
* Rumah sakit*
Karin membawa si kembar di bantu oleh Reza dan papa William yang sudah menunggu di depan pintu utama rumah sakit disana ada Mama ayu dan juga Raisa, saat sedang dalam perjalanan Karin menghubungi Reza untuk datang ke rumah sakit beruntung papa William belum pulang jadi dia bisa ikut datang ke rumah sakit. Reza dan papa William menggendong si kembar ke ruang UGD di sambut oleh Brian dan juga Iksan yang sebelumya sudah di hubungi oleh papa William.
"Iksan aku percayakan cucuku padamu." ucap papa William.
"baik Kak, aku akan memeriksa si kembar terlebih dahulu." ucap dokter ikhsan.
si kembar di bawa masuk ke ruang UGD dokter ikhsan dan Brian langsung memeriksa kondisi Kenzo dan Kenzi. ketika pemeriksaan sedang berlangsung Kenzi meringis kesakitan saat punggungnya di obati, dia menangis memanggil Daddy dan Bundanya.
"hiks.. Bunda, Daddy sakit." tangis Kenzi pecah.
"girl tenang dulu yah, Lukanya harus di obati dulu biar gak infeksi." bujuk Brian.
"aku mau Bunda.. hiks.. huwaa.." teriak Kenzi.
Kenzo mencoba menenangkan Kenzi dia tahu kalau luka Kenzi itu lebih parah darinya, saat sedang di obati saja Kenzo hanya sesekali meringis. Kenzi memang jago dalam bertarung tapi dia juga punya kelemahan yaitu jika dia sudah terluka maka Kenzi akan terus merengek.
"Kenzi diam lah biarkan dokter mengobati lukamu, kau mau lukamu membusuk dikerumuni banyak belatung hah?" ucap Kenzo menakut-nakuti Kenzi.
Kenzi bergidik ngeri dia langsung diam dan menggeleng cepat, Kenzi paling tidak suka pada hewan kecil seperti belatung, ulat , cacing dan hewan merayap lainnya.
Kenzo tersenyum puas karena Kenzi langsung diam. Brian dan ikhsan saling pandang keduanya menyunggingkan senyumnya, mereka kembali memeriksa luka si kembar.
di luar ruangan Karin menatap cemas ke arah pintu tempat dimana si kembar di periksa, karin khawatir kala mendengar tangisan Kenzi yang memanggilnya, Papa william memintanya untuk tenang dan membiarkan si kembar di tangani oleh dokter.
beberapa saat kemudian Brian dan juga Ikhsan keluar dari ruangan pemeriksaan. Karin dan yang lainnya langsung menghampiri dua dokter tersebut.
"bagaimana keadaan si kembar dokter?" tanya Karin.
"Alhamdulillah mereka baik-baik saja, beruntung lukanya tidak terlalu parah punggung Kenzi mengalami luka lecet jadi tidak boleh terkena air dulu, luka lebamnya di kompres dengan air hangat tapi di bagian sisinya saja, nanti saya akan memberikan salep untuk mengobati luka robek dan lecet yang terdapat di beberapa bagian tubuh si kembar." jelas Brian.
"apa punggung Kenzi tidak ada masalah yang serius? karena lukanya lebamnya cukup parah aku takut ada yang perlu di periksa di bagian dalamnya." tanya Karin.
yang lainnya hanya diam saja saat Karin bertanya karena semua pertanyaan yang diajukan Karin mewakili mereka semua.
" kebetulan saya adalah dokter ortopedi jadi jika saya menemukan ada masalah dengan tulang pasti saya akan menyampaikannya, semua pemeriksaan telah di lakukan menyeluruh dan bisa di pastikan kalau si kembar hanya mengalami luka di bagian luar saja, untuk kondisi Kenzi yang pucat itu di sebabkan karena dia kecapean dan menahan sakit di punggungnya, Kenzi butuh cairan dan makanan untuk menambah energi tubuhnya maka dari itu dia pucat dan lemas." jelas dokter ikhsan.
"jadi intinya saat kita kelelahan tubuh kita butuh sesuatu yang bisa dijadikan sumber energi agar bisa melakukan aktivitas kembali." ucap Brian.
semua orang yang mendengarkan penjelasan dari dokter menghela nafas lega, dua dokter itu mempersilahkan mereka masuk ke ruangan VVIP setelah si kembar di pindahkan.