ACCIDEN IN LOVE

ACCIDEN IN LOVE
Episode 68



Satu minggu berlalu setelah kejadian, perang dingin pun berlanjut antara keluarga Al Faradz dan Ricardo, masalah masih bergulir di meja hijau, melawan kelurga Ricardo memang tidak segampang yang di harapkan, mengingat begitu banyak koneksi yang mereka punya.


Seperti biasa, Zafian selalu memanfaatkan waktu yang luang untuk bertemu dan makan siang bersama dengan istrinya disela-sela kesibukan pekerjaan yang tiada henti.


"Masih ingin disini?" Tanya Afita melihat Zafian duduk dan merebahkan kepalanya di kursi sofa ruang kerjanya.


"Hem" jawab Zafian sambil memejamkan mata.


"Kenapa?" Tanya Afita mendekati sang suami yang sepertinya begitu berat menjalani hari.


Zafian masih terdiam, seolah menikmati posisinya yang terasa cukup nyaman, Afita tersenyum melihat apa yang dilakukan suaminya, lalu memijit perlahan pundak Zafian.


Terkejut mendapat sentuhan dari istrinya, Zafian akhirnya membuka mata.


"Kenapa?" Tanya Afita mengulangi.


Masih terdiam Zafian hanya memandang istrinya, kemudian satu kali hentakan membuat Afita terjatuh dalam pelukannya.


"Maaf, aku kadang begitu khawatir tidak bisa melindungi mu suatu saat nanti" ucap Zafian.


"Masih banyak orang-orang baik disekitar kita, jangan khawatir, sang pencipta tidak akan membiarkan kita, pasti kita akan di lindunginya, bukankah kita tidak pernah punya niat jahat akan sesama?" Ucap Afita berusaha membuat Zafian untuk tenang.


"Terimakasih, kamu selalu bisa menenangkan hatiku sayang"


"Sama-sama, setiap manusia punya kekurangan dan kelebihan yang, begitu juga aku, dan berharap kita saling toleransi akan semuanya itu"


"Aku tau, maaf, terkadang berada di tengah-tengah keluarga mu, membuatku tidak percaya diri, terasa seperti aku bukan apa-apa" ucap Zafian membuat Afita sangat terkejut.


"Benarkah, apa kami salah dalam bersikap hingga kamu merasa seperti itu?" Tanya Afita.


"Tidak, bukan begitu, kalian sangat menghargai orang lain, apalagi denganku, aku merasa terhormat dan berterimakasih, hanya terkadang perasaan itu datang begitu saja sayang"


"Jangan pernah berpikir seperti itu yang, aku sangat menghormatimu, kamu suamiku, imamku, aku hidup berada di bawah perintahmu untuk mendapatkan Ridho-NYA" sahut Afita.


Zafian terdiam, kata-kata istrinya begitu mengejutkan baginya, semakin terpana dengan hati wanita yang selalu ada dalam hidupnya, dan lebih takjub lagi dengan keluarga Nugraha yang berhasil mendidik anggota keluarganya menjadi sosok yang begitu hebat dalam keimanannya.


Tak lama terdengar Naura meminta ijin untuk masuk kedalam ruang kerja Afita, segera Zafian melepaskan pelukan dengan sebelumnya mencium bibir dan kening istrinya dengan lembut.


"Ada apa?" Tanya Afita.


"Ada yang ingin bertemu anda Nona"


"Sudah buat janji?"


"Belum, tapi mereka mengatakan atas perintah Tuan Alex"


Deg


Afita dan Zafian terkejut, segera berdiri dan meminta Naura untuk mempersilahkan masuk.


"Selamat siang Nona, saya pengawal yang ditugaskan untuk menjaga anda dan juga Tuan Zafian" ucap salah satu dari mereka berdua.


"Oh, jadi Dady yang mengirim kalian?" Tanya Afita dengan menatap tajam meneliti dua orang yang kini ada di hadapannya.


"Iya Nona"


Dan tanpa disangka, Afita bukannya menyambut ramah tapi justru melakukan gerakan menyerang yang membuat keduanya sangat terkejut dan dengan cepat menangkisnya.


Kini terjadi perkelahian sengit di dalam ruangan kerja Afita.


