ACCIDEN IN LOVE

ACCIDEN IN LOVE
Episode 67



Begitu juga dengan Zafian yang sangat terkejut dengan apa yang terjadi dihadapannya, hingga dirinya segera keluar dari mobil dan terpana melihat sosok laki-laki muda dengan wajah yang tegas dan berwibawa sudah menghentikan mobil yang hampir saja membawanya celaka.


"Maaf Tuan, apa yang anda lakukan?" Tanya Zafian perlahan dan masih tidak percaya.


"Aku menyelamatkan mu, apa kau baik-baik saja?" Tanya laki-laki itu yang kini sudah menyimpan kembali kekuatannya.


"Oh iya, terimakasih, tapi bagaimana anda bisa tiba-tiba ada disini?" Tanya Zafian lagi.


Laki-laki itu hanya tersenyum dengan kaca mata hitam yang masih bertengger di tempatnya, menatap sekilas mata Zafian, lalu berucap.


"Bahkan saat maut hampir saja merenggut mu, nama istrimu masih tertancap kuat di pikiranmu, terimakasih kau sangat mencintai nya, sampaikan salam ku padanya, kita akan bertemu lagi" ucap laki-laki itu dan kemudian secepat kilat melompat dan lebih tepatnya seperti terbang di udara lalu menghilang dari pandangan.


Deg.


Zafian seperti mati rasa, makin melongo dengan apa yang di lihatnya, bahkan pikirannya masih bingung antara kenyataan dan halusinasi, apalagi saat kata-kata laki-laki itu dengan tepat mengenai apa yang ada di pikirannya.


"Tuan, Tuan Zafian!" Ucap pengawalnya yang juga baru saja tersadar.


"I iya, ada apa?" Tanya Zafian.


"Ada nyonya Afita datang" ucapnya.


Sontak membuat Zafian terkejut, lalu melihat sang istri tengah berlari menghampiri.


"Kau tidak apa-apa yang?" Ucap Afita dengan wajah paniknya.


"Aku baik-baik saja" jawab Zafian yang nampak terkejut bagaimana bisa sang istri mengetahui kalau dirinya berada dalam bahaya, "Apa kamu juga tau apa yang terjadi denganku?" Tanya Zafian selanjutnya.


"Kamu suamiku, tentu saja aku bisa merasakannya" jawab Afita sambil terus memeriksa tubuh suaminya.


"Syukurlah, rupanya dia tepat waktu" gumam Afita lirih namun masih terdengar oleh Zafian.


"Tunggu, siapa yang kamu maksud dengan DIA, yang?" Tanya Zafian sambil memegang lengan Afita dan semakin penasaran.


Afita menatap mata Zafian, lalu menarik nafas panjang dan bersiap menjelaskan.


"Ada seorang laki-laki yang menyelamatkan kalian bukan?" Tanya Afita.


"Iya, bagaimana kamu tahu yang?" Sahut Zafian dengan pertanyaan.


"Karena kami terhubung, dan aku yang meminta bantuan karena dia merasakan salah satu kelurga ada yang dalam keadaan bahaya, Lalu aku tersadar bahwa itu adalah dirimu yang, Karena posisi terdekat dari saudaraku tadi adalah kamu" Afita menjelaskan.


"Tunggu-tunggu, aku tidak mengerti, maksudnya kamu terhubung dengan laki-laki yang menolongku tadi, siapa dia?" Tanya Zafian semakin heran dan tidak mengerti.


"Dia adalah Ethan Nugraha, orang yang sangat ingin kau temui sekaligus orang yang tengah ramai diisukan ada hubungan gelap denganku"


"What!!, Oh my God, jadi dia_"


"Hem, sudahlah, sebaiknya kita pergi bersama dengan memakai mobil kantor ku, nanti akan aku jelaskan semuanya di perjalanan" ucap Afita.


Tak lama kemudian perjalanan menuju perusahan Zafian kembali tenang, Afita juga menjelaskan bahwa sebenarnya Ethan masih berada di negara ini untuk sebuah urusan yang masih belum terselesaikan.


"Kenapa Ethan tidak menunggumu datang, justru malah pergi dan menghilang begitu cepatnya"


"Dia bukan pergi, tapi mengejar seseorang yang berhasil mengambil gambarnya saat menggunakan tenaga dalamnya"


"Apa?!" Kembali Zafian dikejutkan dengan penjelasan istrinya.


