ACCIDEN IN LOVE

ACCIDEN IN LOVE
Episode 64



Seorang wanita kini tengah berada dalam sebuah Rumah sakit, duduk terdiam disebelah sosok laki-laki paruh baya yang sedang menjalani masa perawatan.


"Tenanglah Dad, sebentar lagi kakak akan segera datang, kalau Mommy _, masih belum bisa ku hubungi, maaf" ucap lirih Eliza saat melihat Edric sudah tersadar kembali.


"Hem, wanita itu_" sahut lirih Edric yang rupanya masih dalam masa trauma akan kejadian yang menimpanya.


"Maksud Daddy istri Zafian?" Tanya Eliza memastikan apa yang diucapkan Edric.


"Hem, dia wanita ib-lis" sahut Edric lagi.


"Tenanglah Dad, mungkin Daddy masih mengalami trauma dengan apa yang sudah terjadi, aku tidak akan tinggal diam, dan kakak juga pasti akan membalaskan semuanya"


"Aku tau, dia akan menghabisi dua manusia sia-lan yang berani mengusik keluarga kita, tapi aku ragu, apa hanya itu kekuatan wanita ib-lis itu?"


"Apa maksud Daddy?"


"Jangan dekati Zafian maupun istrinya sampai kakak dan pengawal khususnya datang kemari, ingat kata-kata ku" ucap Edric dengan serius.


"Dad, apa yang sebenarnya terjadi, ada apa dengan Afita, dan semua pengawal Daddy juga membicarakannya, apa dia punya kekuatan khusus seperti yang dimiliki oleh kakak?"


"Diam lah, turuti ucapanku, dan tugasmu adalah mencari siapa wanita itu sebenarnya, aku yakin dia bukan dari keluarga yang biasa saja, bawa anak buah Daddy untuk menyelidikinya hal ini, lakukan!"


"Baiklah Dad, aku akan melakukannya, hati-hatilah disini"


"Hem" Edric hanya mengangguk lalu melihat sang putri berjalan keluar untuk melakukan perintahnya. "Aku yakin, dia dari keluarga yang tidak biasa, siapa sebenarnya wanita itu?" Batin Edric Lalu memejamkan mata karena merasa pusing dan mual kembali.


**


Zafian hari itu melakukan aktifitas seperti biasanya, bekerja dengan semangat memimpin perusahaan AFIAN GROUP yang semakin berkembang pesat.


Mengingat sudah menunjukkan pukul satu siang, waktunya dia beristirahat, saat sedang melangkahkan kaki, tiba-tiba saja pintu ruang kerjanya terbuka, tampak sekretaris nya berjalan masuk dan mengatakan kalau ada seseorang yang ingin menemuinya.


Rupanya sahabatnya yang lama tidak bersua datang untuk menyambanginya.


"Cuaca yang sangat panas" ucap Firman yang sudah duduk manis di kursi sofa"


"Jangan terlalu banyak mengeluh, setelah lama sekali kamu tidak main kesini" ucap Zafian yang kini duduk berhadapan.


"Kau juga tidak pernah memberikan kabar, terlalu sibuk mengerjai istrimu?" Tanya Firman.


"Ck, jaga bicaramu, jangan seperti orang yang sedang cemburu" sahut Zafian yang di sambut dengan tawa dari Firman.


"Aku memang sangat merindukan mu"


"Ish, menji-jikan!" Sahut Zafian lagi, hingga membuat Firman tertawa kembali.


"Aku mendapat pasien yang sangat menarik kemaren, dan dia adalah Daddy Eliza, aku terkejut melihat keadaanya, siapa yang berani melukainya sampai seperti itu, apa kau tau?" Tanya Firman.


Zafian masih terdiam, menatap lekat mata sahabatnya, lalu segera beranjak tanpa menjawab pertanyaan yang di lontarkan.


"Sebaiknya aku makan siang dulu, perutku sangat lapar" ucap Zafian.


"Hei!, Tunggu Zaf, dasar!" Teriak Firman yang kini berlari mengejar Zafian yang berjalan cepat keluar dari ruangannya.


