
Seketika tanah tempat berpijak bergetar, banyaknya teriakan dalam hitungan detik langsung sirna, gulungan asap menyelimuti area sekitar, dan perlahan hilang seiring berhembusnya angin.
Alex dan Aftan saling melindungi satu sama lain, berharap bisa melindungi diri dari kekuatan Zafian yang sudah tak terkendali, perlahan mereka berdua merasa aneh, karena hawa panas tak sedikitpun mengenai kulitnya, dan ternyata_,
"Ethan?" Ucap Alex dan Aftan hampir bersamaan, terkejut saat menyadari sebuah perisai sudah berada di sekitar tubuhnya.
"Kak Aftan dan daddy baik-baik saja?" Tanya Ethan dengan tatapan tajamnya.
"Syukurlah kamu datang, kami tidak apa-apa" jawab Alex di sertai anggukan dari Aftan.
Ketiganya mengedarkan pandangan, tak percaya dengan apa yang sudah terjadi, banyaknya tubuh manusia yang bergelimpangan hangus terbakar dan tak bernyawa.
"Dimana Evan?" Ucap lirih Aftan masih mencari-cari.
Ketiganya berdiri tegak, berjalan perlahan di tengah kabut yang belum sepenuhnya hilang dari pandangan, suasana begitu mencekam, mereka pun masih terus melangkahkan kaki untuk menyusuri area.
*
Sementara itu, Evan sudah berhasil membawa Anita ke tempat yang aman, dan tentunya membuat Anita seketika tak sadarkan diri di tempatnya.
Evan kembali menggunakan kekuatannya untuk segera melihat keadaan Zafian, tubuhnya menghilang dengan cepat dan kini berada di tempat semula dengan pemandangan yang membuatnya tercengang.
"Astagfirullah, ini benar-benar pembantaian masal" ucapnya lirih, terkejut dengan banyaknya tubuh yang bergelimpangan hangus terbakar.
Dilihatnya juga raga tanpa nyawa dari musuhnya, yaitu Elonar yang dipastikan sudah tidak bernyawa dengan tubuh melepuh dan sangat mengerikan.
Berharap Jarred dalam keadaan masih hidup, Evan berakhir menghampiri, sesaat dilihatnya wanita itu masih bernafas, lalu kemudian Evan mendekat dan melihat betapa parah luka bakar yang dialami.
Masih terpaku menatap keadaan Jarred yang ada di sebelah Jas-ad Elonar, Evan tidak sempat mengucapkan kalimat, dan detik berikutnya hanya menyaksikan bagaimana Jarred meregang nyawa.
Evan berbalik saat merasakan ada gerakan yang tak jauh dari sana, begitu terkejut saat melihat wanita yang dia kenal sudah tergeletak di sana tak berdaya, keadaan sangat mengkhawatirkan.
"Nona Naura, bangunlah!" Ucap Evan sambil membawa Naura dalam dekapannya.
"Si-al!, lukanya parah sekali" ucap Evan bicara dengan dirinya sendiri setelah memeriksa keadaan Naura.
Belum sempat dirinya melangkah, terlihat tiga orang mendekat, dengan pandangan yang belum jelas, Evan berhenti dan waspada.
"Evan!" Terdengar suara yang sangat di kenalnya.
"Kak Ethan?" Terlihat Evan terkejut mendapati salah satu saudara kembarnya ada di sana.
Alex yang sudah berada di dekat Evan, terkejut melihat dia yang bawa oleh keponakannya.
"Naura?" Ucap Alex dan juga Aftan.
"Siapa dia?" Tanya Ethan yang belum begitu mengenalnya.
"Dia teman paling dekat Afita, dan bahkan hubungan mereka seperti saudara" sahut Aftan menjelaskan.
Alex terdiam, melihat begitu sedih keadaan Naura, tidak bisa membayangkan apakah Afita bisa memaafkan Zafian seandainya tau apa yang sudah dilakukan Zafian membuat saudaranya Coma.
"My God, kalau sampai Afita tau keadaan Naura seperti ini, itu bisa_" ucap Aftan lagi.
"Bawa dia ke tempat yang aman Ev, aku percaya padamu" sahut Alex tidak ingin sesuatu yang lebih buruk terjadi dengan wanita yang sudah di angkat saudara oleh Afita.
Evan mengangguk, dirinya sudah memikirkan tempat yang paling tepat, segera melakukan teleportasi kembali untuk membawa Naura ke Rumah sakit secepatnya, bersama dengan Bunda Anita yang di bawanya serta.
