
Reno semakin menajamkan pandangannya, seolah ingin memaksa Eliza agar segera menceritakan apa yang di merahasiakannya.
"Jangan membuatku semakin tampak bodoh di depanmu Eliza!" Teriak Reno dengan keras.
"Diamlah, aku juga berharap apa yang aku pikirkan ini tidak benar!" Sahut Eliza tak kalah emosi.
"Jangan mempermainkan ku, katakan!" Ucap Reno semakin tak sabar.
"Aku khawatir mereka adalah anak buah keluarga konglomerat ternama yaitu, keluarga Nugraha, tentu kau tau bukan?" ucap Eliza.
"Apa?!, Aku tidak tau maksudmu, jangan bercanda!" Ucap Reno semakin tak bisa menahan rasa kesalnya, nama besar Nugraha tentu sangat di kenalnya.
"Aku serius, kenapa kau tak percaya?" sahut Eliza.
"Ck, apa maksudmu?, Memangnya Zafian dari keluarga Nugraha?" Tanya Reno bersiap mendengarkan jawaban.
"Bukan Zafian, tapi Fita, namanya adalah Afita Khaira Nugraha"
DEG.
Reno sangat terkejut, bahkan matanya melebar sempurna.
"Apa!, Katakan sekali lagi, aku pasti salah dengar bukan?" Sahut Reno dalam keterkejutannya.
Namun belum sempat Eliza menjawab, terdengar suara ledakan menghancurkan pintu masuk rumahnya, bahkan beberapa anak buahnya yang ingin menghampiri Reno untuk membantu, kini ikut terpental ke belakang dan tak sadarkan diri.
Kini Eliza dan Reno melihat sosok manusia dengan pancaran sinar perisai yang begitu terang.
"Dia manusia?" Tanya Eliza ragu akan pikirannya sendiri.
"My God!" Sahut Reno tak berkedip melihatnya.
*
*
Sementara Beberapa Jam yang lalu, Zafian kini pergi pamit bersama dengan anak buahnya, setelah tempat di mana putranya kini telah di temukan dengan pasti.
"Tunggu yang!" Teriak Afita segera mencegah saat mengingat sesuatu.
"Ada apa?" Tanya Zafian.
"Di sana ada Fian anak kita, dan jika kalian berdekatan maka_"
"Sebaiknya biarkan aku saja!" Sahut Raka yang hampir saja menginjakkan kakinya ke lantai setelah badannya di paksa untuk bangun.
"Paman jangan!, Ini berbahaya, paman masih harus beristirahat, ingat apa yang di perintahkan oleh dokter" ucap Afita ya g kini tengah menahan badan Raka untuk kembali berbaring.
"Ck, tapi aku sudah tak sabar lagi melihat kalian berdua bingung siapa yang akan berangkat menjemput Fian" sahut Reno.
"Okey, kita akan berangkat bersama Paman, dan berjanjilah, Paman Raka akan beristirahat dengan baik disini" ucap Afita.
"Tapi keberadaan mu di dekat Fian akan membahayakan nyawanya" jawab Raka.
"Aku akan melakukan pergerakan dari jauh Paman, dan Afita yang akan kontak langsung dengan Fian" Zafian menjelaskan.
Raka menatap keduanya, sebenarnya diri ya ingin ikut langsung membantu, tapi apalah daya, apa yang di katakan Zafian memang benar, untuk saat ini tubuhnya perlu beristirahat.
"Si-al!, Baiklah, segeralah kalian berangkat, jangan menunda waktu lagi!" Perintah Raka.
Zafian dan Afita mengangguk, lalu keduanya segera keluar dari kamar dan menyiapkan diri bersama dengan anak buahnya yang siap mengawal pergi ke tempat Fian di sembunyikan.
Perjalanan diperkirakan butuh waktu 2 jam, itu artinya kemungkinan sampai ditempat itu adalah pukul 3 pagi.
"Kenapa?" Tanya Zafian saat melihat Afita mengusap dadanya beberapa kali.
"Entahlah yang, aku seperti merasakan sesuatu" jawab Afita.
"Kekuatan Supranatural dari keluarga ku, kenapa aku seperti bisa merasakannya?" Ucap Afita merasa terkejut dengan apa yang di rasakannya saat ini.
"Mungkin itu kekuatan anak kita" sahut Zafian.
"Entahlah" ucap Afita meragukan apa yang di jelaskan oleh suaminya.
Tak lama kemudian, mobil mereka berhenti, Zafian dan beberapa orangnya segera turun dan berpisah dengan Afita di tempat yang lumayan jauh dari tempat yang di curigai.
