Crazy Rich Duda

Crazy Rich Duda
Episode 104



Rafka beranjak dari duduknya ingin menemui si kembar dilihatnya si kembar masih tertidur dalam pelukan karin.


Rafka melihat Karin dengan tatapan yang tak bisa artikan, Kenzo mulai menggerakkan matanya perlahan dia membuka matanya menengok ke kanan dan ke kiri.


"Bunda bangun, Kenzo mau pipis." ucap Kenzo menepuk tangan Karin.


Karin membuka matanya dan mendudukkan tubuhnya.


"ayo Bunda bantu, tapi pelan-pelan ya." ucap Karin.


"boy sini biar Daddy aja yang nganter kamu, kasian Bundanya capek kata Oma daritadi bunda ngurusin kalian terus, jadi biarin bunda istirahat ya." ucap Rafka menawarkan diri.


"tidak usah." ucap Karin cuek.


"tidak apa-apa, biar mas yang bantu Kenzo ke toilet."


Karin tidak mendengarkan ucapan Rafka, dia menggendong Kenzo ke toilet karena kaki Kenzo sakit dan tidak boleh terkena air jadi harus ada yang menemani kalau Kenzo maupun Kenzi mau mandi dan juga ke toilet.


'karin kenapa? perasaan tadi baik-baik saja' batin Rafka bingung melihat perubahan sikap Karin.


saat sedang menunggu Karin dan Kenzo keluar Rafka melihat Kenzi mulai membuka matanya.


"hoooaamm." Kenzi menguap dengan lebar tanpa menutup mulutnya.


"girl kalau nguap itu di tutup mulutnya biar setan gak bisa masuk." tegur Rafka.


"eh hehe ada Daddy, sejak kapan Daddy ada disini?" tanya Kenzi cengengesan.


"udah daritadi, bagaimana lukanya masih sakit enggak?" tanya Rafka


"tadi katanya ada bagian lecet di punggung dad, mungkin karena sepatu preman tadi deh makanya lecet dan juga lebam." jawab Kenzi.


"sekarang masih sakit enggak?"


"udah mendingan Dad, tadi bunda udah nyuapin Kenzi sama kasih obat dan juga kasih salep di punggung Kenzi jadi udah gak sakit kayak tadi." jawab Kenzi polos.


terdengar bunyi pintu terbuka dari arah toilet, Karin keluar menggendong tubuh Kenzo.


"Bunda Kenzi laper lagi." rengek Kenzi.


Kenzi menggembungkan pipinya dan mengerucutkan bibirnya membuat siapapun yang melihatnya pasti gemas.


"Kenzo gak boleh kayak gitu sama adik sendiri, Kenzi mau makan apa nanti Daddy bawain?" ucap Rafka.


"mau makan buah aja sama Bunda." jawab Kenzi dengan wajah cemberutnya.


Karin membawa piring yang berisi buah-buahan segar yang tersedia di meja, Karin mengupas satu jeruk menyuapi Kenzi dengan telaten sesekali Kenzo juga minta di suapi oleh Karin.


"anak-anak Bunda mau ijin pulang dulu ya, nanti Bunda kesini lagi sama Aunty Raisa, uncle Kiki dan juga Opa Surya."


"iya Bunda." jawab si kembar mengangguk.


"mas anter ya." ucap Rafka.


"gausah aku bisa sendiri." Jawab Karin datar.


Karin mengusap kepala si kembar dengan sayang, dia meng***p kening Kenzo dan Kenzi bergantian.


"bunda pulang dulu ya , bye." pamit Karin.


"bye Bunda, Hati-hati." ucap Kenzo dan Kenzi.


Karin berlalu melewati Rafka tanpa berpamitan padanya membuta Rafka semakin heran dengan sikap Karin, dia juga pamit pada si kembar dan mengejar Karin.


Karin berjalan cepat keluar dari ruang rawat si kembar, Rafka memanggil Karin dari belakang tapi Karin tidak menanggapinya sama sekali.


"Kamu kenapa sih?" tanya Rafka yang berhasil menghentikan langkah karin.


"awas jangan halangi jalanku." jawab Karin mecoba melangkahkan kakinya namun Rafka tetap menghalanginya.


"jawab dulu pertanyaan mas." desak Rafka.


"aku capek tolong minggir dari jalanku!" tekan Karin.


tak ingin membuat Karin semakin marah dengan berat hati Rafka memberikan jalan untuk Karin, dia menatap punggung Karin yang semakin jauh dari pandangannya. karin meneteskan air matanya, dengan langkah yang semakin cepat Karin pergi dari rumah sakit milik Adijaya.