ACCIDEN IN LOVE

ACCIDEN IN LOVE
Episode 55



Zafian tidak perduli lagi, hukuman harus diberikan, Afita terdorong mundur menyentuh tembok kamar mandi disaat Zafian terus maju menempelkan tubuhnya.


Tanpa bisa menolak, bibir Zafian dengan lembut menyapa milik istrinya, terasa begitu hangat, lembut pada awalnya, namun berikutnya menye-sap semakin kuat, berhasil masuk dan membelitkan lidahnya.


Tangan Zafian meraih pinggang istrinya, sedikit menariknya hingga tubuhnya menempel dengan sempurna tanpa melepaskan permainan ci-uman yang aktif dilakukan.


Serasa terkena sengatan listrik, tubuh Afita seketika menegang, di tambah satu tangan suaminya kini mere-mas salah satu bukit kembarnya.


"Emh.." lolos sudah suara Afita keluar begitu saja.


Zafian tersenyum senang dalam hati, apa yang diinginkan sepertinya tidak mendapatkan perlawanan lagi, hingga kini satu tangannya berpindah tempat merayap kebagian yang semakin bawah.


Menyentuh dengan lembut, menyusurinya perlahan, dan mengusapnya pelan-pelan seolah membersihkan area sensitif sang istri yang sedikit mendapat guyuran air shower.


"Yang, emh.." ucap lirih Afita lagi.


Kini Afita semakin tak tertahankan, tubuh yang seharusnya merasakan hawa dingin, malah terasa begitu semakin panas dengan perbuatan suaminya.


Tidak mampu untuk menolak sama sekali, justru dirinya menerima sepenuhnya has-rat yang di munculkan oleh sang suami.


"Nikmat yang?" Tanya Zafian lirih sambil melihat reaksi apik dari tubuh sang istri.


"Yang, oh.." ucap Afita tak tau lagi harus berbuat apa, sentuhan yang di berikan begitu mema-buk-kan, ditambah dengan kulit yang saling menempel memberikan reaksi alam yang menambah has-rat untuk berbuat semakin dalam.


Zafian segera mematikan shower, dikhawatirkan air yang tak steril ikut masuk kedalam in-tim sang istri saat dirinya sudah tidak tahan untuk melakukan penyatuan.


Satu kaki Afita diangkat oleh Zafian, sedikit memposisikan tubuhnya, kini milik Zafian menerobos masuk perlahan.


"Akh, yang.." pekik Afita sedikit menahan saat rasa tak nyaman masih dirasakan.


"Sakit?" Tanya Zafian menghentikan gerakannya.


"Sedikit, emh.." jawab Afita masih dalam mode yang begitu menggoda.


Zafian tersenyum, sepertinya masih belum tega untuk menerobos istrinya dengan posisi berdiri, karena nyata lubang yang menghimpitnya begitu sempit dan masih susah untuk dimasuki.


Maka detik berikutnya, Zafian sudah membawa sang istri berada di atas tempat tidur dengan tubuh yang sama-sama masih basah.


Slep


Kini sang pusaka yang sudah dari tadi bersiap untuk memasuki, segera terbenam perlahan tapi pasti kedalam sarang yang begitu hangat dan sangat diinginkan.


"Akh!" Afita menjerit tertahan.


Zafian sedikit menghentikan sejenak, tubuh kekarnya yang sudah menindih sempurna diatas Afita segera melakukan aksinya, perlahan bergerak sambil melihat reaksi Afita yang kemudian semakin nyaman.


"Sudah siap?" Tanya Zafian memastikan.


"Hem, lakukan sayang" jawab Afita.


Zafian kembali bermain di bibir sang istri, tangannya juga memberikan sen-tuhan nakal dibeberapa bagian tubuh yang diinginkan dan membuat Afita semakin menggila.


Sang pusaka mulai aktif keluar masuk, tidak ada lagi jerit sakit, melainkan berganti dengan suara merdu kenik-matan.


"Yang, aku_, emh.." ucap Afita begitu gelombang itu dirasa akan datang menerjang.


Zafian tersenyum, saatnya memberikan pelajaran baru untuk istrinya, hingga detik berikutnya, Zafian menghentikan tempo dan melesat membawa sang istri untuk berpindah posisi.


"Yang, apa ini!" Tanya Afita masih terkejut dengan apa yang terjadi.


Zafian tersenyum di bawah tubuh sang istri.


"Bergeraklah di atasku sayang, ini akan sangat nikmat buatmu"


Afita ragu, namun penasaran dan melakukan apa yang di perintahkan, sedikit aneh dan perih kembali dirasakan, namun Zafian tidak mau melihat itu terlalu lama, tangannya segera bermain dan membuat Afita men-de-sah kembali.


Pinggulnya bergerak begitu saja, seakan mencari rasa ter nikmat dimana sang pusaka di buat keluar masuk kedalam miliknya, tampaknya pelajaran baru yang di berikan tidak susah untuk di praktekkan nya.


"Yang..!" Teriak Afita begitu kencang, Zafian langsung membungkam sang istri mengingat hari masih sore dan banyak orang masih beraktivitas diluar kamarnya.


"Ough.." ucap Zafian yang juga tak bisa menahan has-rat nya.


Lalu kemudian keduanya berteriak, saat sama-sama diterjang gelombang nikmat yang tak terkira.


Afita ambruk di atas dada kekar sang suami, sementara Zafian tersenyum puas dengan aktifitas panas yang baru saja dilakukan.


"Sekali lagi?" Tanya Zafian menggoda.


