ACCIDEN IN LOVE

ACCIDEN IN LOVE
Episode 96



Zafian bagai orang yang kehilangan separuh nyawanya, terkejut dengan pemandangan yang tak terduga di depannya, berusaha menyadarkan diri dan berteriak sekuatnya.


"Yang..!"


Zafian menyambar tubuh yang hampir saja menyentuh tanah.


Rupanya bukan hanya Zafian yang terkejut melihat istrinya kini terjatuh dan memejamkan matanya.


"Sh-it!, Apa yang kau lakukan Red!" Teriak Elonar merasa shock melihat Afita kini tak berdaya.


"Memangnya kenapa?, Bagus satu musuh kita tumbang bukan?" Jawab Jarred tanpa merasa menyesal sedikitpun.


"Ba-ng-sat, kau sengaja melakukannya!" Teriak Elonar begitu murka dan terlihat dari sorot matanya.


"Kau marah padaku?!" Teriak Jarred tak terima.


"Kau_!"


Belum lagi Elonar melanjutkan ucapannya, Teriakan Zafian mengagetkannya.


"Bangun yang!, Jangan begini, siapa saja, Tolong!" Teriak Zafian semakin panik saat Tubuh Afita mulai kejang dan membiru.


Elonar hendak berlari, kata hatinya tidak bisa lagi diam melihat keadaan wanita yang diinginkan tengah mempertahankan nyawanya.


Dan di saat Elonar berlari mendekat, sebuah tendangan telak tiba-tiba saja menyerang tubuhnya hingga terpelanting ke belakang cukup keras,


"Kalian akan menerima balasannya!" Tiba-tiba saja muncul sosok laki-laki yang tak tau darimana datangnya.


Jarred membantu Elonar untuk berdiri, dan keduanya terperangah dengan apa yang terjadi, melihat sosok laki-laki yang muncul dan dipastikan telah melakukan teleportasi.


"Dia_, aku pernah bertemu, ada hubungan apa dengan Afita?" Ucap Elonar yang tengah menahan sesak di dadanya.


Evan segera memutuskan tatapan tajamnya, mengerti bagaimana kondisi sepupunya, tidak lagi ada kesempatan untuk mengurus kedua musuhnya, segera berlari memberikan bantuan ke Afita.


Segenap kekuatan tenaga dalam di salurkan untuk mempertahankan kekuatan tubuh Afita melawan racun yang mematikan.


"Tolonglah Ev, aku mohon!" Ucap Zafian yang kini begitu panik.


"Aku akan membawanya ke tempat aman, untuk sementara tenaga dalamku yang aku masukkan masih mampu membuatnya bertahan" ucap Evan dengan serius.


Nampak Zafian begitu terluka hatinya, sejenak amarahnya muncul kembali dan langsung menyerang kedua musuhnya dengan kekuatan yang lebih besar.


"Kalian harus mati!" Teriak Zafian bagai orang kesetanan, melesat meninggalkan Evan dan Afita


"Kak, Tunggu!" Teriak Evan terkejut dengan apa yang di lakukan oleh Zafian.


Elonar yang masih merasakan nyeri karena tendangan seorang Evan, segera melompat menjaga jarak akan serangan Zafian, begitu juga dengan Jarred yang nampak terkejut tak menyangka kekuatan musuhnya bisa meningkat sehebat ini.


Hingga serangan Zafian mampu menghantam dengan keras tubuh Jarred dan membakar bajunya sejenak.


"Akh!" Jarred berteriak, namun tidak ada yang peduli, karena Elonar sendiri harus menghadapi serangan Zafian selanjutnya.


Tersungkur bersimbah darah, itulah yang terjadi saat ini terhadap Elonar, tangan apinya terluka karena tak mampu menahan serangan Zafian.


Disaat Zafian mengeluarkan kekuatan api yang sangat besar di tubuhnya, Evan segera melompat dan mendorongnya untuk tersadar.


"Kak Afita membutuhkanmu, Sekarang!" Teriak Evan.


Zafian terpaksa menghentikan serangannya, membalikkan badan dan berlari ke tempat sang istri.


Kesempatan ini di gunakan oleh Elonar dan Jarred untuk segera lari menyelamatkan diri dengan luka yang lumayan serius kali ini.


Zafian dan Evan tidak bisa berbuat banyak, Racun itu begitu kuat hingga berulang kali tenaga dalam Evan di berikan dan tidak sanggup lagi melakukan teleportasi.


"Berikan tenaga dalammu padaku kak, dan aku akan membawa kalian pergi dari sini, secepatnya!" Ucap Evan.


Namun belum sempat Zafian melakukannya, tiba-tiba saja muncul dengan cepat sosok laki-laki melesat bagai kilat dan sudah berada diantaranya.


