Crazy Rich Duda

Crazy Rich Duda
Episode 46



Papa William menundukkan kepalanya. dia masih begitu ingat kejadian masa lalu yang pernah dia perbuat, bahkan sangat menyakiti hati sang istri tercintanya.


"tenang aja Ma, Reza pasti akan selalu mengingat pesan Mama." ucap Reza dengan penuh keyakinan.


"Maafkan kesalahan Papa di masa lalu ya Ma." ucap Papa William dengan tatapan penuh penyesalan pada Mama Ayu.


"sudahlah, yang lalu biarlah berlalu, lagian itu juga masa lalu dan sekarang adalah masa depan jadi kita harus membuka lembaran baru. betuull?" ucap Mama Ayu.


"BETUL !!!" jawab Reza dan Zidan kompak mengacungkan jempolnya.


Zidan yang sedari tadi diam akhirnya buka suara membenarkan ucapan Mama Ayu.


"ehh tunggu, memangnya Papa Will buat kesalahan apa sama Mama?" tanya Zidan super kepo.


Zidan sudah menganggap Mama Ayu dan Papa William sebagai orang tuanya sendiri, jadi dia memanggil sebutan Mama dan Papa seperti Rafka dan juga Reza.


"jadi, dulu perusahaan Papa sudah kembali sukses tapi di balik kesuksesan itu Papa seakan lupa daratan. ada seorang wanita yang bekerja dengan papa sebagai model yang akan membintangi iklan di perusahaan, dia merayu papa dan mendekatinya. awalnya Papamu tidak memperdulikannya, tapi lama kelamaan papa mulai nyaman dengan si model itu. diam-diam papa menjalin hubungan di belakang Mama selama 3 bulan, Papamu sering pulang terlambat ke mansion dan itu menjadi titik curiga Mama sama Papa. saat itu Mama sedang Hamil muda jadi tidak bisa memanjakan papa mu karena setiap berdekatan dengan papa mu Mama akan mual dan muntah.."


*flashback on*


tiba-tiba Ayu ingin membuat makan siang untuk William, dia memasak menu makanan kesukaan William. selesai memasak Ayu mengganti pakaiannya, dia kemudian pergi diantar oleh supir menuju perusahaan suaminya.


beberapa saat kemudian..


Ayu masuk ke dalam perusahaan, para pegawai di sana membungkuk hormat padanya. Sampai di ruangan CEO dia bertemu sekertaris suaminya, sekertaris itu terkejut melihat istri bosnya datang. wajahnya langsung pias.


"aku ingin menemui mas William, apa dia ada di ruangannya?" tanya Ayu.


"A-da nyo-nya, ta-pi beliau sedang ada tamu." jawab sekertaris itu tergagap.


"tidak apa-apa, aku akan masuk mas William juga sepertinya tidak masalah jika aku masuk ke dalam." ayu langsung melangkahkan kakinya ke ruangan William.


Sekertaris itu ingin mencegahnya, namun ayu keburu membuka pintunya.


Deg !!


Saat pintu terbuka Ayu kaget, dia mendengar suara erotis yang berasal dari kamar yang di sediakan khusus untuknya.


prang ..


bekal yang Ayu bawa jatuh di atas lantai, dia langsung menutup mulutnya. Air matanya luruh, lututnya seketika menjadi lemas tak bertenaga.


dengan tubuh yang bergetar dia melangkahkan kakinya menuju kamar itu. perlahan dia membuka pintu itu, hatinya merasa terbakar, nafasnya tercekat melihat suaminya sedang bertukar peluh dengan wanita lain.


"M-as William, Jadi ini alasan mengapa kau selalu pulang terlambat?"


William kaget melihat istrinya sedang berada di ambang pintu. dia langsung bangkit mengambil pakaiannya dan mendorong wanita yang sedang berada di atas tubuhnya, dengan cepat dia menghampiri Ayu.


"sayang, aku bisa jelaskan semuanya." ucap William memegang tangan ayu.


PLAK ..


"lepaskan tangan kotormu dariku !!" Pekik Ayu.


"sekarang juga aku akan menggugat cerai kamu mas, setelah apa yang telah aku korbankan untukmu. inikah balasanmu, Hah?!! bahkan kau melakukannya saat aku sedang mengandung anakmu." teriak Ayu dengan memukul-mukul badan William.


Ayu pergi meninggalkan ruangan suaminya, dia berlari masuk ke dalam lift untuk turun ke bawah. William langsung memakai kemejanya, saat hendak menyusul Ayu tangannya di tahan oleh model tersebut.


"kau mau kemana Honey?" tanya si model.


"Lepaskan, pergi kau dari sini !!" sentak William.