"Cukup yang" sahut Afita masih memejamkan mata sambil mengatur kembali nafasnya.


Zafian terkekeh, menggoda istrinya dengan menggerakkan panggulnya seolah meminta kembali karena sang pusaka masih setia didalam sana.


"Yang, hentikan!" Ucap Afita lalu mencubit kesal pinggang suaminya.


Zafian tertawa, lalu mengangkat tubuh istrinya, dan membawa masuk kembali kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri.


**


Makan malam dengan menu yang sangat menggugah selera, kepiawaian sang bunda dalam menghidangkan aneka makanan memang tidak bisa diragukan lagi.


"Emm, ini sangat nikmat" ucap Afita begitu memuji makanan yang sangat enak.


"Terimakasih sayang" ucap Anita dengan senang.


"Tapi masih nikmat yang tadi bukan?" Sahut absurd Zafian.


Uhuk uhuk


Seketika Afita langsung tersedak makanan, mendengar omongan Vul-gar suaminya.


"Zaf, kau ini!" Ucap keras sang Bunda yang tampak khawatir.


"Pelan yang" ucap Zafian segera membantu sang istri dengan tawa yang ada di bibirnya.


Plak


"Jangan ngomong aneh-aneh saat aku sedang makan" ucap Afita kesal dan memukul lengan suaminya.


"Tidak aneh, posisi ber cinta dengan kamu diatas kan wajar saja"


Byur


Kali ini minuman yang masuk mulut Afita langsung menyembur keluar.


"ZAFIAN!!" teriak Afita dan juga sang Bunda.


Zafian langsung melindungi diri sebelum pada akhirnya kedua wanita yang ada di dekatnya benar-benar menghajarnya, Afita memberikan pukulan berkali-kali, sedangkan sang bunda sudah menjewer telinganya hingga memerah.


Suasana Mansion langsung berubah, beberapa asisten rumah tangga yang melihat hal itu ikut tertawa, begitu juga dengan penjaga yang melihat sang majikan tengah di ani-aya.


**


Masih terdiam di ruangan kerjanya, Zafian kembali melanjutkan sedikit pekerjaan yang tertunda, sementara Afita sedang mengistirahatkan tubuhnya diatas tempat tidur, hingga kemudian dirinya segera beranjak saat teringat akan sesuatu.


Berjalan cepat keluar kamar mencari sosok suami yang ingin segera ditemui nya, detik berikutnya dirinya sudah ada didekat laki-laki yang kini sudah mengalihkan pandangan dan menatapnya.


"Ada apa, pengen lagi?" tanya Zafian gemas.


"Jangan mulai yang, aku ingin membicarakan hal yangs serius" ucap Afita lalu bergerak ingin duduk, namun dengan cepat tubuhnya disambar dan kini sudah berada dipangkuan suaminya.


"Katakan" ucap Zafian sambil mengendus dada sang istri.


"Ish, yang, risih!" Teriak Afita menjauhkan muka Zafian dari dadanya.


"Sorry, katakan ada apa?" Kini Zafian nampak serius kembali.


"Aku tadi melihat Bimo?"


"Lalu, dia mengganggu mu?"


"Bukan yang, aku melihat Bimo ada di Apartemen"


"Apartemen sekretaris mu?" Tanya Zafian kaget mengira Bimo akan berbuat macam-macam dengan menyusul Afita hingga ada di Apartemen sekretaris istrinya.


"Kamu salah, lebih tepatnya Apartemen Sekretaris mu!" Ucap Afita yang sukses membuat Zafian makin bingung.


"Tunggu-tunggu, maksudnya, Apartemen Cintia?" Tanya Zafian.


"Tentu saja, memangnya kamu itu punya berapa sekertaris lagi yang"


"Dia mengganggu Cintia" tanya Zafian lagi.


"Siapa yang menggangu siapa, Justru mereka yang mengganggu mataku" ucap Afita makin kesal mengingat kejadian mes-um yang dilihatnya tadi sore.


"Ck, apa maksudmu yang, aku makin tidak mengerti" ucap Zafian bertambah bingung.


Kemudian Afita dengan gamblang menceritakan semuanya, bagaimana pemandangan yang membuatnya muak bahkan sangat menji-jikkan di pandang mata.


"Bre-ng-sek, jadi mereka bermain gila saat ini?" Ucap Zafian lirih.


"Begitulah, aku tidak tau apa mungkin Cintia yang berkhianat di perusahaan, tapi mengingat apa yang terjadi hari ini, kemungkinan besar dia bisa saja melakukannya" sahut Afita yang masih duduk manis di pangkuan suaminya.


"Sebaiknya aku segera menyelidiki hal ini, dan untuk sementara akses Cintia di perusahaan akan aku batasi" ucap Zafian.


"Jangan terlalu kelihatan, bergeraklah perlahan seolah tidak ada yang kita temukan"


"Hem, tentu saja" sahut Zafian.


Dan tak lama kemudian, Zafian menghubungi seseorang, dengan tetap melingkarkan tangan kiri di pinggang sang istri, Zafian berbicara dengan memberikan perintah penting.


"Lakukan hal ini dengan sangat hati-hati, alamat dan semua data diri dari wanita ini akan aku kirimkan sebentar lagi, aku bisa mengandalkan mu kan?" Tanya Zafian.


"Tentu saja, serahkan saja padaku Tuan" jawab seseorang dalam sambungan telepon.


jangan lupa VOTE, HADIAH, LIKE, KOMEN, dan Tonton IKLANNYA juga ya.


Bersambung.