ACCIDEN IN LOVE

ACCIDEN IN LOVE
Episode 95



Sesuai yang diinginkan Zafian, rencananya berjalan sesuai yang diinginkan, sekilas terlihat para pengawalnya sudah berhasil membawa sang Bunda dari Zona berbahaya.


Jarred seketika murka, menyerang Zafian dengan kekuatan bela diri dan juga tenaga dalamnya, sementara Elonar melompat pergi, berusaha mengejar tawanan yang berhasil di larikan.


Pertarungan tak terelakkan, Zafian terus meladeni Jarred, sesekali mengawasi anak buahnya yang saling bekerjasama untuk terus melindungi sang Bunda.


"Rupanya kekuatanmu lumayan juga!" Ucap Jarred terus menyerang Zafian mati-matian.


"Dan kau.., salah mencari lawan!' sahut Zafian.


Dan tak lama kemudian, tendangan kaki Zafian berhasil mendarat di lengan musuhnya.


"Bagaimana, apa kau masih mau melanjutkan?" Ucap Zafian.


"Jangan sombong, kau belum tau apa yang bisa kulakukan padamu, bre-ng-sek!" Ucap Jarred, lalu kemudian segera bersiap menyerang Zafian kembali.


Luka memar dirasakan nyeri oleh Jarred, namun tidak membiarkan begitu saja, dirinya kali ini menyiapkan sesuatu, senjata rahasia dari dalam tubuhnya.


Ratusan jarum panjang dan sangat kecil seketika beterbangan menemani serangan beruntun yang diarahkan ke musuhnya.


Zafian terkejut, menyadari apa yang terjadi, dirinya segera melompat ke belakang untuk mengambil jarak aman. Kekuatan tenaga dalamnya di munculkan hingga api yang menyelimuti dirinya bisa melemparkan jarum beracun itu jauh darinya.


"Sial-an, dia bisa dengan cepat menyadari senjata rahasiaku" batin Jarred yang masih ter engah mengatur nafasnya.


Sedangkan Zafian lebih waspada dari sebelumnya, disaat dia melihat jarum itu mampu mematikan daun yang tidak sengaja tersentuh.


"Wanita ini tidak bisa di anggap remeh" batin Zafian yang kini tengah memfokuskan perhatian.


Sementara itu, beberapa pengawal yang membawa Anita berhasil di hadang oleh Elonar, pertarungan sengit telah berlangsung, lima orang yang menghadapi berhasil di pukul mundur kembali.


Disaat yang sama, Seorang laki-laki dengan ilmu bela diri yang cukup mumpuni segera menendang tangan Elonar saat akan membawa Anita kembali.


"Nak Firman!" Ucap Anita terkejut, begitu juga dengan Elonar.


"Bre-ng-sek!, Siapa kau ha!" Teriak Elonar tak terima dan dengan cepat menyerang Firman untuk merebut Anita.


Bukan hal yang sulit tentunya untuk mematahkan serangan Firman dengan tenaga dalamnya, Elonar tak menyia-nyiakan waktu untuk melakukannya.


"Terima pukulan ku, Ba-ji-ngan!" Teriak Elonar dengan cepat melesat dan tepat mengenai perut firman.


Zafian terkejut melihat apa yang tengah terjadi dengan sahabatnya, melompat cepat mendekat ke arah Firman dan menyambar tubuhnya untuk di selamatkan dari pukulan tenaga dalam Elonar yang mematikan.


Tentu saja Firman melongo tak percaya, serasa shock melihat kekuatan-kekuatan aneh yang saling menyerang tak masuk akal pikirannya.


"Zaf, kau_?"


"Bukan saatnya untuk berbincang, bertarung lah di sisiku!, Saat ada kesempatan, pergilah sejauh mungkin bersama Bunda!" Ucap Zafian memperingatkan.


"Okey!" Seru Firman yang kembali bersiap dan berada di depan Anita untuk melindungi.


