasa." celetuk Raisa.
" hihi, ada ada aja kamu Raisa." ucap Karin.
"ya habis ini anak tiga, bukannya bikin adonan kue di wadah ini malah di badan." ucap Raisa sambil menggosok tubuh Kenzi.
" aunty berisik deh," ucap Kenzo.
" tapi seru loh Bunda twins, tadi lihat mbak Ajeng kayak hantu 👻 hihi" ucap Bagas terkikik.
" kepala Mbak Leni kayak telor, jadi pengen rebus kepalanya." timpal Kenzi.
Karin menggelengkan kepalanya, sungguh anaknya ini beda dari yang lain bukannya merasa bersalah malah semakin di buat candaan atas ulahnya.
"kalian tadi minta maafnya tulus apa enggak sih?" tanya Karin dengan berkacak pinggang.
"tulus lah Bun." jawab Kenzo.
"terus kenapa malah ngetawain mbaknya?" tanya Karin kembali.
"kan cuma bercanda Bun." jawab Kenzi.
"lain Kali tidak boleh seperti itu, bunda kan sering bilang sama kalian harus menghormati yang lebih tua." ucap Karin.
"iya Bunda." jawab ketiganya.