
Perut Karin semakin membuncit di usia kehamilannya yang sudah menginjak delapan bulan, tinggal menunggu satu bulan lagi Baby twin K akan lahir ke dunia.
Rafka mendapat laporan dari Dimas yang memberitahukan padanya kalau Vita kembali memaksa bertemu dengannya, Rafka bergidik ngeri membayangkan beberapa kali Vita menggodanya, beruntung Dimas selalu bisa mengendalikan Vita dan Rafka pun bersikap tegas padanya. Sejauh ini Karin tidak mengetahui perihal Vita, Rafka tidak ingin Karin jadi kepikiran dan mempengaruhi kandungannya. Untuk saat ini Rafka memutuskan untuk bekerja di rumah sekalian menjaga Karin, ia meminta Reza memegang perusahaan selama dia bekerja dari rumah.
"hiihh.. Ulat bulu yang mengerikan." gumam Rafka bergidik.
Kenzo mengerutkan dahinya melihat gelagat Rafka yang aneh, dia menghampiri Rafka.
"Daddy kenapa?" tanya Kenzo.
"gak papa, tadi uncle Dimas ngabarin kalau rubah itu datang lagi ke kantor, kamu sih ngelarang Daddy nyingkirin dia kalau bukan karena kamu udah Daddy buang dia jauh-jauh." gerutu Rafka.
Sebenarnya Rafka bisa saja menyingkirkan Vita, namun Kenzo melarangnya karena anaknya itu mempunyai rencana sendiri.
"sabar Daddy, Daddy gak usah repot-repot nyingkirin dia biar dia tersingkir dengan sendirinya." ucap Kenzo.
"tapi dia ganggu Daddy terus, Daddy takut kalau Bunda tau bisa kepikiran terus nanti Kasihan Adik bayinya." ucap Rafka.
"aku kesini mau tunjukin sesuatu sama Daddy." ucap Kenzo menyodorkan tabletnya pada Rafka.
Rafka mengambil tablet Kenzo, dia membuka file yang telah Kenzo siapkan.
"apa ini?" tanya Rafka.
"itu adalah file yang aku dapatkan berkat kepintaranku, semua itu bisa menghancurkan wanita rubah yang Daddy maksud dalam sekejap." jelas Kenzo.
Mata Rafka melotot sempurna, dia membuka semua data yang Kenzo dapatkan.
"darimana kau dapatkan semua ini?" tanya Rafka kaget.
Percakapan Kenzo dan Bagas terpotong saat Karin memanggil keduanya.
"mas, Kakak cepat turun." panggil Karin
"iya Bun, sebentar." sahut Rafka.
Kenzo menfambil kembali tabletnya, Rafka mengajak Kenzo untuk turun ke bawah bergabung dengan istrinya yang sudah menunggu makan malam di bawah.
Di tempat lain.
Vita melempar semua yang ada di atas meja, dia mengacak-acak rambutnya semua rencana yang dia susun selalu saja berhasil di gagalkan.
"Aaarrggghh, awas kau Dimas!! Jika aku sudah mendapatkan majikanmu sudah pasti kau akan ku tendang jauh dari hadapanku." teriak Vita.
Kring .. Kring..
Suara telpon berdering Vita melihat nama yang tertera di layar hp nya, Vita membanting hp nya sampai pecah. dia lupa kalau dirinya sudah punya janji dengan orang lain, Vita menggigit kukunya dengan perasaan yang berkecamuk.
"bagaimana ini? semuanya sudah habis tapi dia selalu mendesakku." ucap Vita resah.
Lama berfikir akhirnya Vita memutuskan untuk pergi, ia mengambil tasnya dan juga kunci mobil miliknya keluar dari kamar. Jolie melihat teman sekaligus bosnya pergi, ia hendak mengejar Vita namun sudah berhasil masuk ke dalam mobil dan melaju jauh dari tempatnya berdiri.
"mau kemana lagi dia? Rasanya aku sudah pusing menghadapi kelakuannya." keluh Jolie.
jolie mendapat banyak telpon dari berbagai perusahaan yang menanyakan Vita, pasalnya sudah banyak kontrak kerjasama yang di tandatangani oleh Vita namun Vita selalu saja pergi saat di butuhkan.