
Kenzo dan Kenzi sudah bersih, baju mereka pun sudah di ganti dengan yang baru. Karin membawa keduanya ke salah satu meja pengunjung, hari ini suasana cafe sedikit sepi jadi Karin bisa leluasa menemani si kembar Lusi juga tidak mempermasalahkan jika si kembar datang ke cafenya, walau bagaimanapun cafe itu juga maju berkat Rafka ayah si kembar.
"ayo anak-anak kita ke meja sana." ajak Karin menunjuk salah satu meja yang kosong.
"Rin aku mau lanjutin lagi tugasku, kau temani saja si kembar takutnya mereka berantem lagi." ucap Raisa.
"iya Sa, makasih ya udah mau bantuin."
"yaelah, kan mereka juga keponakanku juga, aku ke belakang lagi ya Rin, bye twins."
"bye aunty."
Raisa pergi ke arah dapur cafe untuk menyelesaikan tugas mencuci nya, sedangkan Karin duduk bersama si kembar.
"bagaimana sekolah kalian? apakah menyenangkan." ucap Karin membuka percakapan.
"ya kadang seru, kadang juga tidak." jawab Kenzo.
"kenapa begitu?" tanya Karin.
"Bunda kami itu sudah pintar, tidak perlu sekolah bahkan kami juga bisa mengerjakan soal orang dewasa." jawab Kenzi.
"membosankan Bunda, kita disana diajari berhitung 1+1 dan seterusnya. aku hanya mengikuti saja, awalnya seru kita bisa bernyanyi, bercerita dan juga menari, tapi lama kelamaan menjadi bosan Bun lebih baik aku ikut Daddy saja ke kantor disana jauh lebih baik." keluh Kenzo yang diangguki Kenzi.
Karin mengerti bagaimana perasaan Kenzo dan Kenzi, mungkin untuk anak seusianya yang lain sekolah itu hal yang seru bisa bernyanyi, belajar, bermain, banyak teman dan sebagainya. tapi semua itu tidak berlaku pada Kenzo dan Kenzi yang memiliki kecerdasan di atas rata-rata, bagi mereka mungkin sekolah itu membuang-buang waktu.
"sayang, dengarkan Bunda.!! kalian harus tetap sekolah, meskipun kalian itu pintar kalian tetap harus sekolah seperti anak yang lainnya, jangan mentang-mentang kalian memiliki kecerdasan lantas kalian menjadi sombong karena merasa kalian sudah mampu. kalian bisa menggunakan kecerdasan itu untuk membantu orang lain, seperti membantu anak yang tidak mampu sekolah karena tidak mempunyai biaya, membantu teman sekelas kalian yang sulit memahami pelajaran, kalian tahu kenapa Allah memberikan kalian kecerdasan?"
si kembar menggelengkan kepalanya.
"Karena Allah ingin kalian membantu orang lain dengan kemampuan yang kalian miliki, coba Kenzo dan Kenzi lihat anak-anak yang berada di jalanan, kebanyakan mereka bekerja demi menyambung hidup bahkan mereka putus sekolah karena tidak mempunyai biaya, jangankan untuk sekolah tempat tinggalpun mereka tak punya. lihatlah keadaan kalian yang terlahir dari orang kaya, memiliki kecerdasan, apapun yang kalian mau kalian bisa mendapatkannya sedangkan orang lain masih banyak yang kesusahan. kalian masih ingat bukan cerita Bunda saat pertama kali kita bertemu?"
"ingat Bunda."
"kalau kalian ingat berarti kalian harus apa?"
"bersyukur."
"iya Bunda mengerti." jawab keduanya.
"Bunda, bagiamana kalau kita membantu anak-anak jalanan yang tidak mampu sekolah.?" ucap Kenzo.
"ide bagus, tapi kalian harus izin dulu sama Daddy ya.?" jawab Karin.
"membantu apa dulu Kenzo? kan membantu itu banyak. ada membantu belajar, membantu membiayai, dan membantu lainnya." sahut Kenzi.
"tumben otakmu bekerja? biasanya sinyal otakmu loading dalam menangkap pembicaraan." ledek Kenzo.
Kenzi melipat kedua tangannya dan juga menggembungkan pipinya, siapapun orang yang melihatnya pasti akan gemas.
"dasar bocah gendut nakkaaaallll !! aku kan pintar, sembarangan saja kau bilang otakku loading." geram Kenzi.
Karin mulai menangkap sinyal perseteruan diantara si kembar, buru-buru Karin melerai keduanya.
"Stop!! jangan bertengkar lagi oke? Kenzo minta maaf pada kenzi, Kenzi juga minta maaf sama Kenzo." lerai Karin.
namun keduanya malah memalingkan muka ke arah berlawanan, Karin menghela nafasnya panjang melihat kedua anaknya itu.
"baiklah jika tidak mau baikan, Bunda gak akan mau lagi ketemu kalian mulai sekarang." ancam Karin
Kenzo dan Kenzi langsung meminta maaf satu sama lain, mereka takut akan ancaman Karin. keduanya begitu menyayangi Karin melebihi ibu kandung sendiri, jika saja mereka tidak mematuhi perintah Karin bisa-bisa mereka gagal memiliki Mommy baru seperti Karin.
"Bunda aku ingin mengatakan hal serius pada Bunda." ucap Kenzo.
"mengatakan apa kenzo? bicaralah Bunda akan mendengarkannya." tanya Karin.
"sebenarnya tadi saat berangkat sekolah...
**********************
udah aku usahain crazy up ya kakak-kakak semuanya. 🤗