Tak lama kemudian mereka sudah duduk menunggu pesanan datang, masih dengan rasa penasaran Firman menanyakan hal yang sama, "kau belum menjawab pertanyaan ku tadi" ucap Firman.


"Itu tidak penting" sahut Zafian berusaha menghindari pertanyaan.


"Bagaimana mungkin hal itu tidak penting, apa jangan-jangan kau tau persis peristiwanya?" Desak Firman.


"Ck, sudahlah, apa hanya untuk ini kau menemui ku setelah lama tidak bertemu?" Tanya Zafian pada akhirnya.


"Tidak juga, aku memang ingin bertemu dan berbincang, lama kita tidak melakukan hal ini" jawab Firman.


Zafian hanya terdiam, sedangkan Firman segera merubah topik pembicaraan karena merasa sahabat nya tidak nyaman, setelah itu Firman segera berpamitan ke Zafian ketika mengingat sesuatu yang tertinggal di mobilnya.


Dengan langkah yang cepat Firman berjalan kembali ke dalam Restoran setelah mengambil berkas penting yang ingin di tunjukkan, sejenak dirinya terkejut ketika melihat sosok wanita cantik yang tengah tersenyum kepala laki-laki yang berada tepat di hadapannya.


"Bukankah itu?, Oh my God, apa Zafian tau?" Tanya Firman dalam hati, lalu segera kembali ke tujuan awalnya.


Rupanya disaat yang sama, bukan hanya Firman yang terkejut akan pemandangan itu, seorang wanita yang tengah berada disana menatap dengan tajam apa yang nampak didepan matanya.


"Dasar wanita Ja-la-ng!" Terdengar ucapan yang lolos dari bibir seorang wanita bernama Eliza.


Siapa yang dilihat oleh Firman dan Eliza?, Tentu saja orang yang sama, yaitu perempuan cantik yang berstatus istri dari Zafian Al Faradz, datang lebih dulu dan makan siang di Restoran yang sama, rupanya Afita bersama dengan sosok laki-laki yang belum pernah di lihat sama sekali.


Eliza tidak mau menyia-nyiakan kesempatan, seketika dendam akan perbuatannya terhadap papanya membuat Eliza segera ngambil semua gambar bahkan video yang terlihat mesra antara Afita dan laki-laki yang ada di depannya saat ini.


"Siapa laki-laki ini, aku akan mencari tau, dan kali ini, aku pastikan berita kebo-brokan mu akan segera terungkap Afita, dasar wanita sok suci!" Umpat Eliza dengan hati yang kesal.


*


Sementara itu Zafian masih menyantap makanan dengan tenang, sesekali Firman nampak gelisah seperti menyimpan sesuatu yang membuat Zafian akhirnya bertanya.


"Kau kenapa, tidak enak makanannya?" Tanya Zafian.


"Memulai apa, jangan membuatku bingung" sahut Zafian kini berhenti saat makannya sudah habis.


"Afita" ucap Firman, membuat Zafian mengerutkan kening.


"Ada apa dengan istriku?" Sahut Zafian selanjutnya.


"Ada di Restoran ini, apa kau tidak tau?" Tanya Firman.


"Benarkah, dimana?" Tanya Zafian terkejut dan segera beranjak.


"Jangan kesana, telpon saja dulu" ucap Firman yang kini merasa cemas.


"Ck, memangnya kenapa kalau aku langsung ke tempatnya, kau ini!" Sahut Zafian segera pergi untuk mencari.


"Tunggu Zaf, dia tidak sendiri!' Teriak Firman yang membuat Zafian langsung menghentikan kaki.


"Apa?, Maksudmu?" Tanya Zafian lagi.


"Mangkanya, telpon saja dulu istrimu, jangan mendatanginya, akan aku ceritakan setelah itu, cepatlah!" Ucap Firman yang dituruti oleh Zafian begitu saja.


Tidak ada sahutan dari handphone Afita, tersambung namun tidak dijawab, terkesan di abaikan atau mungkin berada jauh dari pemiliknya.


"Tidak diangkat, ayo kita ke sana saja, tunjukkan tempatnya!" Uco Zafian siap melangkah diantarkan oleh Firman.


