Crazy Rich Duda

Crazy Rich Duda
Episode 176



Karin berjalan ke arah ruangan Rafka ia berpapasan dengan Vita, Karin melemparkan senyumannya ke arah Vita namun Vita tak membalasnya dia dengan sengaja menabrakkan pundaknya kepada Karin.


bughh..


Tubuh Karin sempat terhuyung namun Dimas datang menahannya,Vita tersenyum sinis ke arah Karin, saat Dimas hendak memarahi Vita Karin langsung mencegahnya dengan menggelengkan kepalanya.


"kau tidak apa-apa nyonya?" tanya Dimas.


"tidak apa-apa, terimakasih telah menolongku." ucap Karin membenarkan posisi tubuhnya.


"dasar cewek kampung." ucap Vita sinis.


Vita memakai kacamata hitamnya lalu mengibaskan rambutnya berjalan melanggak-lenggok keluar dari perusahaan Rafka, Karin mengusap perut buncitnya dia bersyukur janinnya tidak apa-apa.


"mari nyonya saya akan mengantarkan nyonya ke ruangan tuan Rafka." ucap Dimas.


"baiklah."


Dimas mengekor di belakang Karin, dia takut terjadi sesuatu lagi kepada istri majikannya sebenarnya dia sangat tidak menyukai model yang bernama Vita karena keangkuhannya dan juga kesombongannya padahal Dimas tau kalau Vita menyukai Rafka, sebagai asisten pribadi tentunya Dimas mengetahui segalanya.


'aku tidak boleh lengah, ular itu pasti akan mengganggu nyonya Karin lagi selama tuan Rafka belum jatuh ke tangannya, takkan ku biarkan itu terjadi.' batin Dimas.


Dimas membukakan pintu ruangan Rafka, Karin masuk menghampiri suaminya yang sedang duduk di kursi kerjanya, sedangkan si kembar yang pastinya sedang sibuk dengan gawainya.


"mas" panggil Karin.


Rafka menghentikan pekerjaannya, dia bangkit dari duduknya menghampiri Karin memapahnya untuk duduk. Karin melihat baju yang di pakai Rafka berubah, seingatnya suaminya pakai baju berwarna navy tapi sekarang menjadi warna abu.


"mas kamu ganti baju?" tanya Karin.


"iya, tadi ketumpahan pas lagi minum kopi." jawab Rafka berbohong.


"ya namanya juga lagi ngidam sayang, mas juga gak tau pas tadi liat karyawan nyeduh kopi mas jadi pengen." kilah Rafka.


'ya Allah ampuni hamba yang telah berbohong kepada istri hamba' batin Rafka.


Kari manggut-manggut mendengar jawaban Rafka, dia lupa kalau suaminya yang mengidam bukan dirinya dari awal kehamilannya sampai sekarang Karin sama sekali tidak pernah menginginkan sesuatu yang aneh.


"Anak-anak mana mas? Katanya mau kesini." ucap Karin.


"mereka lagi di kamar, biasalah mereka lagi sibuk dengan tabletnya tau sendiri bukan kalau mereka itu sangat suka diam di perusahaan makanya kalau gak sekolah pada pengen ikut." ucap Rafka.


"aneh banget ya mas, anak yang lain sukanya main ke time zone atau ke taman pokokknya yang ada permainannya tapi mereka malah suka mainnya ke perusahaan?" ucap Karin.


"ya gapapa, nanti juga perusahaan ini mereka yang nerusin sebagai orangtua kita hanya bisa mendukung apa yang mereka sukai." ucap Rafka.


orang yang dibicarakan oleh Rafka dan Karin kini keduanya datang ikut bergabung dengan orangtuanya, Karin menyambut kedatangan si kembar dengan memeluknya.


"Bunda" panggil Kenzi berlari ke arah Karin.


"sini sayang." ucap Karin merentangkan tangannya.


Saat Karin memeluk kedua anak sambungnnya, Kenzo menatap Rafka memberikan isyarat yang hanya merekalah yang mengetahuinya.


"Bunda bawa baju ganti, kalian ganti baju dulu ya nanti kan kalian mau lihat adik bayi." ucap Karin.


"iya Bundaku tersayang." ucap Kenzi.


"kalian ganti baju dulu, Daddy tadi sudah memesan makan siang nanti kalau sudah datang makanannya kita makan bareng." ucap Rafka.


Si kembar menganggukkan kepalanya, mereka mengganti bajunya di kamar Rafka yang tersembunyi di balik rak buku."