
Karin, Rafka beserta si kembar sedang berada di dalam mobil menuju rumah Karin. si kembar sudah tertidur pulas di kursi penumpang, keduanya tidur di kedua paha Karin.
"sayang kalau pegel bilang ya? biar mas ganti posisi mereka." ucap Rafka.
"gapapa mas, biarin aja gak pegel kok." jawab Karin.
"bener?"
"iya mas, emm mas aku mau ngomong sesuatu sama kamu?"
"mau ngomong apa?"
"ini masalah mommy si kembar."
"memangnya kenapa dengan mommy nya si kembar?"
"jadi begini ceritanya..."
*falsback on*
Kenzo membisikkan rencana pada Karin dan juga Kenzi.
"Bunda disini ada tempat kosong gak?" tanya Kenzo.
"ada Deket cafe sini ada tempat kosong, katanya tanahnya mau di jadikan toko, memangnya kenapa?" ucap Karin.
"Bunda, Kenzi sekarang kalian mendekat padaku." titah Kenzo.
Kenzi mendekat ke arah Kenzo sedangkan Karin mencondongkan wajahnya ke arah Kenzo.
"begini, kalian ikuti rencanaku kita akan pesan taksi menuju tempat kosong yang tadi Bunda katakan, aku yakin mobil yang mengikuti kita akan membuntuti kemanapun aku dan Kenzi pergi. saat sampai di tempat tujuan kita turun dan bersembunyi di tempat yang aman, tunggu sampai target masuk ke tempat kosong itu baru kita keluar dari persembunyian, kita tanya tujuan dia mengikuti kita itu apa? jika dia tidak mau mengakuinya Kenzi yang akan melakukan tugasnya, kau mengerti maksudku Kenzi?"
Kenzo menganggukkan kepalanya.
"ahh, sudah lama aku tidak berolahraga." ucap Kenzi menggeliatkan badannya.
Kenzo dan Kenzi menunggu Karin meminta izin juga mengganti pakaiannya. setelah semuanya beres Karin dan si kembar memesan taksi, saat taksi tiba ketiganya masuk ke dalam mobil Kenzo melirik ke arah belakang dan benar saja mobil target mengikutinya dari arah belakang.
tiba di suatu tempat kosong lebih tepatnya Tanah kosong Kenzo mengajak Karin juga Kenzi bersembunyi di belakang mobil truk yang terparkir disana. namun karena tidak ada pergerakan Kenzo meminta Kenzi keluar untuk memancing target datang, Kenzi menuruti perintah Kenzo dan benar saja seorang lelaki dengan pakaian serba hitam keluar dari mobil yang ditumpanginya serta membawa sebuah kamera di tangannya mengendap-endap menghampiri Kenzi yang berdiri tak jauh dari truk.
"Bun dengarkan aku, dalam hitungan ketiga kita keluar nanti Bunda langsung saja kunci pergerakan pria itu sedangkan aku dan Kenzi yang akan mengintrogasinya." ucap Kenzo.
"oke siap."
*satu
dua
tiga*
"ayo Bun." ajak Kenzo.
Karin langsung kaluar dari belakang mobil truk tersebut. dia langsung menendang punggung pria itu sampai jatuh tersungkur kemudian Karin menginjak punggung nya agar tidak kabur dia langsung mengikat tangannya dengan tali, Karin mengunci pergerakan pria itu dengan mengaitkan tangannya di leher target.
"kena kau." ucap Karin.
"hey lepaskan aku, kenapa kalian mengikatku seperti ini." ucap pria itu berontak mencoba melepaskan ikatan tangannya.
"Diam!! aku tau kau mengikuti kemanapun aku dan adikku pergi, untuk siapa kau melakukannya?." sentak Kenzo dengan aura dingin.
Karin terkejut melihat sisi lain dari Kenzo meskipun Kenzo masih kecil tapi aura yang dia keluarkan membuat Karin takut.
"bukan urusanmu!" jawab pria itu.
"kau tidak mau mengakuinya?" tanya Kenzo dingin.
pria itu diam saja menatap Kenzo. mana mungkin dia memberitahu siapa orang yang telah membayarnya, karena dia melakukan pekerjaan yang tidak boleh memberi tahu identitas orang yang sudah membayarnya kepada orang lain apalagi kepada targetnya.