Sebenarnya tidak ada rasa curiga akan sesuatu yang buruk terhadap istrinya, namun Zafian penasaran dengan siapa istrinya berada sat ini, dan kenapa sampai tidak memberitahu sebelumnya.


Rupanya siang itu keduanya harus kecewa, Firman dengan cepat membawa Zafian ke tempat yang diinginkan, namun ternyata sudah kosong, tidak ada sang istri yang ingin ditemui.


"Sh-it!, Mana Afita, kau yakin melihatnya disini?" Tanya Zafian yang kini meragukan penglihatan Firman sahabatnya.


"Tentu saja, kalau tidak percaya kita tanya saja ke salah satu pelayan disini" jawab Firman dengan pasti.


Firman segera menghampiri salah satu pelayan yang lewat, penjelasan di berikan persis yang di harapkan oleh Firman.


"Benar kan?" Tanya Firman.


Detik itu juga Zafian segera menghubungi kembali sang istri, dan rupanya masih tetap sama.


"Aku akan ke tempat kerjanya" sahut Zafian yang semakin tidak tenang.


"Eh tunggu!" Teriak Firman mengejar sahabatnya, namun dirinya dihentikan oleh salah satu pelayan.


"Maaf tuan, makanan belum dibayar, mohon ke kasir terlebih dahulu"


"Oh Sh-it!, Dasar Zafian!" Umpat Firman dan terpaksa harus menunggu kartu geseknya kembali ke tangannya.


Sementara Zafian sudah melesat pergi ke tempat kerja sang istri dengan sejuta pertanyaan yang mengganggu pikirannya, terjebak di jalanan yang macet, Zafian sempat merasa jengkel beberapa saat, dan semua berganti dengan wajah murka saat melihat sebuah berita di media sosial tentang sebuah foto Afita dan laki-laki yang tidak dia kenal sama sekali.


"Breng-sek!, Siapa yang menyebarkan foto secepat ini, Sial-an!" Teriak Zafian berada dalam mobilnya, memukul tanpa terasa dan membuat sang sopir dan satu pengawalnya terkejut.


Begitu juga dengan Firman, niat hati ingin menyusul sahabatnya, tapi rupanya tugas penting sedang membutuhkannya, dengan terpaksa Firman merubah arah berkendara menuju ke Rumah Sakit untuk menangani kasus emergency.


*


Sementara itu, terdengar suara langkah kaki yang keras dan terburu masuk ke sebuah ruangan, jelas saja membuat sang pemilik terkejut dan menoleh tajam ke sumber suara.


"Kau ini sudah dewasa, kenapa berlarian seperti anak kecil saja" ucap Afita di tengah keterkejutannya.


"Ya Tuhan.. gawat Nona!" Teriak Naura masih kembang kempis mengatur nafasnya.


"Ada apa lagi, memang tidak bisa kamu masuk kesini membawa kabar bahagia saja, selalu bikin terkejut" omel Afita.


"Ini bukan hanya membuat terkejut, di depan sudah banyak pemburu berita Nona!" Teriak Naura dengan wajah galau tingkat dewanya.


"Apa!, Memang ada apa?" Tanya Afita seketika bingung sendiri.


Naura menggelengkan kepala, segera menyahut remote control dan menghidupkan televisi besar yang ada di ruangan kerja Afita, mencari channel yang di inginkan, lalu kabar berita membuat mata Afita terbelalak tak percaya.


"Oh my God, kenapa jadi begini!" Teriak Afita langsung panik.


Disaat itulah muncul seseorang dari balik pintu, dan masuk begitu saja dengan kasar dengan langkah tegapnya.


"Aku tidak ikut-ikutan Nona, permisi.." ucap Naura langsung kabur dengan sengaja.


"Nau, tunggu!" Terik Afita yang merasakan hawa panas di ruangannya.


"Jangan ada yang menganggu sampai dua jam ke depan!" Ucap berat dari seorang laki-laki yang sudah mengunci pintu dari dalam.


Jangan lupa VOTE, HADIAH, LIKE, KOMEN, dan Tonton IKLANNYA juga ya.


Bersambung.