
pak Slamet dan juga semua orang yang ada di rumah Bu Fatma terkejut mendengar siapa Reza sebenarnya.
"ja-di k-au anak keluarga Adijaya?" tanya pak Slamet.
"benar, jadi kau jangan main-main denganku!! aku tidak akan segan-segan menghancurkan dirimu, bahkan aku bisa membunuhmu jika aku mau." tekan Reza.
Gluk..
pak Slamet menelan ludahnya kasar, dia tau siapa keluarga Adijaya jika di bandingkan dengan kekayaan yang dia miliki maka itu hanya seujung kuku dari kekayaan keluarga Adijaya.
"Bapak ikut Raisa ya pak? kita pergi dari sini." ajak Raisa pada Surya.
"iya nak, Bapak akan ikut dengan kamu, Bapak sudah tidak tahan berada di sini." ucap Surya.
"enak saja kalian mau pergi." sahut Fatma.
"aku akan menceraikan mu, saat ini juga aku jatuhkan talak 3 kepadamu Fatmawati binti Abdul Aziz." ucap Surya dengan lantangnya.
Bu Fatma terkejut suaminya langsung menjatuhkan talak padanya, dia protes tidak terima. sedangkan Reza menyuruh Raisa membawa pergi Surya, dia yang akan menyelesaikan urusan Fatma.
"aku akan memberikanmu uang, tapi dengan syarat kau jangan pernah mengganggu Raisa dan juga ayahnya. jika aku mengetahui kau mengganggunya, maka aku tak segan-segan akan menghancurkan mu. berikan nomor rekening mu !!"
Bu Fatma mengambil buku rekening dan memberikannya pada Reza. Reza mengambil buku itu dan menulis sejumlah uang yang banyak, dia memperlihatkan ponselnya pada Bu Fatma. wajah Bu Fatma berbinar melihat nominal yang tertera di layar ponsel Reza.
Reza pergi dari rumah itu. tak lupa ia berterima kasih pada Pak RT, Mba Feni dan juga warga setempat yang sudah membantunya.
Reza menghampiri Raisa yang berada tak jauh dari motornya. dia sudah memesan taksi untuk membawa Raisa dan juga Surya pergi ke rumah Karin, sedangkan dirinya mengikuti dari arah belakang taksi tersebut. tadinya Raisa ingin kembali ke rumah Bu Fatma ingin mengambil beberapa baju untuk ayahnya, namun Reza mencegahnya karena dia yang akan membelikan baju untuk Surya, Raisa menuruti perintah Reza karena Reza mengancam akan me*c**mnya jika dia tidak patuh padanya.
*flashback off*
"ya ampun, sampai segitunya ibu tiri Raisa ingin menukar calon mantuku pada bandot?" geram Mama Ayu.
"Reza, kalau boleh kau bawa Raisa ke sini, Papa ingin bertemu langsung dengannya."ucap Papa william.
'Alhamdulillah udah dapet restu nih. uhh, jadi ga sabar deh bobo bareng' sama Raisa, apalagi ekhem-ekheman. ngebayanginnya aja bikin si junior tegang. hihihi' batin Reza.
***********
Karin diantar pulang oleh Rafka. sesampainya di rumah Karin dia langsung membukakan pintu mobil kekasihnya itu.
"sayang, hati-hati turunnya." ucap Rafka.
"jangan lebay deh mas, kayak yang baru pertama kali naik mobil aja." sahut Karin risih di perlakukan seperti layaknya ratu.
"karena kamu itu berharga, jadi aku takut kamu lecet sayang."
Karin memutar bola matanya jengah, bukannya tersipu Karin malah sebel dengan sikap Rafka. awalnya Karin selalu tersipu dengan gombalan yang Rafka ucapkan tapi lama kelamaan dia merasa risih, Rafka menjadi sangat posesif semenjak dia menjadi kekasihnya.
'untung aja aku sayang sama kamu mas, kalo enggak udah aku tendang kamu jauh-jauh. heran deh keluar dari mobil aja harus selebay ini, di tuntun, pelan-pelan, udah kayak orang hamil aja.
aku gak biasa di perlakukan kayak gini. ya Allah kenapa juga punya cowok harus posesif kayak gini sih. huuh.. sebel.. sebel..' batin karin.
Karin hanya mampu menggerutu di dalam hatinya. jikapun berbicara langsung pada Rafka, takutnya Rafka merasa tersinggung. Karin adalah tipikal orang yang tidak enakan pada orang lain, jadi dia lebih memilih menyimpannya di dalam hati daripada bicara langsung. ini bukan kali pertama Rafka bersikap lebay menurut Karin, saat Karin sedang bekerja dan Rafka berkunjung ke cafe, Rafka melihat Karin tengah tersenyum pada pelanggan pria dia langsung protes.
'kamu gak boleh senyum sama cowok lain selain aku, karena aku gak mau senyum kamu di lihat cowok lain aku tidak suka'.
'jangan dandan terlalu cantik, nanti ada yang naksir sama kamu'
'jangan pakai baju yang ketat sayang' dan masih banyak kata 'jangan' yang lainnya.
padahal Karin tersenyum karena memang sebagai pekerja dia harus ramah pada pelanggannya, dia tidak pernah dandan yang berlebihan hanya memakai bedak dan liptint saja. masa saat bekerja dia harus keliatan pucat? yang ada pelanggan takut padanya, pakaian ketat? bagian mananya yang ketat? kebanyakan bajunya memakai ukuran yang agak longgar di badannya, dan Rafka masih protes? gila !! dia hampir gila menghadapi sikap Rafka.
"CUKUP!!" pekik Karin.