"Apa kau tidak ingin membantuku yang?!" Teriak Afita.


Ditengah kebingungan Zafian akan apa yang dilakukan istrinya, tidak mungkin dia berdiam diri, hingga kemudian ikut melesat menyerang kedua orang yang tengah berduel dengan istrinya. Keadaan seimbang satu lawan satu, entah apa yang telah terjadi, dengan serius akhirnya Zafian ikut melawan bersama dengan sang istri.


Afita tersenyum, rupanya orang yang dikirim oleh sang Daday tidak salah, mereka mempunyai tehnik bela diri tingkat tinggi, hingga senyum Afita mengembang dan menyudahi.


"Cukup yang!" Teriak Afita.


"Apa maksudmu mu yang?" Tanya Zafian terkejut dan kini sudah melompat di samping istrinya kembali.


"Aku hanya menguji kemampuan mereka"


"Oh my God, aku kira mereka musuh, hingga kamu harus menyerangnya begitu brutal" ucap Zafian merasa lega.


Afita tertawa, lalu kemudian mengucapkan kata maaf kepada kedua pengawal yang masih ngos-ngosan mengatur nafasnya, dan tentu saja kedua pengawal itu bisa lebih tenang setelah mendapat serangan yang begitu tiba-tiba.


"Kalian boleh mulai bekerja besok, hari ini akan diantar ke Mansion untuk melihat tempat kalian tinggal dan berkenalan dengan yang lain" ucap Zafian.


Keduanya mengucapkan terimakasih dan segera diantarkan ke Mansion untuk membersihkan diri dan beristirahat sejenak.


Rupanya Alex sudah mendengar semua dan menyarankan untuk mengirim beberapa pengawalnya, sebenarnya Zafian merasa cukup dengan pengawalan beberapa orang kepercayaannya selama ini, namun Zafian tak mampu menolak keinginan sang Daddy.


"Sepertinya Daddy sangat mengkhawatirkannya kita, apa ada sesuatu yang tidak aku tau?"tanya Zafian menyelidik.


"Rupanya suamiku sudah mulai terbiasa dengan cara pikir keluarga Nugraha" sahut Afita tersenyum senang.


"Tentu saja, aku selalu bersamamu setiap hari yang, sedikit banyak cara berpikir mu sudah mempengaruhiku, jadi dugaanku benar?" Tanya Zafian lagi.


"Hem, akan ada hal yang lebih berbahaya terjadi, sepertinya Daddy sudah merasakannya, aku tidak tau apa itu dengan jelas, tapi kita harus berhati-hati yang"


"Jadi benar dugaanku, baiklah, seandainya saja kita bisa selalu bersama"


Afita terkekeh melihat suaminya yang terlalu posesif akan dirinya.


"Tidak juga setiap detik kita harus menempel yang, bisa-bisa aku tidak sempat memakai bajuku"


Zafian tergelak mendengar jawaban istrinya, menyambar tubuh Afita dan tidak membiarkan bibir yang ranum itu menganggur begitu saja, luma-tan lembut dalam dan menuntut, bahkan Zafian dengan cepat membelitkan lidahnya berlanjut menyusuri semua yang ada di dalamnya.


"Emh, yang, cukup!" Ucap Afita setelah berhasil lolos dari serangan suaminya.


"Kau akan membuatku tanpa busana kalau terus seperti ini" jawab Afita.


Hahaha


Cup


Zafian segera melepaskan sang istri dan berpamit kembali ke tempat kerja


*


Sore hari yang melelahkan bagi keduanya, saat Zafian dan afita berjalan memasuki Mansion, tampak beberapa penjaga tengah berlatih bersama dengan kedua pengawal khusus yang dikirim oleh keluarga Nugraha.


Sejenak Zafian berhenti, melihat apa yang mereka lakukan, tersenyum lalu berjalan kembali ke dalam Mansion, sementara Afita sudah berada di dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Keluar untuk melihat suaminya, Afita justru dikejutkan dengan apa yang dilakukan Zafian.


"Mau kemana?" Tanya Afita saat mendapati suaminya sudah berganti pakaian tanpa mandi terlebih dahulu.


