
Mendengar teriakan yang menggema hingga menembus kedalam ruangan, tentu saja seorang wanita yang tengah berbaring seketika terbangun, sayup terdengar kata jallang begitu lantang diteriakkan.
"Sh-it?, Ada apa ini?!" Ucap Jarred menggerakkan tubuhnya untuk keluar dari kamar.
Seketika dirinya terkejut melihat beberapa pengawal yang ada disana telah siaga.
"Ada apa?' tanya Jarred.
"Maaf Nona, ada serangan musuh di luar, sebaiknya anda masuk, biar kami yang menghalaunya"
Jarred mengerutkan kening, tidak sengaja mencium bau asap yang masuk begitu saja ke dalam hidungnya.
"Apa terjadi kebakaran?" Tanya Jarred mulai curiga.
Pengawal itu tertunduk, "penjaga depan diserang dan terbakar" ucapnya.
Deg
Jarred terkejut, tentu saja dirinya sudah bisa menyangka, kekuatan api seperti apa yang mampu melakukan hal itu.
"Apa Zafian yang ada di luar?" Tanya Jarred dengan serius.
Hanya anggukan yang di dapatnya, kemudian Jarred berbalik dengan cepat untuk bersiap.
"Beri tahu Elonar!" Perintah Jarred dengan langkah cepat masuk ke dalam kamarnya.
Segera beberapa anak buahnya berlari menuju sebuah kamar yang masih tertutup, dengan terpaksa mereka mengetuk pintu untuk membangunkan seseorang yang berada di dalamnya.
"Maaf Tuan" ucap mereka, saat melihat Elonar sudah berdiri di depan pintu yang terbuka.
"Hem, ikut aku" ucap Elonar berjalan menuju ke ruang utama.
Perlahan dirinya membuka pintu, menatap tajam Zafian yang kini sudah bersiap menyerang dengan wajah yang tak biasa.
Elonar terkejut, untuk saat ini dia merasakan kekuatan Zafian berbeda dari sebelumnya, begitu kuat namun sangat pekat, dan itu artinya kekuatan hitam bisa di rasakan oleh Elonar.
"Apa ini?, Bukankah kekuatannya dari Klan putih, tapi kenapa aku merasakan aura yang sangat mengerikan" batin Elonar masih terus mengawasi.
"Saat ini aku tidak ada urusan denganmu dulu Elonar, jadi_, suruh wanita Jallangmu itu untuk keluar dan ikut bersamaku, setelah itu aku akan melanjutkan urusan kita yang tertunda" ucap Zafian.
Disaat yang sama, Jarred berjalan keluar dengan angkuh dan kini berada di sisi Elonar dan berkacak pinggang.
"Kau mencari ku?, Kenapa, apa wanitamu sedang butuh bantuanku?" Ucap Jarred dengan senyum sombongnya.
"Bukan bantuan, tapi keharusan yang mau tidak mau kau lakukan untuk menetralkan kembali racunmu" sahut Zafian dengan mata elangnya.
"Hahaha, padahal aku berharap dia sudah mati saat itu!" Ucap Jarred.
"Hentikan omong kosong mu!" Sahut Elonar yang rupanya juga tak terima dengan perkataan Jarred.
"Kenapa?, Semua ada di tanganku sekarang, kau ingin menyelamatkan istrimu?, merangkak dan memohon lah di bawah kakiku, mungkin aku akan memikirkannya lagi" ucap Jarred dengan senyum ib-lis nya.
Elonar tidak bisa berkata apapun lagi, hatinya tida terima apa yang dikatakan sahabatnya, namun dia juga tidak membela Zafian tentunya.
Tidak dengan Zafian yang sudah naik pitam, segera melompat dan tidak peduli lagi dengan apa yang diucapkan Jarred saat ini.
"Kalau kau tidak mau ikut denganku, maka _, jangan salahkan aku jika harus menghabisinya!" Teriak Zafian kini melompat dan menerjang Jarred dengan melemparkan semua pengawal yang menghadang.
Tidak akan sulit melakukan hal itu, terbukti dengan kini Jarred harus menghadapi semua kekuatan Zafian yang cukup kuat di tangani.
