Crazy Rich Duda

Crazy Rich Duda
Episode 133



setelah makan di rumah Rafka dan menghabiskan waktu bersama si kembar Karin diantar pulang oleh Rafka yang terus cemberut.


" mas kamu kenapa cemberut terus kayak gitu?" tanya Karin mengusap lengan Rafka.


Rafka menoleh ke arah Karin, bibirnya malah tambah mengerucut membuat Karin tak bisa menahan tawanya.


" hahaha mas jangan kayak gitu dong bibirnya." ucap Karin tertawa.


"ihh kok kamu malah ketawa kayak gitu sih, aku lagi pusing tau." rengek Rafka.


"memangnya kenapa?"


" kita gak boleh ketemu loh ini sampai kita menikah, satu hari aja gak ketemu aku gak kuat apalagi Mama merampas hp ku gak boleh video call ataupun nelpon kamu." keluh Rafka.


"kan cuman 5 hari mas, lagian kita kan nanti bakal serumah bareng kalau udah sah." ucap Karin.


Rafka mengangguk pasrah, namun tiba-tiba sebuah ide muncul di kepalanya.


"sayang aku tidak apa-apa kalau harus di pingit, tapi ada satu hal yang harus kamu persiapkan dari mulai sekarang." ucap Rafka menyeringai.


Karin mulai was-was melihat ekspresi Rafka yang menurutnya mencurigakan.


"a-pa yang ha-rus di persiapkan?" tanya Karin gugup.


Rafka menepikan mobilnya, dia mencondongkan tubuhnya ke arah Karin sehingga aroma maskulin tercium oleh Karin yang membuat hatinya dag Dig dug ser..


dug dug dug..


"ma mau a-pa ka-mu mas?" tanya Karin terbata dan langsung menutup kedua gunung kembarnya.


" mau makan kamu." ucap Rafka.


"jangan mengada-ada deh mas kita masih belum halal loh." ucap Karin mulai panik.


Rafka mencubit hidung Karin dengan gemas, ternyata calon istrinya tidak sepolos yang dia kira.


"pikiran kamu itu ya udah kotor duluan, mana mungkin aku nyicil dari sekarang yang benar saja aku masih tahan sampai nanti buka puasa, aku cuman mau bilang kamu harus persiapkan diri kamu di malam pertama nanti aku bakal mengurung kamu selama 3 hari tiga malam." ucap Rafka.


Glukk...


' yang benar saja aku di kurung selama itu, hiih apa semua duda yang buka puasa seperti itu ya' batin Karin ngeri.


di tempat lain tepatnya di hotel yang mana akan di langsungkan resepsi megah dan mewah untuk Rafka dan Karin sedang dalam tahap pemasangan dekor oleh MUA terkenal dan terbaik yang ada di negaranya, Reza dan Raisa di tugaskan Mama Ayu untuk meninjau berapa persen persiapan yang sudah dikerjakan.


Raisa dan Reza mampir ke restoran untuk mengisi perutnya, Reza memesan ruangan VVIP yang di sediakan hanya untuk berdua saja.


"yang." panggil Reza.


Raisa menoleh ke arah Reza.


"ada apa kak?" tanya Raisa.


"yang sini deh." titah Reza.


Raisa menuruti kemauan Reza, dia merapatkan tubuhnya pada Reza yang langsung mendapatkan pelukan hangat dari kekasihnya itu.


"yang kalau nyicil sebelum nikah boleh gak?" tanya Reza.


"nyicil apa? emangnya kakak punya hutang?" tanya Raisa bingung.


"bukan itu yang, nyicil ini." tunjuk Reza pada bibir Raisa.


"jangan aneh-aneh deh kak, tunggu aja kalau memang udah waktunya juga kamu bisa mendapatkannya tanpa harus meminta padaku." ucap Raisa.


Reza menatap Raisa dengan lekat, namun fokusnya tertuju pada salah satu bagian wajah yang berwarna merah seperti Cherry, semakin dia menatapnya semakin dekat pula wajahnya dengan wajah Raisa.


dug .. dug .. dug ..


jantung Raisa mulai berdegup kencang, dia memundurkan wajahnya sampai hampir terjungkal namun dia berpegangan pada meja.


Raisa memejamkan matanya, sebelum Reza mendaratkan bibirnya ada tangan yang menarik kupingnya dengan kuat sampai kulitnya berubah menjadi merah.


" berani ya kamu bontot maen nyosor aja, di suruh check gedung buat resepsi malah enak-enakan mojok disini." ucap Papa William .


"aduh aduduh sakit Pa, bisa lepas ini kupinnya." protes Reza.