
Karin kembali di gendong dan di letakkan ke dalam bathtub, Rafka pun ikut serta masuk berendam bersama istrinya.
'ah nyaman sekali, anunya pun tidak terlalu sakit seperti sebelumya' batin Karin.
aroma wangi serta air yang hangat memberikan kenyamanan dan ketenangan bagi Karin, dia menatap suaminya yang melakukan hal serupa dengannya.
bathtub milik Rafka dua kali lebih besar dari bathub biasanya, keduanya berendam saling berhadapan namun ada satu hal yang membuat Karin mengernyit penasaran.
"mas itu apa?" tanya Karin.
"hah? emangnya kamu liat apa?" tanya balik Rafka melihat sekelilingnya.
Karin melihat ada sesuatu yang menyembul saat Rafka turun merendam tubuhnya, air yang Rafka siapkan tidak terlalu banyak dan tidak terlalu sedikit warna airnya pun putih seputih susu jadi Karin bisa melihat sesuatu yang bergerak-gerak.
Karin mengubah posisinya yang awalnya bersandar menjadi duduk, karena penasaran Karin meraba sesuatu yang bergerak itu.
Rafka menahan sesuatu saat tangan Karin meraba salah satu bagian dari tubuhnya, saking menghayati apa yang Karin lakukan dia memejamkan matanya.
krepp..
naga Rafka berhasil Karin pegang yang mana membuatnya memekik terkejut, bahkan tubuhnya mundur ke belakang.
"aahhh apa itu?" pekik Karin.
untuk pertama kalinya Karin memegang sesuatu yang aneh baginya, rasanya menggelikan teksturnya keras seperti kayu.
"hahaha sayang kenapa kamu malah kaget kayak gitu?"
Rafka terkekeh melihat Karin yang terkejut, terasa lucu baginya padahal Karin sudah pernah melihat naga yang telah mengobrak Abrik donat miliknya.
"aku kaget kenapa bendanya keras dan bergerak-gerak mas? mana geli lagi." ucap Karin.
"maksudmu ini." jawab Rafka berdiri sehingga terlihat naganya berdiri tegak sempurna.
'oh ya ampun' batin karin.
Karin melongo tak percaya benda yang dia maksud ternyata naga milik Rafka, dia memalingkan wajahnya yang sudah memerah seperti tomat.
glekk..
Karin menelan ludahnya dengan kasar.
'perasaan ini aja masih sakit tapi mas Rafka udah mau lagi aja, mana kalau nolak tuh dosa' pikir Karin.
meskipun masih merasakan sakit di bagian donatnya Karin menganggukkan kepalanya, tak perlu menunggu lama Rafka langsung menguasai tubuh Karin sehingga terjadilah pertempuran yang di pimpin oleh Rafka.
di sisi lain si kembar dan Bagas keluar setelah puas bermain saling menggelitik satu sama lain, ketiganya berjalan kearah kamar Karin namun Reza berhasil menghentikan langkahnya.
"hey para bocil kalian mau kemana?" tanya Reza.
"mau ke kamar bunda uncle." jawab Kenzi polos.
Reza ketar ketir mendengar jawaban kenzi, pasalnya dia sudah di perintahkan kakaknya untuk mengawasi ketiga kurcaci yang bisa menggagalkan aksinya.
'waduh kalau mereka ke kamar kakak bisa bahaya nih, selain mata mereka ternodai kakak juga bakal murka terus kirim gue lagi ke Malaysia, gak bisa di biarin nih' batin Reza.
"jangan ke kamar Bunda girl, kasian Daddy sama Bundanya pasti capek kan kalian tau sendiri seharian ini mereka kedatangan banyak tamu." cegah Reza.
"cuman sebentar kok Uncle, kita justru mau ajak bunda sama Daddy sholat subuh bareng sekalian Kenzi katanya lapar." ucap Kenzo.
"kalo kalian lapar uncle bisa temenin kalian makan, tinggal bilang aja mau makan apa?" ucap Reza.
"mau sama bunda uncle." rengek Kenzi.
" kelinci kecil benar kata om eza, mereka pasti capek lebih baik kita sholat subuh aja biar Abang sama om yang temenin Kenzi makan." ucap Bagas.
Kenzi menimang-nimang ucapan Bagas, tak lama dia menganggukkan kepalanya Reza pun menghela nafas lega.
"kita makan di restoran yang enak Deket hotel, kalian pasti suka." bujuk Reza.
"baik Uncle." ucap si kembar bersamaan.
Reza menggiring ketiganya untuk melakukan sholat berjamaah dan Bagas sebagai imamnya, selesai sholat Reza membawa si kembar juga bagas masuk ke dalam mobilnya menuju restoran 24 jam.