ACCIDEN IN LOVE

ACCIDEN IN LOVE
Episode 136



Bu Tiwi mengangguk, lalu menceritakan apa yang dia ketahui, tak tau persis sebenarnya apa yang terjadi di dalam sana, Zafian mengerat kan rahangnya, begitu ingin menghajar Reno dan membuatnya buka mulut menceritakan semuanya saat ini juga, tapi keadaan Afita lebih penting dan tidak mungkin ditinggalkan.


"Terimakasih Bu, dan sebaiknya anda segera kembali ke sana, biar pengawal dan sopir saya yang akan mengantarkan anda" ucap Zafian.


"Tidak usah Tuan, biar saya haik taksi saja" ucap Bu Tiwi tersenyum tak enak hati, namun tentu saja tidak di perbolehkan oleh Zafian.


Bu Tiwi kini berada di perjalanan kembali ke perusahaan dengan hati yang penuh dengan penasaran, hingga memberanikan diri bertanya dengan pengawal dan sopir pribadi yang mengantar.


"Maaf Tuan-tuan, bisakah anda menjelaskan ada hubungan apa Tuan Zafian dan Fita?" tanya Bu Tiwi


Keduanya saling pandang, lalu sang pengawal menjawab pertanyaan." Maaf Bu, apa Tuan Zafian belum menjelaskan?"


"Belum " sahut Bu Tiwi.


"Kalau begitu, kami tidak berani bicara apapun" jawab salah satu pengawal.


"Oh begitu, maaf" ucap Bu Tiwi yang kemudian duduk tenang kembali melanjutkan perjalanan.


*


*


Sementara Zafian sedang berbicara dengan salah satu anak buahnya di lantai bawah.


"Jadi kita perlu seseorang dari perusahaan kita dan harus bertempat di perusahaan JAYA ABADI?" Tanya Zafian tampak berpikir.


"Iya pak Zafian, karena saham yang akan kita tanam sangat besar di perusahaan ini, sesuai perjanjian kita harus menempatkan orang di sana, bisa di bilang orang itu adalah tangan ke dua anda untuk bekerja sama di perusahaan itu"


"Hem, aku rasa sudah menemukan orang yang tepat, bukankah paling tidak orang itu harus tau keadaan di perusahaan JAYA ABADI?" tanya Zafian memasukkan.


"Tepat sekali Pak Zafian"


"Kalau begitu aku sudah menemukan orangnya, dia sudah bertahun-tahun bekerja disana, dan sepertinya aku bisa mempercayai nya" ucap Zafian.


"Baiklah kalau begitu, masalah kita sudah teratasi dan kita bisa kembali ke Surabaya kalau semua sudah tertata pak"


"Hem, selesaikan tugasmu dengan segera" perintah Zafian, lalu melangkah menuju kamarnya untuk melihat kembali keadaan Afifa.


Pintu terbuka pelan, Zafian mendapati Afita sudah tertidur, perlahan mendekati dan menyentuh wajahnya dengan lembut.


"Apa yang sebenarnya terjadi denganmu?" Ucap lirih Zafian dengan tatapan yang penasaran.


Masih kurang rasanya Zafian menikmati cantiknya wajah sang istri yang begitu tenang dalam tidurnya, namun itu tak berlangsung lama, Afita kini telah membuka matanya perlahan.


"Yang, ada apa?" Tanya Afita yang tengah terkejut melihat Zafian sudah berada di depan matanya.


"Aku sedang menikmati wajah cantikmu, kenapa sudah bangun, istirahatlah lagi" ucap Zafian.


"Aku ingin membersihkan diri dulu" Afita duduk perlahan, dibantu dengan Zafian yang dengan sigap memegang lengannya.


"Biar aku antar ke kamar mandi" ucap Zafian.


"Tidak perlu yang, oh ya, apa Bu Tiwi masih ada disini?' tanya Afita sebelum melangkahkan kaki.


"Sudah pulang, aku menyuruh sopir mengantarnya tadi, ada apa?" tanya Zafian.


"Tidak, aku hanya khawatir dengannya" jawab Afita sambil melepaskan selimut yang masih menempel di kakinya.


"Tidak ada yang perlu di khawatirkan, Bu Tiwi tidak akan kehilangan pekerjaannya, percayalah" sahut Zafian.


"Hem, terimakasih yang" ucap Afita.


Tak lama kemudian Zafian membantu Afita berjalan masuk ke kamar mandi, bahkan tak membiarkan Afita berada sendirian di tempat itu, ingin rasanya meminta Zafian untuk keluar dari sana, namun tentu saja itu percuma.


Zafian terkekeh, lalu mengambil sesuatu untuk duduk di dekat Bathtub, sambil membantu Afita meluluri tubuhnya dengan busa sabun yang begitu harum dan menenangkan.


"Semoga setelah ini tubuhmu bisa segar kembali sayang" ucap Zafian yang kini sudah mengambilkan handuk untuk mengeringkan tubuh istrinya.