William menghempaskan tangan wanita itu, dia berlari ke arah lift dan menekan-nekan tombol lift untuk segera turun ke bawah. sesampainya dia di bawah, dia tidak melihat Ayu.


dia berlari menuju mobilnya, berharap istrinya masih di area perusahaan. lama berkeliling namun tak mendapati istrinya, William mengemudikan mobilnya menuju Mansion miliknya.


William masuk mencari keberadaan istrinya, tapi nihil dia tetap tidak menemukannya, bertanya pada pekerja di mansion pun dia hanya mendapat kabar bahwa istrinya belum kembali pulang setelah pergi ke kantornya.


teleponnya berdering, dia membulatkan matanya tatkala mendengar istrinya kecelakaan. dengan tergesa-gesa dia berlari masuk ke dalam mobilnya, dengan kecepatan penuh dia menuju rumah sakit dimana istrinya berada.


sesampainya di rumah sakit dia langsung berlari menuju kamar istrinya. alangkah terkejutnya ia mendapat kabar dari dokter bahwa dia kehilangan bayinya dan istrinya pun koma.


orang tua William datang setelah mendengar kabar kalau menantunya di larikan ke rumah sakit akibat kecelakaan. mereka bertanya pada William bagaimana keadaan menantunya, William menceritakan dengan jujur kejadiannya dari mulai dia kepergok selingkuh sampai akhirnya istrinya kecelakaan. Orangtuanya Marah, tuan Adijaya menghadiahi pukulan bertubi-tubi pada anaknya, Nyonya Dewi pun ikut menampar putranya tersebut. William Pasrah menerima semua perlakuan dari kedua orangtuanya.


Ayu koma selama dua bulan. setelah dia sadar dari komanya, dia dibawa pergi oleh mertuanya ke luar negeri. tuan Adijaya sengaja menjauhkan Ayu dari William, karena tidak ingin sampai Kondisi Ayu drop kembali jika dia bertemu lagi dengan William. bukan perkara mudah menghadapi kenyataan bahwa dia kehilangan anak pertamanya dan juga suami berselingkuh di belakangnya.


William selalu berusaha untuk menemui Ayu saat itu, tadinya Ayu enggan menemuinya karena masih tidak terima atas perlakuan suaminya itu. William terus berusaha, dia tidak memperdulikan badannya yang sudah mulai tidak terurus, dia juga pulang pergi menggunakan jet pribadinya hanya untuk bisa menemui Ayu.


setelah satu tahun lamanya William berjuang mendapatkan Ayu kembali akhirnya membuahkan hasil, Ayu memberi kesempatan kedua pada William karena dia merasa perjuangan William untuk kembali padanya memang dengan niat bersunguh-sungguh. tuan Adijaya mendukung apapun keputusan menantunya dengan syarat jika William berani bermain api lagi di belakang Ayu, maka William harus menghadapinya.


beberapa bulan memulai kembali bahtera rumah tangganya, William dan ayu di karuniai seorang anak lelaki yang di beri nama Rafka. selang 3 tahun Ayu kembali lagi mengandung anak ke 2 sampai lahirlah anak lelaki lagi yang di beri nama Reza.


*flashback off*


" maka dari itu Mama selalu mengingatkan kalian. jika punya pasangan bukan hanya memiliki sifat baik, harus memiliki sifat tulus dan juga jujur itu yang paling utama." ucap Mama Ayu.


"Brengsek !! Jadi begitu kelakuan Papa di masa lalu?" geram Reza.


"ku kira cupu, ternyata suhu." sahut Zidan ikut geram pada papa William.


Papa William diam, dia tidak bisa membela dirinya karena memang dia bersalah pada Mama Ayu.


"Hey boy, sudahlah itu sudah berlalu, setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan. jika kita tidak pernah berbuat salah, mustahil ada penyesalan yang bisa mendatangkan perubahan pada diri kita." sahut Mama Ayu, dia takut kedua bujang itu menghajar suaminya.


"maka dari itu papa selalu berusaha mendidik kalian menjadi pria yang bertanggung jawab, agar tidak brengsek seperti papa bagi Papa. siapapun yang akan menjadi jodoh kalian di masa depan papa tidak akan menghalanginya, selagi kalian saling jatuh cinta dibarengi dengan kejujuran dan ketulusan, tidak perlu dari kalangan pengusaha dan juga setara, semua manusia itu sama di mata Tuhannya."


Reza menghela nafasnya, dia tidak boleh terbawa emosi. bagaimanapun itu adalah masa lalu orang tuanya yang tidak bisa dia hakimi di masa depan.


"makanya aku tidak mau dekat dengan wanita, karena sebagian banyak dari mereka hanya ingin harta saja. aku tidak mau seperti kak Rafka yang ditinggalkan oleh istrinya ketika dia sedang terpuruk, aku jadi lebih hati-hati dalam memilih pasangan, dan sekarang aku telah menemukan wanita pilihanku." ucap Reza.


"siapa wanita itu Za?" tanya Mama Ayu dengan wajah berbinar.


"dia adalah.."