"Astagfirullah, Afita!, Apa yang terjadi!" Teriak histeris Aftan yang tidak percaya dengan apa yang dilihatnya saat ini.


"Maaf, aku tidak bisa melindunginya"


Tamparan keras di berikan oleh Aftan tepat di wajah Zafian hingga membuat darah segar keluar dari bibirnya yang pecah.


"Cukup!, Kak Afita lebih penting!" Teriak Evan berusaha menengahi.


Zafian masih terdiam, Aftan dengan gemuruh di dadanya berusaha untuk meredam emosinya akan Zafian yang dianggap tidak becus melindungi adiknya.


Dengan kasar, Aftan menarik Evan untuk duduk, memberikan bantuan tenaga dalamnya untuk melakukan teleportasi yang diinginkan, keduanya menghilang seketika, bersama dengan Afita yang sudah terbawa, hanya tinggal Zafian yang masih terdiam.


Nampak Beberapa pengawal menyadarkan Zafian, lalu mengajaknya untuk segera kenali ke Mansion karena musuh sudah mundur dengan tiba-tiba.


"Bagaimana dengan Bunda?" Tanya Zafian yang baru teringat.


"Semuanya aman tuan, sudah menuju ke Mansion bersama dengan tuan Firman dan yang lainnya"


Zafian segera melesatkan mobilnya kembali ke Mansion, berharap Afita di tempatkan disana walaupun dengan kemarahan Aftan, dia akan menghadapinya.


*


*


Evan berhasil melakukan teleportasi, sementara Aftan sedikit tidak senang karena bukan tempat yang di harapkan sebagai tujuan untuk menempatkan Afita dengan aman.


"Kenapa harus di sini?" Protes Aftan.


"Ck, jangan egois kak, Mansion ini adalah tempat kak Afita saat ini" ucap Evan.


"Dan aku harus bertemu laki-laki yang tidak becus menjaga istrinya sendiri tiap hari disini!" Sahut Aftan masih menahan emosi.


"Ayolah, kita pikirkan saja apa yang harus kita lakukan untuk segera menyelamatkan kak Afita!" Sahut Evan.


Aftan segera memberikan tenaga dalamnya ke tubuh Afita, terkuras begitu cepat saat melakukannya, sedikit mengerutkan kening untuk berpikir bagaimana bisa hal itu terjadi dan tidak seperti biasanya.


"Apa kau juga merasakannya kak?" Tanya Evan.


"Hem, tubuh Afita menyerap kekuatan tenaga dalamku begitu cepat, aku bisa melemah dengan cepat kalau seperti ini" jawab Aftan semakin cemas.


"Racunnya benar-benar dahsyat, dan _"


"Ailina yang saat ini aku harapkan!" Sahut Aftan berharap Evan mau menjemputnya dengan kekuatannya.


"Oh, sial, berdoalah dia masih berpakaian lengkap, karena kalau tidak, kali ini aku akan mati di tangannya saat tiba-tiba membawanya pergi" sahut Evan dan segera menghilang tanpa menunggu jawaban dari Aftan.


Tak lama kemudian, Muncul kembali Evan membawa wanita yang dengan cepat sudah memukul Evan di depan Zafian.


"Keterlaluan kau Kak!" Teriak Ailina melakukan aksinya.


"Tolong Afita" sebuah ucapan membuat Ailina terkejut dan baru menyadari kalau sudah berpindah tempat.


"Kak Afita!, Apa yang terjadi?!" Teriak Ailina terkejut setengah mati, dan segera memeriksa keadaannya.


"Ini Racun yang tidak biasa, menggunakan kekuatan dalam saat memasukkannya ke tubuh kak Afita, siapa yang melakukannya?" Tanya Ailina sambil memberikan kekuatannya untuk menghentikan titik-titik rawan agar racun tidak cepat menyebar.


"Aku tidak mengenalnya, apa yg bisa aku bantu?" sahut Aftan tengah mengamati apa yang dilakukan Wanita yang masih menduduki hatinya.


"Tunggu sebentar, aku akan mengamankan racun dalam tubuhnya agar tidak menjalar ke organ yang fatal" ucap Ailina yang nampak berpikir keras, saat merasakan sesuatu.


"Hati-hati dengan tenaga dalammu, tubuh Afita bisa mengambilnya dengan cepat" sahut Aftan masih memperhatikan.


"Dan itu bisa terjadi karena _" sesaat Ailina terdiam, menghentikan ucapannya.


Tentu saja Aftan dan Evan nampak cemas menunggu kelanjutan perkataan Ailina yang nampak begitu serius.


"Karena apa?" Tanya keduanya hampir bersamaan.


Yang makin penasaran, harap bersabar, dan ingat untuk memberikan HADIAH, VOTE, LIKE KOMEN dan Tonton IKLANNYA.


Bersambung.