Crazy Rich Duda

Crazy Rich Duda
Episode 130



Mama ayu mulai sibuk mengatur semua persiapan pernikahan Rafka dan Karin, sebenarnya Rafka bisa saja menyuruh orang lain mengerjakannya namun saking antusiasnya Mama Ayu dia mengambil alih semuanya tanpa ingin dibantah oleh Rafka.


5 hari menjelang pernikahan Rafka dan Karin pergi ke butik terkenal untuk mencoba gaun yang telah di siapkan Mama Ayu.


Rafka menggenggam tangan Karin saat masuk ke dalam butik, tampilan Karin sungguh cantik cocok sangat serasi dengan Rafka.


"selamat datang Tuan dan nyonya, silahkan ikuti saya Tuan Beryl sudah menunggu anda di dalam." ucap karyawan yang menyambut kedatangan Rafka dan Karin.


Beryl adalah desainer terkenal salah satu teman Rafka.


Karin dan Rafka tak melepaskan tautan tangannya, mereka mengikuti karyawan yang menuntunnya menuju tempat dimana pemilik butik berada.


"hallo Rafka lama kita tidak bertemu." ucap Beryl yang bangkit dari duduknya.


Rafka menyambut uluran tangan Beryl, namun saat Beryl hendak bersalaman dengan Karin Rafka langsung menepisnya.


"oh hohoho.. posesif sekali duda satu ini." ucap Beryl tertawa.


"wanita langka ini, gak boleh sembarangan pegang-pegang." celetuk Rafka yang dihadiahi pukulan di tangannya.


"mas" protes Karin memukul lengan Rafka.


"hehe.." cengir Rafka.


"ayo siapa yang lebih dulu mencoba bajunya?" tanya Beryl.


"sayang kau duluan yang mencoba gaunnya, aku nanti saja." ucap Rafka.


Karin menganggukkan kepalanya, Beryl memanggil dua karyawan untuk membantu Karin mencoba beberapa gaun yang telah disiapkan.



gaun pertama sudah Karin pakai yaitu gaun berwarna putih bertabur Swarovski, salah satu karyawan membuka tirai ruang ganti Rafka memandang Karin tanpa berkedip begitupun dengan Beryl.


"perfect." ucap Beryl.


"jaga matamu." ucap Rafka tidak suka.


"posesif sekali, bagaimana apa kau suka dengan gaunnya?" tanya Beryl.


"jingga kau coba pakaikan gaun yang kedua." titah Beryl pada karyawan di bernama Jingga.


jingga menutup kembali tirainya dan mengambil gaun yang di perintahkan oleh Beryl.



gaun kedua sudah Karin pakai dan menunjukkannya pada Rafka.


"ganti." ucap Rafka.


"oh ayolah ini gaun sangat bagus kenapa kau tidak menyukainya juga, aku membuatnya khusus untuk di pakai di cara pernikahanmu." keluh Beryl.


"aku tidak menyukainya." sahut Rafka.


Beryl menghela nafasnya Karin bolak-balik balik mengganti bajunya sampai ia kesal, Rafka tidak menyukai semua baju yang dia pakai dengan alasan belahan dadanya terbuka, terlalu ketat, bagian belakangnya terekspos dan dia tidak rela jika semua itu dilihat oleh pria lain selain dirinya.


"mas ini sudah gaun ke 6, aku capek harus mengganti bajunya terus." ucap Karin mulai jengkel.


"kamu salahin aja si Beryl kenapa bikin baju seksi semua gak ada yang bener." kilah Rafka.


"loe nya aja yang norak, gaun pengantin buatanku sangat diminati banyak orang hanya kau saja yang memberi penilaian buruk untuk semua desain ku." cibir Beryl kesal.


Rafka menanggapi ucapan Beryl dengan santai, Karin meminta Beryl untuk menghampirinya dan membisikkan sesuatu yang di angguki oleh Beryl.


"kalau mas tidak suka dengan gaunku sekarang awas saja!" ancam Karin.


Beryl memberikan gaun pada jingga yang langsung di pakaikan pada Karin, lama menunggu akhirnya Karin keluar dengan balutan gaun yang membuat Rafka menganga sempurna, mata Rafka masih betah memandangi penampilan Karin yang mana membuat Karin salah tingkah.



karin memakai gaun yang mewah lengkap dengan hijab yang di kenakan nya, hal itu sukses membuat Rafka puas.


"bagaimana mas?" tanya Karin ragu.


"ini baru sempurna." ucap Rafka puas.