"Kenzi" panggil Kenzo.
bugh .. bugh ..
Kenzi meninju perut pria itu dengan keras, Karin melongo tak percaya melihat aksi Kenzi yang luar biasa menurutnya.
"aww.. sakit bodoh." pekiknya.
"makanya bilang !! siapa yang sudah menyuruhmu." sentak Karin.
"tidak akan!!" tegasnya.
Kenzo memberi kode pada kenzi, dia langsung maju setelah Kenzi menganggukkan kepalanya.
pria itu berontak melihat Kenzo maju ke arahnya, Karin sampai kewalahan menghadapinya.
"Kenzi .. seeerrrraaannggg .." pekik Kenzo.
Kenzi dan Kenzo menggelitik perut pria itu, beruntung tenaga Karin kuat dia tidak sampai terhuyung saat pria itu menggelinjang kegelian, Karin membiarkan anak-anaknya menggelitik pria itu saat sudah merasa pegal dia langsung mendorong pria tersebut ke bawah.
"aahhhh geli.. hentikan .. ampuunnn.. hahahaha.." pekiknya kegelian.
tapi Kenzo dan Kenzi tidak memperdulikannya, Karin bahkan ikut menggelitik perut pria itu.
"aku menyerah, tolong hentikan.. hahahaha" pinta pria itu.
"makanya ngaku!!" tegas Karin.
"baiklah, aku mengaku sekarang, aku Izal yang di bayar oleh artis papan atas bernama Cristin." ucap Izal.
Karin dan si kembar menghentikan aksinya, mereka terkejut mendengar siapa yang menyuruhnya ketiganya sangat kenal siapa orang yang di maksud oleh Izal, si kembar langsung mematung di tempatnya.
"jadi Mommy yang menyuruhnya?" gumam Kenzo dan Kenzi saling pandang.
"kenapa dia tidak langsung menemui anak-anaknya? kenapa dia menyuruhmu membuntutinya?" cecar Karin.
"aku tidak tahu pasti apa alasannya, tapi kalau aku tidak salah dengar dia bilang malu untuk menemuinya, aku tidak berhak bertanya lebih dalam padanya karena aku di bayar hanya untuk mengikuti siapa targetku dan memberikan laporan kepada orang yang telah membayar ku, untuk sekarang nona Cristin sedang berada di luar negeri." jelas Izal.
Ada rasa yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata, Kenzo dan Kenzi hanya mampu diam mendengar percakapan Karin dan Izal.
"kau akan aku lepaskan, asal kau jangan memberitahu Mommy kalau kami memaksamu untuk buka suara mengenai dia." ucap Kenzo dingin.
"baiklah, tapi tolong lepaskan aku." ucap Izal.
Karin langsung melepaskan ikatan di tangan Izal, setelah ikatannya lepas Izal langsung berdiri membersihkan bajunya yang kotor.
"bau apa ini kak? apa kau dan Bunda menciumnya?" tanya Kenzi pelan.
"seperti bau pesing??" tebak Karin.
si kembar dan Karin menatap ke arah Izal, merasa ada yang memperhatikan Izal menatap balik ketiga orang yang sudah menyerangnya dia menatap bingung, kenapa tiga orang itu menutup hidungnya.
"kenapa?" tanyanya heran.
Karin dan si kembar menunjuk ke arah celana Izal. sedangkan Izal mengikuti arah telunjuk yang diarahkan ke celananya, dia syok melihat celananya basah malu bahkan sangat malu Izal langsung menutup wajahnya dan memekik dengan kuat.
"aaaaaa...." teriak Izal.
Karin dan si kembar langsung menutup telinganya mendengar teriakan Izal. Izal langsung berlari ke arah mobilnya, dia malu karena mengompol di celana saat si kembar menggelitiknya.
"pppffttt.. Hahahaha" tawa ketiganya pecah.
"udah gede masih ngompol di celana." celetuk Kenzi.
"hahaha.. lucu sekali." ucap Karin tertawa.
sudah merasa cukup tertawa Karin mengajak si kembar kembali ke cafe. meskipun tadi si kembar tertawa tapi tidak saat mereka kembali ke cafe, Karin melihat ada raut kesedihan di wajah si kembar namun Karin hanya bisa menghibur keduanya.
*flashback off*