Tampak Jarred juga telah berpindah, menyatu kembali dengan Elonar untuk menyerang Zafian dan mendapatkan apa yang diinginkan.


Jarred dan Elonar tersenyum penuh misteri, lalu keduanya menggabungkan kekuatan menyerang Zafian dan Firman bersamaan.


Zafian menajamkan penglihatan dan instingnya, lalu kemudian mengeluarkan kekuatan yang lebih besar lagi, seketika api yang menyelimuti dirinya bergerak melingkar dan mengelilingi Firman juga Bundanya.


"Oh my God, Benarkan itu Zafian?!" Batin Firman semakin tak percaya dengan apa yang tengah dialami.


"Kekuatanku akan melindungi kalian, jaga Bunda Fir!" Teriak Zafian yang kini bersiap melakukan perlawanan.


*


*


Afita yang baru saja tiba, langsung turun dan berlari ke Mobil yang terparkir jauh dari lokasi kerusuhan tengah terjadi.


"Nau!, Kau tidak apa-apa?" Tanya Afita.


"Iya Nona, aku baik-baik saja"


"Bagus, tetaplah disini, aku akan membantu mereka!"


"Apa?!, Nona jangan, mereka berbahaya, banyak senjata api terdengar bersahutan dari tadi" sahut Naura nampak begitu ketakutan.


"Tenanglah, aku bisa mengatasinya!" Teriak Afita yang segera berlari ke lokasi yang dituju.


"Ya ampun Nona Afita!" Teriak Naura tapi tidak di indahkan.


Afita kini melesat dengan cepat, menggunakan sedikit ilmu tenaga dalamnya mempersingkat waktu hingga dirinya kini sudah berada diantara Zafian dan Firman bersama dengan sang Bunda.


"Sayang!" Teriak Zafian terkejut melihat istrinya sudah berada di sampingnya.


"Maaf, aku tidak bisa berdiam diri, ada Naura dan Bunda, aku tidak bisa melihat mereka kenapa-napa"


"My God, aku bisa mengatasinya, Pergi dari sini dan bawa mereka!" Teriak Zafian memberi perintah dengan cemas.


Bukan hanya Zafian yang terkejut melihat kedatangan Afita, tapi juga Elonar, apalagi Jarred yang sontak membelalakkan mata saat sebuah kata Afita di dengar oleh telinganya.


"Kau mengenalnya?" Tanya Elonar penasaran.


"Itu wanita yang pernah aku ceritakan, kekuatannya _"


"Luar biasa, berhati-hati lah" sahut Elonar.


Jarred semakin kesal saat melihat wanita hebat dan cukup kuat kini berada di hadapannya, apalagi melihat kenyataan bagaimana Sosok Elonar begitu memujanya.


"Kesempatan ku" batin Jarred lalu tersenyum miring.


Keadaan kini hampir seimbang, Jarred sudah memilih target untuk di hadapi, begitu juga dengan Elonar, sementara Firman sudah bersiap untuk membawa pergi Anita dengan rasa yang masih tidak percaya akan kekuatan sahabat dan juga Afita.


"Mereka_, ya Tuhan, aku bisa gila!" Gumam Firman masih siap siaga.


Jarred sedikit menjaga jarak untuk memulai menyerang, tatapan matanya yang nyalang di sambut dengan ketajaman mata Afita yang bagaikan elang.


"Rupanya wanita ini memang punya kekuatan berbahaya" batin Afita.


Jarred menyerang titik berbahaya di tubuh Afita, dengan cepat Afita bisa membaca apa yang diinginkan lawannya, pertarungan terpisah dengan Zafian dan Elonar yang kini tengah mengadu kekuatan.


"Ingat kata-kata ku, Jarred!" Teriak Elonar di sela-sela pertarungannya.


Jarred seolah tuli, tidak peduli sama sekali dengan apa yang diingatkan oleh Elonar, hingga saatnya dia mulai mengeluarkan senjata rahasianya.