Elonar yang tidak menduga kekuatan sebesar itu menghantam tubuhnya hingga berguling ke tanah, para pengawalnya seketika berlari dan membantunya,
"Bentuk formasi, aku butuh bantuan kalian, musuh kita saat ini benar-benar tidak terkendali" ucap Elonar sambil memegangi dadanya yang masih sakit, kini bertambah nyeri.
Anak buah yang di perintahkan segera melakukan serangan sesuai perintah Tuannya, sedikit terbantu saat Zafian kini di sibukkan dengan serangan dari banyak orang, Jarred mengambil nafas hingga tersengal-sengal, tidak menyangka sama sekali kalau Zafian seolah tidak kekurangan tenaga terus menyerangnya dari berbagai sisi.
"Apa kau merasakan ada yang aneh dengannya?" Tanya Jarred masih mengatur nafasnya dengan terus waspada.
"Hem, kekuatan itu sangat pekat, mengerikan!" Sahut Elonar.
Belum lagi mereka selesai bicara, hantaman kekuatan api yang sangat dahsyat dengan cepat menghampiri, sontak keduanya melesat untuk menghindar.
Jarred menyerang balik musuhnya, berharap kini serangan racun rahasianya masih mampu menembus tubuh Zafian, dan sepertinya semua itu sia-sia, dengan mudah jarum beracun itu terpatahkan, bahkan sebagian terpental berbalik menyerang anak buahnya sendiri hingga jatuh meregang nyawa.
"Hentikan serangan mu, itu akan menghabisi anak buah kita sendiri!" Teriak Elonar memperingati.
Jarred mundur kembali, tak percaya kini anak buahnya banyak yang tak bernyawa karena jarum beracun nya.
"Si-al!, Kenapa bisa begini" ucap Jarred yang kembang kempis mengatur nafasnya.
Zafian semakin murka, teringat kembali akan keadaan sang istri yang sudah tidak punya lagi waktu yang lama, hingga dalam benaknya hanya ada dua cara, menyeret Jarred bersamanya, atau membuatnya tak bernyawa.
"Ikut denganku, atau aku akan melenyapkan mu!" Teriak Zafian begitu mengerikan.
Melayang ke udara, mengumpulkan semua kekuatannya, dan Zafian merasakan ada kekuatan yang tak bisa dia kendalikan, begitu besar mengambil kendali atas dirinya.
"Menyingkir!" Teriak seseorang yang tiba-tiba muncul tanpa diketahui dari mana datangnya.
Elonar dan Jarred sangat terkejut, begitu juga dengan anak buahnya yang masih tak percaya dengan apa yang dilihatnya.
Rupanya Evan menggunakan kekuatan teleportasinya untuk membawa dengan cepat Alex dan juga Aftan di tengah Arena.
"Hentikan Zaf, kau akan membu-nuh banyak orang!" Teriak Aftan.
"Aku tidak perduli, dia harus mati!" Jawab Zafian dengan tatapan penuh dendam.
"Hentikan Zafian, kekuatanmu membahayakan banyak orang!" Alex tak kalah cemas melihat keadaan Zafian.
Sedangkan Evan seketika saja menghilang, rupanya dia mengetahui ada sosok yang tiba-tiba datang dan perlu segera di selamat kan. Dan hanya dengan kekuatan Teleportasi nya saat ini bisa dilakukan demi nyawa seorang Bunda dari Zafian.
Sungguh keadaan yang sangat tidak disangka, baru saja kedua Wanita itu tiba, sang Bunda terkejut dengan apa yang dilakukan anaknya, teringat kembali kejadian bertahun-tahun silam, hingga Anita berlari mendekati dan meneriaki Zafian.
Naura yang melihat hal yang sangat mustahil namun kini nyata di hadapannya, segera berlari mengejar Anita.
"Bunda, jangan mendekat!" Teriak Naura masih terus mengejarnya.
Berlarian Naura terus mengejar, tidak dia pedulikan lagi apa yang akan terjadi, saat ini hanya keselamatan Anita berada dalam pikirannya.
Tak bisa mendengarkan apapun lagi, Zafian melepaskan semua kekuatannya, hingga sebuah bola api yang begitu besar dan dahsyat menghemat ke bumi dan_
BOOM
Kekuatan Maha Dahsyat tak terhindarkan.
Apa yang akan terjadi selanjutnya?, Yuk jangan lupa VOTE di hari SENIN, ditambah HADIAH, LIKE, KOMEN, dan Tonton IKLANNYA.
Bersambung.