*
*
Ethan terkesiap, melompat di lindungi oleh perisainya berusaha menggapai tubuh Zafian untuk di bawanya, namun apa yang terjadi?
Kekuatan hitam itu seolah tidak mau di usik, mencengkram kuat tubuh Zafian dan kembali bergejolak seakan siap menyerang balik.
"Hentikan Eth, kembali!" Teriak Alex yang melihat bahaya akan kekuatan hitam Zafian yang masih menguasai.
Aftan melompat cepat, tidak ingin apapun terjadi dengan sepupunya, tangannya segera menyambar lengan Ethan dan menariknya menjauh dari Zafian.
"Jangan gegabah, aku khawatir kekuatan Zafian akan meledak untuk kedua kali" ucap Aftan yang berhasil membawa Ethan kembali.
Alex masih mendongak ke atas, melihat bagaimana sosok Zafian yang sangat mengerikan di bawah kontrol kekuatan hitam yang sudah menguasai raganya.
Dan betapa terkejut di menit berikutnya, Zafian kembali terbangun perlahan, melihat ke bawah, sekilas matanya terlihat sangat terkejut, seolah ingin meminta tolong namun kekuatan itu seketika mengambil alih pikirannya.
"Apa yang sudah aku lakukan" batin Zafian masih berusaha memulihkan kesadaran pikirannya dari pengaruh buruk kekuatannya.
Bergerak aktif, kobaran api di tubuh Zafian mulai berfokus kembali, bersiap untuk menyerang siapapun mahluk yang bergerak di bawahnya, seolah tidak ada kata puas melainkan haus akan darah.
Alex menyadari bahaya sedang mengancam, segera mengambil jarak dan bersiap menerima serangan dari Zafian, begitu juga dengan Ethan dan Aftan.
"Gabungkan kekuatan kita, aku harap ini bisa menghadangnya" ucap Alex walaupun tak yakin kali ini.
Dan seperti yang telah di perkirakan, zafian kini kembali ingin menyerang, masih berusaha menyadarkan dirinya, Zafian memberontak akan kekuatannya.
"Daddy bantu aku!" Teriak Zafian membuat Alex terkejut.
Secepat kilat Alex melesat, berharap bisa merengkuh Zafian dan menyegel kembali kekuatannya, namun yang terjadi justru sebaliknya, serangan bagai Sambaran kilat dari api yang ada di tubuh Zafian begitu cepat dan kuat.
Beruntung Ethan dan Aftan tanggap, perisai berhasil melindungi dan kekuatan Aftan memukul balik serangan yang hampir saja mengenai Daddy-nya.
"Kita tidak bisa mendekat, bagaimana cara kita menolong Zafian?" Ucap lirih Alex yang merasa sangat bertanggung jawab.
"Ini benar-benar sulit untuk kita atasi, aku akan mencoba dengan perisai ku kembali!" Teriak Ethan sudah menerjang kekuatan api Zafian.
"Hentikan!" Teriak Aftan namun tidak mempan bagi seorang Ethan.
Mau tak mau, Aftan harus segera melesat dan membawa Ethan untuk kembali di posisi.
Kedua laki-laki dengan kekuatan dahsyat akhirnya berkolaborasi untuk melumpuhkan kekuatan hitam Zafian.
Tentu saja itu tidak mudah, Zafian yang berusaha untuk tidak menyakiti saudara nya berakhir dengan tidak bisa berbuat apapun.
"Aku akan meledak, Tolong pergilah!" Teriak Zafian yang masih bergelut dengan kekuatannya sendiri, berusaha untuk memberikan peringatan di tengah kesadaran yang timbul tenggelam.
Alex terpaku di tempat, Aftan berusaha menarik tubuh Daddy-nya untuk segera pergi menghindar, Ethan mengeluarkan perisai dengan kekuatan maksimal.
Tubuh Zafian sudah mengeluarkan bola api yang begitu besar, siap meledak detik ini juga, Dan_.
Kilatan cahaya putih menyambar tubuh Zafian, benturan keras membuatnya terpental jatuh kembali ke tanah, bola api itu seketika menyurut di tengah Kungkungan seseorang yang berusaha menyegel kembali tubuh Zafian yang terjatuh di tanah.
Siapakah yang datang?, jangan lupa VOTE HADIAH LIKE KOMEN dan Tonton IKLANNYA.
Bersambung.