"Hem, aku sudah bisa memulihkan tenagaku kembali yang, jangan khawatir" sahut Afita.


"Apa kamu bisa menceritakan apa yang terjadi sayang?, Aku penasaran bagaimana tubuhmu bisa begitu lemah" ucap Zafian yang kini sudah melilitkan handuk ke tubuh istrinya.


"Iya tau, tapi jangan memandangi tubuhku seperti ini yang, cepat lilitkan handukku!" Teriak Afita pada akhirnya.


Afita segera keluar dari kamar mandi, tubuhnya sudah merasa segar kembali, berada didepan cermin, berganti dengan baju Zafian yang terlihat kedodoran namun menambah kesan se-ksi.


"Aku tidak tau, kenapa tubuhku bisa tiba-tiba melemah begitu saja, dan tenaga dalamku juga tidak bisa ku gunakan disaat itu" ucap Afita memberikan penjelasan kepada Zafian yang sedari tadi tak mau jauh darinya.


"Memangnya apa yang terjadi?, Apa yang ingin Reno lakukan padamu?" Tanya Zafian.


"Tidak ada, hanya tidak suka melihatku datang ke perusahaan diantar oleh Tuan Zafian Al Faradz" jawab Afita.


"Hanya itu?" Tanya Zafian seolah tak percaya.


"Selebihnya aku merasa tidak penting yang" jawab Afita.


"Tapi bagiku itu sangat penting, katakan dengan jujur, aku tidak suka mengetahui sesuatu hanya sepotong-sepotong saja" ucap Zafian sambil merapikan rambut Afita yang nampak berantakan.


Afita terdiam sejenak, memikirkan cara yang simpel untuk menceritakan kejadiannya, karena dirinya sangat tau Zafian akan sangat murka, perlahan menjelaskan dengan kosakata yang tidak begitu memicu kemarahan suaminya.


"Aku tak menginginkanmu bertemu lagi dengan Reno bre-ng-sek itu, hindari dan jauhi, ada sesuatu yang aneh dengannya" ucap Zafian pada akhirnya.


"Aku tau yang, kekuatanku kembali Normal saat berada jauh darinya, entahlah, tapi itu yang aku rasakan" sahut Afita.


"Hem, dan sepertinya itu sama dengan yang pernah aku alami di saat Rapat dengannya beberapa waktu lalu" ucap Zafian nampak berpikir.


"Apa?!" Afita terkejut.


"Aku sempat menggunakan kekuatan ku untuk menjauhkan tempat duduknya darimu, tapi di saat itu, kekuatan ku tidak bisa di gunakan, aku bahkan mengulanginya sampai tiga kali, dan sepertinya aku menemukan penyebabnya" Zafian menjelaskannya.


"Mungkinkah Pak Reno punya kekuatan Supranatural juga?" tanya Afita sambil merapikan dirinya.


"Aku tidak tau pasti sayang, tapi sebaiknya jangan lagi bertemu dengannya, biar aku yang menyelidiki hal ini, sepertinya Reno juga menginginkanmu, terlihat sekali bagaimana dia bersikap saat itu"


Afita terdiam, memikirkan sesuatu yang lebih penting dari semua masalahnya saat ini, dan terlihat sekali begitu serius hingga tak menyadari Zafian merengkuh tubuhnya dari belakang.


"Ada apa?"tanya Zafian sambil mengendus tengkuk Afita yang begitu harum dan candu baginya.


"Tidak ada, aku hanya merindukan Fian anak kita" ucap Afita yang kemudian memegang tangan Zafian yang sudah melingkar di pinggangnya.


"Apalagi aku, begitu ingin segera melihatnya, apa dia setampan aku?" Pertanyaan konyol yang membuat Afita tertawa kecil.


"Tentu saja, dia sangat mewarisi sifat dan wajahmu, untuk itu aku bisa mengatasi kerinduanku, karena saat melihatnya, aku seperti melihatmu yang" sahut Afita.


"Oh my God, jadi aku sudah tergantikan di hatimu?" Ucap Zafian.


"Sepertinya begitu" Goda Afita.


Zafian terkekeh, lalu mengangkat tubuh istrinya tanpa pamit, membuat Afita sedikit menjerit tanpa perlawanan, hingga kini tubuhnya sudah berada di atas tempat tidur kembali.


"Istirahatlah, pulihkan tenagamu, makan siang akan aku bawa ke sini" Ucap Zafian segera beranjak dari sana demi menjaga keamanan Afita dari kebuasan has-rat nya sendiri, karena bagaimana pun, tubuhnya begitu cepat beraksi disaat berdekatan dengan sang Istri yang lama membuatnya hampir saja gila dan frustasi.


Jangan lupa HADIAH, VOTE, LIKE, KOMEN, dan Tonton IKLANnya.


Bersambung.