
Cristin sedang memandangi salju dari jendela kamarnya. sekilas dia teringat kebersamaan dengan anaknya dan juga Rafka dulu, rindu yang setiap harinya menumpuk membuatnya semakin tersiksa, matanya mulai berkaca-kaca dia akui bahwa dirinya memang egois, tapi hati seorang ibu takkan bisa di bohongi bahwa dia menginginkan anak-anaknya berada di dekapannya. Cristin menyuruh seseorang yang ia bayar untuk mengikuti si kembar, dia juga membayar mahal orang itu agar bisa mendapatkan foto Kenzo dan Kenzi. betapa bahagianya dia melihat putra dan putrinya yang sudah memasuki sekolah untuk anak seusianya, rasa bersalah menyeruak ke relung hatinya melihat anak yang lain di dampingi orangtuanya sedangkan Kenzo dan Kenzi tidak.
'kenzo, Kenzi mommy rindu pada kalian nak, apa mommy masih bisa menemui kalian walau hanya sebentar? kalian begitu tampan dan juga cantik sayang, Mommy janji pada kalian nak, mommy akan berusaha menemui kalian mommy akan mengumpulkan keberanian mommy meskipun Daddy kalian dan juga Oma opa kalian menolak kehadiran mommy.' batin Cristin.
saking larutnya Cristin dalam lamunan, ia tidak sadar bahwa Verrel sudah kembali dari luar. Verrel menghampiri Cristin dan memeluknya dari belakang, Cristin terkejut yang mana membuat lamunannya buyar seketika.
"kau sedang apa? kenapa kau seperti kaget saat aku memelukmu?" tanya Verrel.
"aku sedang memikirkan pekerjaan, besok aku harus segera menyiapkan diriku untuk syuting film terbaruku." jawab Cristin memberi alasan.
"ohh, aku kira kau sedang melamunkan sesuatu yang lain, daripada kau memikirkan pekerjaan lebih baik kau memikirkan bagaimana caranya memuaskan ku Honey." ucap Verrel lengkap dengan tatapan mesumnya.
Cristin menganggukkan kepalanya, Verrel langsung menggendong Cristin lalu meletakkannya di atas meja. tanpa menunggu lama Verrel langsung melahap b*b*r Cristin, Verrel melancarkan aksinya sampai berjam-jam lamanya, begitulah keduanya jika sudah bersama.
****
waktu sudah menunjukkan pukul 10. Kenzo dan Kenzi bersiap untuk pulang, Mama Ayu sudah standby di luar kelas si kembar.
Kenzo dan Kenzi bergandengan tangan saat keluar, mereka mengantri untuk absensi saat pulang, keamanan sekolah mereka begitu di jaga ketat oleh pihak sekolah jadi setiap masuk ataupun keluar para murid wajib mengikuti absensi agar jika ada siswa yang hilang pihak sekolah akan menyelidikinya dan melaporkannya kepada pihak yang berwajib.
"Oma" panggil kenzi dan Kenzi.
"ayo sayang kita pulang, kalian di rumah Oma dulu ya sampai Daddy kalian pulang."
"siap Oma."
15 menit kemudian..
mobil Mama ayu sudah sampai di halaman mansion, si kembar langsung turun berlarian ke dalam mansion. saat hendak menaiki tangga si kembar mengurungkan niatnya saat melihat papa William yang baru masuk dari arah taman belakang.
"Opa." panggil si kembar.
"hey, cucu Opa sudah pulang ya? gimana sekolah kalian?" tanya papa William.
"seru opa, di sekolah kami sering bernyanyi dan bercerita opa." jawab Kenzi.
"benarkah?"
"iya Opa, disana juga kami mempunyai banyak teman." jawab Kenzo.
"ya sudah kalian sekarang ganti baju dulu, setelah itu kalian tidur siang."
"baik opa."
Kenzo dan Kenzi langsung pergi menaiki tangga ke arah kamarnya, mereka langsung mengganti bajunya dengan pakaian yang sudah di siapkan oleh para pelayan di rumah Mama ayu. Kenzo berlari ke arah pintu dan menguncinya, dia langsung menyambar tasnya dan membuka laptopnya. Kenzo membuka tablet itu dengan serius, dia langsung mencari tahu siapa yang sudah berani meretas sistem perusahaan Daddy nya.
Kenzo mendapatkan apa yang dia cari, dahinya mengernyit bingung.
"siapa dia??.."