ACCIDEN IN LOVE

ACCIDEN IN LOVE
181. Firman_Naura 34



Pagi hari menjelang, dalam beberapa jam saja, Naura masih berada disamping Firman dan tak mau meninggalkannya.


"Kamu belum beristirahat sama sekali, bagaimana kalau aku gantikan saja" ucap Afita.


"Tidak apa-apa kak, aku masih kuat" jawab Naura.


"Tapi kamu juga butuh istirahat Nau, setelah apa yang sudah terjadi denganmu, lihat saja, wajahmu masih ada sisa bengkak yang belum hilang" ucap Afita.


"Tapi kak?"


"Biar Mommy saja" ucap seseorang yang mengejutkan keduanya.


DEG.


"Mom!" Ucap Naura saat menoleh ke belakang dan terkejut mendapati Farah ada di sana dan langsung berlari memeluknya.


"Istirahatlah sayang, biar Mommy yang akan menunggu Firman" ucap Farah dengan lembut mengusap punggung Naura yang masih dalam pelukannya.


"Tidak apa-apa Mom, aku baik-baik saja dan ingin menunggu suamiku disini" jawab Naura.


"My God, wajahmu, apa kamu mengalami kekerasan?" Tanya Farah terkejut saat menyadari luka lebam yang masih tersisa di wajah Naura.


"Aku tidak apa-apa mom" jawab Naura, dan langsung kembali dipeluk dengan erat oleh Farah.


"Tante baru datang?" Tanya Afita.


"Iya, terimakasih Afita" ucap Farah


Afita tersenyum, Naura juga melepaskan pelukannya dan Farah berjalan menguatkan diri melihat keadaan sang putra.


"Apa Firman suda tersadar?" Tanya Farah.


"Sudah Mom, sekarang hanya tertidur saja, mungkin karena efek bius saat operasi yang masih ada" jawab Naura.


"Masa kritisnya juga sudah terlewati Tante, semoga setelah ini bisa di pindahkan ke ruang perawatan" sahut Afita membuat Farah semakin lega.


Farah memegang tangan Firman dan membelai dengan lembut, tak lama terlihat pergerakan ditangan Firman disertai matanya yang perlahan terbuka.


"Mom?" Ucap lirih Firman.


"Sayang" ucap Farah yang sudah menitikkan air mata.


Firman tersenyum, seolah memberitahukan bahwa keadaannya sudah lebih baik dan tidak perlu terlalu dicemaskan.


"Kamu masih merasakan sakit?" Tanya Farah yang tak tau harus berkata apa.


"Jangan terlalu di beri pertanyaan, putra kita sedang butuh istirahat" sahut seseorang yang tak lain adalah Firdaus.


Afita mengangguk memberi salam, lalu kemudian pamit untuk keluar dan memberi waktu bergantian berada dalam ruangan.


"Aku sudah berbincang dengan Zafian, dan aku pastikan orang yang sudah melakukan hal ini akan mendapat hukuman yang setimpal, setelah ini, urusan hak Naura sebagai ahli waris dari kakeknya akan aku selesaikan" ucap Firdaus nampak menahan amarahnya.


"Dad, itu tidak perlu, saya juga tidak menginginkannya" jawab Naura.


"Tapi aku yang menginginkan kamu tidak di injak-injak lagi oleh keluarga besar mu yang serakah akan harta, aku sudah mendengar semua ceritamu dari Zafian, jangan harap mereka semua akan lolos begitu saja" ucap Firdaus membuat Naura hanya terdiam.


"Dad, tidakkah ingin memelukku?" Sahut Firman.


Firdaus tersadar dari emosinya, segera berjalan maju dan memeluk sang putra dengan hati-hati.


"Aku tau kamu putraku yang sangat kuat, luka seperti ini tidak akan membuatmu tumbang begitu saja" ucap Firdaus yang sebenarnya ingin menguatkan hatinya sendiri.


"Terimakasih Dad, semua berkat didikan Daddy selama ini" jawab Firman.


"Hem, cepatlah sembuh, karena Pesta pernikahanmu tinggal satu Minggu lagi, aku akan mengumumkan pada dunia bahwa putraku sudah menemukan belahan jiwanya" ucap Firdaus tersenyum.


"Siap Dad" jawab Firman.


"Satu lagi, mereka tidak akan berani mengusik Naura setelah tau dia menantu siapa setelah ini, agar kejadian seperti ini tak terulang lagi, setidaknya orang-orang yang berniat jahat akan berpikir ribuan kali" sahut Firdaus kembali.


"Asalkan menantu kesayangan kita ini tidak menyembunyikan statusnya lagi" sahut Farah.


"Maaf Mom, bukan begitu maksud ku" jawab Naura.


"Aku tau sayang, Mommy hanya bercanda" sahut Farah sambil tersenyum dan memegang erat tangan menantunya.


Beberapa jam kemudian Firman dipindahkan ke ruang perawatan lanjutan seperti yang sudah diberitahukan sebelumnya.


