
Zain mendekati ibunya yang sedang cemas. Zain tau apa yang selama ini Sarah sembunyikan, awalnya dia juga tidak percaya, namun setelah mengetahui kebenarannya akhirnya dia percaya bahkan sangat kecewa pada Sarah. sengaja ia menutupi semua dari ayahnya, ia harus mengumpulkan dulu semua bukti sebelum membongkar semua kebusukan ibunya.
"apa kau lupa siapa aku sekarang? bahkan jika kau berani macam-macam padaku, akan aku pastikan kau akan menjadi gelandangan." bisik Zain di telinga Sarah.
Sarah mematung di tempatnya, dia tak menyangka Zain yang selalu menuruti kemauannya sekarang malah berbalik menyerang dirinya. Sarah harus lebih hati-hati kepada Zain, jika sampai Zain mengetahui semua rencana busuknya di pastikan dia memang akan menjadi gelandangan bahkan bisa di penjara seumur hidupnya, Sarah harus bisa mengendalikan kembali anaknya Zain.
"kenapa kau bicara seperti itu Zain? kenapa kau tega mengancam ibumu sendiri?" tanya Sarah dengan wajah memelas.
"Hahaha. kau pikir aku akan termakan oleh wajah palsumu? tidak!! sama sekali tidak!! pergi dari sini atau aku yang akan menyeretmu keluar?!!" sentak Zain sembari tertawa licik.
"berani kau memperlakukan ibumu sendiri seperti itu Zain?!!" berang Sarah.
Zain berbalik ke arah mejanya, dia mengambil map berwarna coklat dan melemparkan map itu tepat di hadapan ibunya.
Srett.. puukkk..
" buka map itu !!" ucap Zain dingin.
Sarah mengambil map yang di lemparkan oleh Zain, dia membuka sebuah foto dimana dalam foto itu terdapat dirinya bersama seseorang. Sarah membulatkan matanya, rasa takut menjalar ke seluruh tubuhnya, wajahnya mulai memucat setelah melihat apa yang terdapat dalam map itu.
"kau tidak bisa mengelak lagi bukan?!!" tanya Zain dingin.
"ti-dak mungkin, i-ni pasti editan yah, ini editan. darimana kau mendapatkannya? kau sengaja ingin menakut-nakuti ku bukan?" tanya Sarah dengan gelagapan.
Zain menyeringai, di tatapnya wanita di hadapannya itu. sangat jelas terpampang di wajah Sarah yang di selimuti oleh ketakutan, Zain menjadi yakin apa yang dia ragukan ternyata adalah sebuah kebenaran. jika memang informasi yang dia dapatkan itu salah, tidak mungkin ibunya akan ketakutan seperti itu.
"heh, darimana aku mendapatkannya itu tidak penting!! sekarang yang harus kau tahu adalah, pergi dari hadapanku sekarang dan jangan lagi kau campuri urusanku!! atau aku akan membongkar semua kebusukan mu FLORESIA ANANDITA.!!" ucap Zain menekan nama asli dari Sarah.
Deg!!! jantung Sarah seakan langsung berhenti berdetak.
"ja-ngan aku mohon, sekarang juga aku akan keluar dari hadapanmu dan aku juga akan membatalkan perjodohanmu dengan Vivi asal kau ja-ngan membongkar semuanya." ucap Sarah memohon kepada Zain.
"pergi dari sini!!!" usir Zain dengan menunjuk pintu keluar.
Sarah langsung keluar dari hadapan Zain dengan wajah ketakutan, tak lupa juga ia membawa map yang tadi di lemparkan oleh Zain. Sarah berjalan tergesa-gesa keluar dari perusahaan sampai dia tidak sengaja menubruk seseorang.
"aww.. sakitnya pantatku.." ucap seseorang.
Sarah bangkit dari atas lantai dimana ia terjatuh, seseorang sedang mengusap-usap pantat nya yang kesakitan.
"kalau jalan lihat-lihat dong, lihat bajuku jadi kotor akibat ulahmu.!!" bukannya minta maaf Sarah malah memarahi orang yang dia tabrak.
"eehh situ yang salah kenapa saya yang di marahi, harusnya saya yang marah sama situ, lihat pesanan saya jadi rusak gara-gara kau yang ceroboh." ucap orang itu dengan kesal.
"syukurin , kamu gak liat baju mahal dan juga tas saya jadi lecet.hah? kalau kamu ganti emangnya Bakal mampu? dasar miskin." maki Sarah.
Zain dan Reyhan kebetulan lewat dimana Sarah dan seorang wanita tengah beradu mulut.
'kenapa wanita ular itu masih ada disini?' batin Zain.
Zain menghampiri Sarah di ikuti oleh Reyhan di belakangnya.
"kenapa kau masih ada disini?" tanya Zain dengan tatapan dinginnya pada Sarah.
"Tuan, wanita tua ini telah menabrak saya tadi sampai pesanan saya hancur, dan bukannya minta maaf dia malah memarahi dan meminta ganti rugi pada saya." adu wanita itu.
"hey kenapa kau malah menyerobot menjawab pertanyaan anakku hah?!!" sentak Sarah.
"oh jadi kau anaknya? tuan aku ingin kau ganti rugi padaku, jika pesanan ini hancur maka nyawaku taruhannya."
"siapa namamu? dan berapa kerugian yang harus aku bayar?" tanya Zain.
"aku Nita, karyawan catering yang bertugas mengantarkan makanan ke semua karyawan disini tuan. untuk kerugiannya total 1 juta, karena hanya ada beberapa yang rusak." ucap Nita.
"Rey, kau urus semuanya." titah Zain.
Reyhan mengangguk langsung mengambil uang yang selalu dia bawa jika tuannya memerlukan uang tunai. Reyhan memberikan uang senilai satu juta pada Nita, dan Nita pun langsung mengambilnya kemudian pergi dari hadapan Zain.
Zain menatap Sarah dengan tatapan yang tidak bisa diartikan, Sarah takut melihat tatapan Zain dia buru-buru pergi keluar dari perusahaan dengan wajah yang kesal juga ketakutan.