"Aku akan melihat situasi di sana dari sini, maaf sayang, aku terpaksa membiarkanmu sendiri" ucap Zafian, lalu menge-cup bibir dan kening Afita.
"Hati-hati " ucap Zafian lagi sebelum Afita meluncur ke lokasi.
Semakin dekat dirinya, membuat matanya terbelalak tak percaya, ada seorang yang saat ini sedang menerobos masuk menggunakan kekuatan Supranatural di rumah yang sudah dipastikan ada Fian di sana.
"Tidak, apa yang terjadi!" Seru Afita segera melesat menggunakan kekuatannya, beberapa pengawal yang tidak pernah mengetahui kekuatan Afita, seketika tercengang melihat begitu cepat wanita itu melewati mereka semua.
Dan rupanya yang terjadi di dalam sana lebih mengejutkan, seorang wanita datang sendirian dengan mengibaskan tangannya memporak porandakan isi rumah dan bahkan para penjaga yang ada disana.
Gelang yang Reno pergunakan menyala dengan terang, bahkan pemiliknya sendiri di buat terkejut dengan hal ini.
"Siapa kamu?!" Teriak Reno yang kini sudah berada di depan pintu kamar Fian.
Cahaya menyilaukan yang di keluarkan dari tubuh seseorang itu kini redup dan seperti tersimpan dalam tubuhnya kembali, Reno makin di buat tak bisa memalingkan pandangan saat melihat kecantikan seorang wanita yang begitu menakjubkan di usianya yang bisa di perkirakan lebih tua darinya.
"Aku hanya ingin mengambil anak itu, dan aku peringatkan, jangan coba-coba menghalangiku" ucapnya dengan tatapan yang tajam.
"Tidak akan aku biarkan!, Memangnya siapa kau ikut campur urusan kita!" Teriak seorang wanita ang tak lain adalah Eliza dari arah samping.
"Rupanya satu manusia bodoh lagi yang berani menganggu keluarga Nugraha, apa masih ada yang lain?" Tanya wanita itu dengan tersenyum sinis.
DEG.
Seketika Reno dan Eliza mundur sejengkal, terkejut dengan kata NUGRAHA yang tertangkap oleh telinganya.
"A apa kau bilang, keluarga Nugraha?" Ucap Reno yang kini terkejut entah untuk yang ke berapa kali.
"Ck, kalian membuang waktu ku saja" ucap wanita itu dan segera menerjang masuk, namun Keduanya masih berusaha menghalangi.
"Reno, gunakan kekuatan gelangmu!" Teriak Eliza.
Reno segera tersadar dan menyentuh gelang miliknya yang menyala terang kembali, ada reaksi memang dari apa yang di lakukannya, terbukti wanita itu terhenti dan segera menoleh ke arah Reno.
"Kalian merepotkan sekali!" Teriak wanita itu, tubuhnya memancarkan perisai kembali, lalu mengibaskan tangannya membuat Reno dan Eliza terpental seketika, menabrak tembok cukup keras, Eliza tak sadarkan diri, sedangkan Reno berusaha bangun dengan perlahan.
Pintu kamar Fian terbuka, dan anak itu ternyata sudah berlindung di balik bantalnya, menatap takut dengan sosok yang nampak bercahaya.
Tentu saja apa yang dilihatnya membuat Fian bertambah ketakutan, hingga tanpa sadar menjerit dengan keras membuat tubuhnya tiba-tiba melayang ke atas, kekuatan hitam dari tubuhnya muncul.
Di saat yang sama, melesat juga seseorang dan kemudian terdengar keras teriakan "Fian sayang, ini Mommy!" Teriaknya.
Rupanya Afita melompat berusaha mendekap sang putra tercintanya, tak ingin kekuatan lak-nat itu sampai menguasai tubuhnya.
"Aunty, bantu aku!" Teriak Afita merasa kekuatannya tak mampu menyelimuti tubuh Fian.
Wanita dengan sinar perisai di tubuhnya yang tak lain adalah Alena segera melesat cepat, menyelimuti tubuh Fian dan seketika kekuatan hitam itu bisa di tekan sementara waktu, Fian pun terjatuh dalam dekapan Afita.
"Terimakasih Aunty" ucap Afita lirih dan masih memeluk erat putranya.
Alena melepaskan kekuatannya, lalu memeluk Afita dari samping, mencium puncak kepala Fian dan air matanya pun menetes tak terbendung.
"Maafkan Aunty, masih belum bisa membantu masalahmu sayang" ucap Alena.
Yang makin penasaran, yuk jangan lupa HADIAH, VOTE, LIKE, KOMEN, dan Tonton IKLANnya.
Bersambung.