"Aku merindukanmu" jawab firman dengan senyum anehnya.


"Maksudnya?" Tanya Naura khawatir akan kebenaran dugaannya.


"Aku menginginkan mu sayang, sangat" ucap Firman.


"Oh my_, apa dokter salah memberimu obat, lukamu saja masih basah" jawab Naura membelalakkan mata tak percaya dengan pikiran aneh Suaminya.


Firman tersenyum dan menahan tawa melihat ekspresi istrinya, sengaja dirinya menggoda walaupun pada kenyataannya seperti itulah yang dirasakannya.


"Tapi aku jujur padamu yang" ucap Firman lagi.


"Aku bertanya soal keadaan kesehatan mu sayang, gak usah ada jawaban nyleneh kayak gitu, ingat, beberapa hari lagi ada pesta pernikahan kita, butuh tenaga yang cukup untuk melakukan hal itu" sahut Naura.


"Heh, aku merasa itu tidak penting" jawab Firman.


"Ck, jangan berpikir yang macam-macam, aku tidak akan memberikan hal itu sampai kamu benar-benar sembuh dari luka operasi" sahut Naura.


"Itu terlalu lama, kita bisa mencoba posisi aman untuk luka ku, bagaimana?" Tanya Firman.


"Sayang!" Teriak Naura.


"Ada apa ini?" Sahut seseorang yang tak lain adalah Zafian.


"Kak?" Jawab Naura terkejut.


"Kenapa kalian ini?" Tanya Zafian lagi.


"Tidak ada, hanya permasalahan posisi yang aman untuk melakukan hubungan_"


"Yang!, Jangan ngomong aneh-aneh, bikin malu saja" ucap Naura memperingatkan dengan tatapan tajamnya, lalu segera pamit keluar karena tidak ingin mendengar lagi pembicaraan konyol suaminya.


"Kau ini, saat sakit jangan membuat orang lain dongkol, terutama istrimu, siapa yang akan merawat mu nanti" Sahut Zafian.


Firman malah tertawa hingga Zafian menggelengkan kepala lalu menjelaskan proses hukum yang sudah ditentukan kepada paman Naura, cukup puas Firman mendengarnya, hukuman seumur hidup setidaknya setimpal dengan perbuatannya.


Tak lama Farhan juga sudah berada dalam ruangan menceritakan tentang bagaimana warisan kekayaan keluarga Naura yang menjadi hak menantunya sudah berhasil diamankan.


"Alhamdulillah semua sudah terselesaikan, aku rasa nantinya Naura sudah tidak perlu lagi berhubungan dengan mereka" ucap Firman merasa lega.


"Hem, sampaikan kabar baik ini padanya, dia wanita yang berlimpah harta sekarang, dan itu sudah sepantasnya dia dapatkan karena ketidak adilan hidup yang dialaminya selama ini" Firdaus tersenyum, merasa sudah melakukan hal wajib yaitu melindungi keluarganya.


*


*


Seminggu sudah berlalu, dan kini acara Pesta yang sangat meriah sudah dipersiapkan untuk Firman dan Naura.


"Aku tidak menyangka tamu undangan akan sebanyak ini" ucap Firman sambil terus tersenyum saat menyalami para tamu.


"Sabar saja, harusnya kita bersyukur, Pesta pernikahan yang di gelar untuk kita berjalan dengan baik, sesuai harapan Mommy dan juga Daddy" jawab Naura yang terlihat sangat cantik dan elegan.


Hingga berakhir hampir tengah malam, semua pesta akhirnya selesai juga, kini tengah berkumpul keluarga besar saja di sebuah ruangan untuk sedikit berbincang sebelum semuanya beristirahat.


"Terimakasih untuk semuanya Mom, Dad" ucap Naura.


"Ini kewajiban kami sayang, jagalah hubungan kalian" jawab Farah.


"Jangan lupa, beri kami cucu yang sebanyak banyaknya" sahut Firdaus.


"Siap Dad, kalau begitu bisa kami pamit untuk segera memproses nya?" ucap Firman.


"Yang!" Teriak Naura merasa malu dengan perkataan suaminya.


Semuanya tertawa, melihat tingkah Firman yang tentu saja membuat Naura tak enak hati.


Afita dan Zafian saling memandang, merasa lega kini sudah bisa melepaskan Naura ke tangan yang lebih bisa melindungi seumur hidupnya, Reno dan Anita juga merasa bahagia melihat pada akhirnya Naura sudah menemukan pasangan hidup yang sangat bertanggung jawab akan dirinya.


Kebahagiaan di malam ini sangat terasa, setelah penderitaan dan halangan yang sempat dilalui, akhirnya Naura dan Firman dapat bersatu dalam ikatan suci pernikahan.


\=TAMAT\=


Akan hadir kembali kisah menarik lainnya, tentunya masih dalam kisah keluarga Nugraha yang semakin seru.


Jangan lupa HADIAH, VOTE, LIKE, KOMEN dan Tonton IKLANnya.