Zafian yang lihat hal itu, segera melompat, menerjang dan mematahkan serangan Jarred seketika.


"Kau tidak apa-apa sayang?" Tanya Zafian sesaat menghampiri istrinya.


"Hem, wanita itu punya _"


"Racun, jarum beracun itu sangat berbahaya, hati-hatilah, aku akan melawan Elonar dengan berada di sisimu"


Afita mengangguk, kini dengan kekuatannya segera menyerang balik.


"Berani kau macam-macam dengan klan Nugraha" batin Afita yang kini benar-benar mengeluarkan kekuatannya.


Afita menerjang, memberikan kilatan cahaya putih yang menyilaukan dari tangan dan tubuhnya, kekuatannya benar-benar dikeluarkan kali ini, hingga membuat beberapa serangan mampu mendarat ditubuh musuhnya beberapa kali.


Brug.


Jarred terjatuh, memegang dadanya dan menatap tajam dengan wajah yang semakin terkejut.


"Kekuatan itu, bukankah kekuatan Klan terkuat yang pernah aku dengar, dia_, apakah dari Klan Keluarga Nugraha?, tidak mungkin" batin Jarred berusaha berdiri dan menata tubuhnya kembali.


Afita masih berdiri tegak saat ini, Zafian yang masih terus menghadapi Elonar tersenyum melihat apa yang sudah berhasil di lakukan oleh istrinya.


Namun berikutnya keadaan berbeda, suara ledakan yang dahsyat terdengar, rupanya anak buah Elonar yang memburu Firman dan Anita yang melakukannya.


Afita terkejut, melesatkan tubuhnya cepat untuk menyambar tubuh Anita yang terpental, sedangkan Zafian yang berada cukup jauh tidak bisa berbuat lebih banyak karena Elonar terus menyerangnya.


"Bunda tidak Apa-apa?!" Tanya Afita.


"Iya, Terimakasih sayang, hati-hatilah" sahut Anita, dan tak lama terlihat Naura berlari menghampiri.


"Apa yang kau lakukan, pergi dari sini Nau, dan bawa Bunda!" Ucap Afita dengan cahaya yang masih berada di sekitar tubuhnya.


Naura memandang tak percaya melihat apa yang tengah terjadi dengan Afita, hingga Firman segera menyadarkannya.


"Jangan gunakan akal sehat mu saat ini, ayo kita pergi!" Ucap Firman lalu menarik tangan Naura dan juga membawa Anita bersamanya.


Namun lagi-lagi mereka meluncurkan senyatanya, Afita sedikit kerepotan karena harus menangkis serangan meriam dan juga melindungi tiga orang bersamaan, hingga keadaan mengharuskan berada jauh dari suaminya kembali.


Kekutan kembali di keluarkan, Afita merasa ada yang tak biasa dengan tubuhnya, tenaganya seperti terkuras begitu cepat dan membuatnya untuk mengatur strategi agar tidak melemah begitu saja.


Sementara Zafian kini harus menghadapi dua orang, Jarred dan juga Elonar yang tengah menggabungkan kekuatannya.


Antara cemas akan istri dan keluarganya yang tidak nampak lagi di matanya, membuat konsentrasi Zafian terpecah.


Dengan kekuatan Apinya, kedua musuh belum berhasil menyentuhnya.


Namun saat mereka menyatukan kekuatan, Zafian terkejut, gerakan yang sangat cepat membuat Senjata rahasia dari Jarred tak terlihat di selimuti oleh kekutan api dari tangan Elonar, hingga kemudian.


Jreb.


Tancapan jarum kini menembus pertahanan Zafian, dan_


"Akh!"


Brug.


Seseorang seketika terjatuh di sana.


Telah Hadir Kisah Si kembar tiga, Buah hati dari Dokter Alena di masa Remaja..dalam "THE TRIPLETS" akan Update hari ini jam 14.00..Yuk Mampir, Beri Dukungan Author ya.


Bersambung.