"Kita harus berhati-hati mulai sekarang yang, semakin kita sering menggunakan kekuatan tenaga dalam, orang-orang jahat yang mempunyai kekuatan seperti kami juga akan mudah melacaknya, itu kenapa kami selalu berfikir kali lipat sebelum menggunakan kekuatan"


Zafian terdiam, merasa ikut bersalah karena sudah melibatkan istri dan keluarganya dalam masalahnya dengan Eliza.


"Maaf yang, maafkan aku" ucap lirih Zafian yang kini sudah membuat istrinya dalam dekapan.


"Tidak apa-apa yang, justru aku mengkhawatirkan kamu dan Bunda, kami bisa menjaga diri dari mereka, tapi kalian.., aku sangat ketakutan kalau kalian sampai kenapa-napa"


"Jangan khawatir, kami akan sangat berhati-hati yang" jawab Zafian.


Tak lama kemudian, Zafian menerima telepon berasal dari anak buahnya yang menyatakan bahwa semua yang terjadi dengan mobil yang ditumpanginya karena sabotase dari salah salah satu orang suruhan Eliza.


"Aku sudah menduganya" sahut Zafian lalu segera menutup kembali handphone nya.


"Jadi eliza yang melakukan hal ini juga?" Tanya Afita.


"Hem, kali ini dia cari mati" jawab Zafian dengan rahang yang mengeras.


"Jangan gegabah yang, kita harus berhati-hati, aku merasakan ada sesuatu yang tak biasa akan segera terjadi, entahlah" ucap Afita.


**


Sementara itu, sosok laki-laki yang tengah sedikit disibukkan dengan sebuah pertarungan tenaga dalam, kini sudah berhasil menghancurkan camera yang telah mengambil gambarnya.


Empat orang yang bertahan dengan mengeluarkan tenaga dalamnya berakhir mengenaskan dengan beberapa luka dalam yang luar biasa.


"Aku ampuni kalian, bilang ke siapapun yang menyuruh kalian, jangan coba-coba lagi menganggu keluarga Zafian Al Faradz, kau mengerti!" Ucapnya dengan lantang dan segera menghilang.


Rupanya laki-laki itu segera menuju kedalam mobilnya kembali, duduk dibelakang seperti tidak terjadi apapun.


"Jalan!" Ucapnya dengan dingin dan tenang.


Sesaat kemudian, mengambil handphone dan menghubungi seseorang.


"Jaga keluargamu baik-baik kak, aku merasakan sebentar lagi akan ada bahaya yang lebih besar mengancam kalian" ucapnya.


"Aku tau Ethan, terimakasih bantuan mu"


"Aku akan berada di negara ini beberapa waktu, dan semoga kak Aftan bisa segera kembali ke sini untuk mengurusi bisnis sekaligus ikut menjaga mu" ucap laki-laki itu yang tak lain adalah Ethan Eagle Nugraha.


"Aku harap begitu, tenanglah, aku masih bisa mengatasi hal ini bukan?"


"Hem, tentu saja, tapi tetaplah waspada, latih insting mu kak, aku lihat kau jarang berlatih hal itu,"


"Aku tau, terimakasih Ethan" sahut Afita.


"Apa Evan juga pernah muncul di kota ini?" Tanya Ethan.


"Iya, tentu saja, beberapa Konser besarnya pernah di lakukan di Surabaya beberapa kali, apa dia tidak pernah mengabari mu?" Tanya Afita.


"Tidak, dia tau aku sangat sibuk mengatasi perusahaan karena dia tidak mau ikut membantuku, dasar!"


Hahaha, terdengar suara tawa dari Afita


"Bersabarlah, begitulah Evan, dia saudara kita yang paling aneh"


"Lebih tepatnya yang paling malas berpikir, hanya ingin bersenang-senang menikmati hidupnya" sahut Ethan.


"Hei, jangan begitu, dia juga laki-laki yang baik dan sangat menyayangi keluarga" ucap Afita membela Evan.


"Aku tau kak, dan aku juga sangat menyayanginya"


Setelah keduanya mengucap salam, Sabungan pun terputus.


"Apa tidak sebaiknya kita meninggalkan beberapa pasukan khusus di dekat Nona Afita tuan?" Tanya salah satu pengawal Ethan yang duduk didepan.


"Tidak perlu, untuk saat ini, aku tau kak Afita bisa mengatasinya dengan baik, bagaimana pun kita harus pandai menyembunyikan jati diri keluarga Nugraha, kalau tidak ingin bahaya yang lebih besar mengancamnya"


"Baik tuan, maaf"


"Hem" sahut Ethan dengan pandangan yang sudah beralih ke laptop yang ada di depannya.


Jangan lupa VOTE, HADIAH, LIKE, KOMEN, dan Tonton IKLANNYA juga ya.


Bersambung.