"Ikut berlatih, aku masih penasaran dengan ilmu bela diri pengawal khusus keluarga Nugraha"


"What!, Ini sudah sore yang!" Teriak Afita saat Zafian sudah melesat begitu saja.


"Sebentar saja!" Sahut Zafian yang sudah tidak nampak dimata.


Afita hanya menggeleng dan melanjutkan kembali aktivitasnya, berjalan turun menyusuri tangga dan mendapati sang bunda tengah sibuk menyirami bunga di taman samping.


"Bun, biar aku bantu" ucap Afita.


"Tidak perlu, bantu saja suamimu" sahut Anita sambil tersenyum menyorot seseorang.


Afita mengikuti tatapan mata Anita, dan mendapati Zafian tengah berlompatan kesana kemari, menendang dan bahkan kadang kerepotan untuk menghindari serangan dua orang yang bersamaan.


"Biarkan saja Bun, Afita tidak bisa membantu" sahut Afita.


"Bunda sudah tau semuanya sayang, tidak usah di tutupi lagi"


"Apa?!" Sahut Afita Terkejut.


"Bunda tau, kamu wanita tangguh yang punya ilmu bela diri dan juga kekuatan tenaga dalam, memang bunda belum pernah melihat langsung, tapi dari semua cerita yang Bunda dengar, kamu sangat hebat!"


"Apa?!" Afita lebih terkejut lagi.


Anita terkekeh melihat reaksi menantunya.


"Tunggu-tunggu, Bunda tau dari siapa, Zafian?" Tanya Afita.


"Bukan, suamimu itu tidak mungkin menceritakan hal ini tanpa persetujuan istri tercintanya"


"Lalu?"


"Mommy kamu, tidak sengaja saat berbincang mengatakan begitu saja, dikira aku sudah tau semuanya"


"My God, jadi Mommy?"


"Sudahlah, bantu Zafian, dia kerepotan menghadapi pengawal itu" ucap Anita sambil tersenyum hangat.


"Okey Bun.. aku bantu suami tercintaku" sahut Afita mengerling manja dan melesat ke dalam arena.


Pemandangan yang baru pertama kali di lihat oleh Anita, hingga dia melongo tak percaya melihat menantunya bergerak secepat kilat menghampiri suaminya.


Tentu saja Zafian sangat terkejut melihat aksi istrinya yang jelas terlihat oleh Bunda nya


"Yang, ada Bunda" ucap Zafian panik.


"Tenang saja, Bunda tau segalanya"


"What?!" Pekik Zafian terkejut dan sontak tidak konsentrasi lagi.


"Awas!"


Afita langsung menghadang pukulan lawannya yang hampir saja bersarang di dada Zafian.


Kedua pengawal terkejut, tendangan yang diberikan bahkan masih dengan mudah terhalang oleh kedua tangan Afita, hingga membuat tubuh keduanya terpental mundur.


Zafian kembali berkonsentrasi, dan kali ini dengan semangat menyerang bersama dengan sang istri.


Tidak ada tenaga dalam yang dikeluarkan oleh Afita, gerakan bela diri bersama dengan suaminya sudah cukup membuat kedua pengawal khusus dari Daddy-nya bisa di pukul mundur pada akhirnya.


Kini semua menghentikan latihnya karena hari sudah hampir petang, saat berjalan masuk Zafian berbincang dengan Afita.


"Apa semua pengawal pribadi keluarga Nugraha seperti itu semua?"


Afita hanya tersenyum, "Itu masih belum seberapa" jawab Afita.


"Pantas, keluarga Nugraha begitu tidak bisa tersentuh, dan pastinya istriku lebih dari mereka juga bukan?"


"Apa itu penting?, Aku menggunakan ilmu bela diri ku untuk melindungi diri dan juga semua orang yang aku sayangi, hebat tidak nya tergantung situasi dan kondisi" sahut Afita.


"Benarkah, bagaimana kalau situasi seperti ini, hem?" Zafian menangkap tubuh Afita dan menguncinya.


"Yang, hentikan, ini masih di tempat umum" ucap was was Afita akan apa yang akan terjadi selanjutnya.


Jangan lupa VOTE, HADIAH, LIKE, KOMEN, dan Tonton IKLANNYA juga ya.


Bersambung.