
lantunan lagu yang dinyanyikan oleh Aprilia terdengar sampai ke dalam cafe, nyanyian itu sampai ke telinga Karin meskipun sibuk dengan pekerjaannya, lagu nya sama persis dengan apa yang dia rasakan saat ini secara sadar dia ingin mengakhiri hubungannya dengan Rafka tapi jauh dari dalam lubuk hatinya ia berat untuk meninggalkannya.
Karin mengusap air matanya yang sudah jatuh tanpa seizinnya, dia kembali fokus bekerja karena tidak ingin berlarut dalam kesedihan ia mencoba untuk melupakan Rafka untuk saat ini.
Raisa merasa kasihan melihat Karin yang terus bersedih seperti ini, dia tak tega sebagai sahabat dia juga merasakan apa yang Karin rasakan selama ini Raisa juga kerap dihampiri berbagai masalah semenjak menjalin hubungan dengan Reza tapi mereka masih bisa melaluinya karena keduanya saling mencintai dan saling meyakinkan satu sama lain, berbeda dengan Karin yang menjalin hubungan dengan Rafka yang berstatus sebagai duda pastinya memiliki masa lalu dan pada akhirnya masa lalu itu kembali membuat hubungan Karin dan Rafka menjadi goyah terutama Karin yang merasa kedatangannya di hidup Rafka hanya di jadikan sebagai pengasuh bagi si kembar, dan pelampiasan bagi dirinya sendiri. awalnya Karin yakin dengan cinta Rafka, tapi dengan kehadiran Cristin dia mulai terluka dan menjadi ragu untuk melanjutkan hubungannya mengingat si kembar yang lebih membutuhkan ibunya daripada dia yang notabenenya adalah orang baru.
"bagi yang ingin menyumbangkan sebuah lagu boleh maju ke depan ya, atau mau request lagu silahkan dengan senang hati kami akan mempersembahkan apa yang kalian inginkan." ucap Aprilia setelah menyelesaikan satu lagunya.
Lusi berkeliling mencari Karin, saat dia menemukan sosok Karin dengan tergesa dia menarik tangan Karin dan membawanya keluar menuju panggung musik yang sedang berlangsung.
Karin kebingungan saat Lusi menarik tangannya, dia tak habis pikir Lusi membawanya naik ke atas panggung dengan penampilannya yang masih memakai seragam cafe lengkap dengan celemeknya.
"ini teman saya yang bernama Karin, dia akan menyumbangkan salah satu lagu untuk menghibur kalian semua." ucap Lusi dengan wajah tanpa dosanya.
Karin menyenggol tangan Lusi, dia berbisik di telinganya.
"kamu ini ngapain sih, malu tau di liatin banyak orang mana masih pake seragam cafe lagi." omel Karin.
"sekali-kali kamu itu nyanyi di atas panggung, jangan cuman nyanyi di kamar mandi sayang suara kamu itu bagus sangat layak untuk di publikasikan." ucap Lusi.
sebelum Karin berbicara kembali MC pria sudah mengangkat suaranya terlebih dahulu.
"ternyata bos cafe Diamond membawa seseorang untuk menyumbangkan lagunya, tepuk tangan semuanya." ucap MC dengan lantangnya.
prok .. prok .. prok ..
para penonton bertepuk tangan menyambut Karin.
"silahkan untuk mbak Karin mulai menyanyikan lagunya, kalau boleh tau lagu apa yang mau dinyanyikan?" tanya MC.
"emm apa ya?" cicit Karin bingung.
"bagaimana kalau nyanyi Sial yang sedang viral itu Rin?" saran Lusi.
"emm boleh deh," ucap Karin.
"guys katanya lagu Sial. kalian siap!!" sahut Aprilia.
"siap" teriak penonton.
"music" ucap MC.
Karin mengambil mic yang diberikan oleh MC, dia mendengarkan alunan musik sebelum memulai menyanyikan lagunya.
Sampai saat ini tak terpikir olehku
Aku pernah beri rasa pada orang sepertimu
Seandainya sejak awal tak kuyakinkan diriku
Tutur kata yang sempurna, tak sebaik yang kukira
Andai ku tahu semua akan sia-sia
Takkan kut'rima cinta sesaatmu
Yang datang beri harapan, lalu pergi dan menghilang
Tak terpikirkan olehmu, hatiku hancur kar'namu
Tanpa sedikit alasan, pergi tanpa berpamitan
Takkan kut'rima cinta sesaatmu
Seandainya sejak awal tak kuyakinkan diriku
Tutur kata yang sempurna, tak sebaik yang kukira
Andai ku tahu semua akan sia-sia
Takkan kut'rima cinta sesaatmu
Yang datang beri harapan, lalu pergi dan menghilang
Tak terpikirkan olehmu, hatiku hancur kar'namu
Tanpa sedikit alasan, pergi tanpa berpamitan
Tak akan kut'rima cinta sesaatmu
Sial-sialnya ku bertemu dengan cinta semu
Tertipu tutur dan caramu
Seolah cintaiku (cintaiku)
Puas kaucurangi aku?
Yang datang beri harapan, lalu pergi dan menghilang
Tak terpikirkan olehmu, hatiku hancur kar'namu
Tanpa sedikit alasan, pergi tanpa berpamitan
Takkan kut'rima cinta sesaatmu.
(Mahalini: sial)